CHANGE THE BAD BOY [•Blackbangtan•]

CHANGE THE BAD BOY [•Blackbangtan•]
"Do You Like Him?"


__ADS_3

[Rose Pov]


"Itu dia..." batin Gue terus melangkah kearah 'dia' yang jalan didepan Gue.


"Heyo, broo!" langkah Gue berhenti.


Doyoung ngerangkul Jaehyun yang lagi jalan kearah kelasnya.


"Mau kemana?" tanya Doyoung, garing amat sih.


"Kehutan, bolos, mau ikut?" tawar Jaehyun dengan gilanya. Kenapa?! Kenapa bolos asem!!


Haaahh... Maklum Gue langsung kesel sih..


Gue termasuk anak teladan di SMP SukarMaju. Gue selalu pakai kaus kaki panjang, atribut sekolah lengkap, gak pernah terlambat (cuma sekali), dan Gue rajin belajar.


Waktu kelas 7 dulu, Gue bahkan dapat peringkat pertama karena nilai pelajaran sama nilai sikap Gue bagus. Bangga dah sama diri sendiri!


"Kalian mau bolos?" tanya Gue buat Jaehyun sama Doyoung putar badan lalu natap Gue kaget.


Gue keluarin senyum joker Gue,


"Gue laporin ke Guru BK! Pak KyungSoo!" seru Gue terus lari kearah Ruang Guru.


'Grep!'


Tangan Gue ditahan. Gue muter kepala perlahan.


"Jangan..." Jae natap Gue penuh harap.


Gue mematung lah men!


Doyoung juga diam. Bentar lagi Gue dijulidin nih anak.


"Ya?" Jaehyun memohon tanpa lepas tangan mulus nan bening Gue.


"Hm.." jawab Gue sambil nepis pelan tangan Jaehyun.


LARI DULU DONG MAS BROOOH!


Gue liat kebelakang, Jaehyun lagi senyum manis sambil pipinya bolong. Doyoung juga. Wah! Gila! Kayaknya Gue beneran suka sama Jaehyun.


...• • •...


Lisa duduk disamping Gue sambil narik Jisoo sama Jennie buat Gue bingung.


"Kenapa?"


"Suka Jaehyun?" tanya Lisa.


Gue diam seribu bahasa. Gue harus jawab apa? Gue bukan gak mau terbuka.. Tapi ini masih awal kesadaran Gue.


"Maksud lo?"


"Kemarin Gue liat lo kayak mematung karena Jaehyun. Jujur aja" Lisa natap Gue dalam.


Gue liat Jennie sama Jisoo juga natap Gue dalam.


"Y-Ya.. Gue gak boleh suka orang kan? Gue tau kalian tau" Gue coba mengelak.


"Lo boleh suka orang, tapi lo gak boleh pacaran" Jisoo bersuara.


"Itu yang emak lo bilang dan sampaikan kekita" sambung Jennie.

__ADS_1


Udah! kalah lagi Gue!


"Tapi... Gue gak tau perasaan Gue sendiri.." ucap Gue pelan.


"Kalo gitu kita gak paksa. Gue kangen Jeongyeon" ujar Lisa.


"Ayo! Gue mau ketemu Dahyun sama Nayeon" Gue gembira.


Jisoo sama Jennie bingung. Mereka gak kenal sama Dahyun and Nayeon karena mereka emang gak tau.


"Mau ikut?"


...🌻🌻🌻...


Oke, Gue skip again.


Intinya, sekarang Gue udah tau perasaan Gue. Gue tau kalo sebenarnya Gue suka sama dia. Tapi Gue cuma bisa bilang ke 3 sahabat Gue.


Jichu, Nini, sama Lilis. Itu nama panggilan sayang mereka. Pasti kalian udah bisa tebak kan?


To the point lagi. Gue makin suka kalo Gue liat dia. Rasanya kayak... Gue itu mentega yang udah cair. Udah cair, dipanasin lagi, makin cair dan kering.


Haruskah Rose yang cantik ini maju?


...🌻🌻🌻...


[Author Pov]


Setahun yang lalu...


Rose melangkah dengan langkah ceria dan ringan menuju kelas 9-A. Mungki. Terlalu cepat, tapi ini memang kisahnya.


Rose menghela nafasnya, berusaha mengontrol jantungnya yang berdetak kencang.


"Semangat! Gue awasi dari sini, Gue juga udah bilang ke Jeongyeon biar bisa bantu lo" ucap Jisoo menenangkan.


"Lo bilang ke Jeongyeon?" Rose tersentak kaget.


"Cuma Jeongyeon aja... Kagak usah takut. Jeongyeon bisa jaga rahasia kan?"


"Ya... Tapi gak gitu juga atuh, Jis.." keluh Rose.


"Udah sana! Gue awasin!" dorong Jisoo semangat lalu membuka pintu kelas 9-A.


Rose terkejut karena Jisoo mendorongnya masuk kekelas itu.


"Jisoo kamplang!" jerit Rose terkejut karena hampir saja ia terjatuh.


"Mbak Jeongyeon! Nitip sister Gue ya, Mbak!" seru Jisoo dari luar lalu kabur.


"Eh?! Ji-"


'Blam!'


Rose kembali terkejut karena pintu kelas ditutup oleh Jeongyeon.


Gadis itu tersenyum manis lalu melirik kebelakang Rose. Rose hanya bisa diam. Berusaha menetralkan jantungnya yang terus berdetak kencang.


"Ngapain sih?" cibir si tukang julid, Doyoung pastinya.


Jeongyeon memutar tubuh Rose agar menghadap kearah kumpulan anak laki-laki.


"Rose kenapa, Mbak?" tanya Nayeon bingung dan heran.

__ADS_1


"Lo tau, Nay? Kepo itu gak baik" ujar Dahyun membuat Nayeon kicep seketika.


"Kenapa?" tanya Jaehyun heran karena Rose terus menatapnya.


"Wah! Jaehyun! Pacar lo bales chat Gua!" seru WinWin, si kiyowo kalem.


Tunggu. Pacar? Siapa pacarnya?


Jeongyeon terkejut dengan seruan WinWin. Jeonyeon segera mendekati kerumunan laki-laki itu dan berdiri tepat didepan Jaehyun.


"Lo punya pacar?" tanya Jeongyeon.


"Eee.. Iya... Kenapa?" jawab Jaehyun dengan pertanyaan.


"Sejak kapan? Siapa? Dia dimana?" tanya Jeongyeon bertubi-tubi.


"Sejak kelas 7, Naeun namanya, dia kelas 9-B" jawab Jaehyun.


Kaki Rose tidak bertenaga lagi. Rasanya sangat hancur! Rose mendekati Jeongyeon lalu menepuk bahunya.


"Jeong, Gue ada urusan, nanti aja gibahnya" ujar Rose santai seolah tidak ada yang terjadi.


Seisi kelas hanya diam karena bingung dengan kejadian ini. Terlalu dramatis? Memang dramatis.


"Nanti Gue ajak Lisa, Jennie, Jisoo, Nyai, Tzuyu sama yang lain, geng kita pokoknya" ujar Rose tersenyum lalu pergi.


Seisi kelas hanya diam dan memandang kepergian Rose. Mereka seolah-olah bisa merasakan perasaan seorang Roseanne.


"Rose kenapa..?" tanya Dahyun menatap Nayeon.


"Ya mana Aing tau, bege! Gue ngomong aja dilarang ama elu!" ketus Nayeon sambil roll eyes.


"Suaranya kayak pahit.." Dahyun bicara tanpa berpikir.


"Iya... Lo makan suaranya? Bau? Pasti bau jengkol" Nayeon mulai berjulid.


"Heh! Kang julid! Cuma Gue yang boleh ngejulid, bangsta!" sindir Doyoung keras dengan tatapan tajam.


"Bla bla bla! Diem bisa kan?!" omel Jihyo, Ketua Kelas baru mereka.


"Mohon maap"


...🌻🌻🌻...


Rose menatap keluar jendela bus dengan perasaan hambar. Ia masih sedih dengan kejadian tadi pagi.


Naeun? Dia yang mana? Kelas 9-B? Nyai gak pernah cerita...


Kini pikiran Rose dipenuhi oleh gadis dengan nama "Naeun".


Rose menatap jalan yang mulai sepi karena hari sudah sore.


"Katanya SMA HayoMhaju ada klub musik... Gue ikut gak ya?" pikir Rose tiba-tiba.


'Ckitt'


Bus berhenti tepat didepan sebuah halte bus. Rose secara tidak sengaja melihat seorang lelaki dengan tubuh yang cukup dibilang tinggi sedang menunggu didepan halte.


"Dia kiyowo..." gumam Rose sambil menatap lelaki itu.


Rose meraih ponselnya dari dalam saku lalu memotret lelaki itu dengan cepat.


'Ckrek'

__ADS_1



__ADS_2