![CHANGE THE BAD BOY [•Blackbangtan•]](https://asset.asean.biz.id/change-the-bad-boy---blackbangtan--.webp)
Rose membolak balik tubuhnya diatas kasur dengan perasaan kacau. Rasanya ada sesuatu yang mengganjal hatinya sejak pulang sekolah tadi...
...🍭Flash Back On🍭...
Rose segera turun dari mobil Jimin setelah sampai didepan pekarangan rumahnya.
"Thanks, Jim" ucap Rose tersenyum melalui jendela.
"Nanti jangan lupa hubungi Gue, oke? Gue belum ada nomer lo"
"Oke, tapi-"
"Rose?"
Rose dan Jimin segera menoleh ketika mendengar suara berat memanggil nama "Rose".
'Deg!'
Tubuh Rose terasa kaku seketika. Ia menatap lelaki yang memanggilnya dengan mata membulat sempurna.
"Oh! Hai..." sapa Rose lalu sedikit menunduk, memberi hormat.
"Siapa itu?" tanya Jimin sedikit penasaran.
"Owh.. Uhm.. Itu temen lama Gue.." jawab Rose nyengir.
'Lebih tepatnya gebetan Gue sampai saat ini' batin Rose.
"Ini temen baru lo?" tanya lelaki itu, Jung Jaehyun.
"Ahh! Iya, temen baru Gue..." jawab Rose tersenyum canggung. Hatinya masih sedikit merasa sakit karena kejadian setahun yang lalu.
"Gue duluan ya, Jae, Jim" pamit Rose lalu segera memasuki rumahnya.
Jimin menatap Jaehyun dari dalam mobilnya. Begitu pula dengan Jaehyun yang terus menatap Jimin...
...🍭Flash Back Off🍭...
[Rose Pov]
"Aaaa!" jerit Gue.
Gimana Gue jelasinnya nanti? Sumpah! Kenapa dia dateng lagi waktu Gue udah mulai lupain dia? Dasar kampret!
Gue juga.. Sedikit kaget sih sama reaksi Jimin. Bukan, bukan ke hal yang iya-iya! Tapi... Raut wajahnya itu masam! Kayak habis makan sepiring jeruk asam.
Gue jadi gak bisa tidur dan terusan guling-guling diatas kasur. Sampai...
'Brukk'
Astaga, Mama dan Papa ku yang lagi bermesraan didapur... Gue kaget hanying!
'Cklek'
Pintu kamar Gue kebuka dengan cepat. Gue yang lagi ngelus bokong yang kejedot lantai pun langsung noleh. Eh! Ternyata oh ternyata... Abang Chanyeol tah.
"Napa lo, bu?" tanya si Abang yang kepalanya nongol dipintu. Kek hantu gak sih.
"Gue jatuh, kamplang!" jawab Gue ngegas sampe si Abang kaget setengah hidup.
"Ye.. Babu! Ditanya bae-bae malah dijawab ngegas...!" si Jerapah ngomel ke Gue.
Lah kan emang sakit badan Gue, dodol! Udah kebiasaan Gue! Kalo sakit dikit langsung cempreeeeng! Amnesia nih orang? Baru juga ngampus selama setahun... Udah anemia--eh! Amnesia aje..
"Oh iya, tadi Gue liat ada yang anterin lo pulang. Itu siapa?"
Ngenes! Gue bingung. Gue harus jawab apa? Gak mungkin banget Gue bilang temen. Tapi... Dia sebatas temen juga sih.
Lah, si Jerapah mana mau tau? Intinya kalo dia liat cowok, dia bakal mati-matian Gue punya pacar. Apa lagi tadi ada drama, astaga...
"Ihh! Udah! Keluar sana! Gue ngantuk!" usir Gue sambil dorong Bang Chanyeol.
Tapi Bang Chanyeol tahan Gue, terus dia natep Gue kayak terlalu penasaran.
"Rapopo, Gue sama kayak Mama, bukan Papa" ucapnya buat Gue bingung. Maksudnya?
"Maksud lo?" heran Gue.
"Mama biarin kita pacaran sesuka hati, yang penting tau batasan. Tapi Papa gak mau kita pacaran" jawab Bang Chanyeol buat Gue merinding tanpa sebab.
"Ya... Ya udah! Minggat kekamar lo lagi sana! Gue capek, mau bobo" usir Gue terus dorong Bang Chanyeol dan langsung tutup pintu.
Mama izinin pacaran? Kalo gitu... Kalo Jaehyun tawarin pacaran, Gue terima! Gagal move on ya gagal ae lah! Hahaha!
...🌻🌻🌻...
[Author Pov]
Jennie berjalan kearah kelasnya sambil memainkan ponselnya.
"Jennie Kim!" seru seseorang membuat Jennie tersentak kaget hingga ponselnya terjatuh.
Dengan segera, Jennie menoleh.
"Kak Taehyung!" lantang Jennie membuat Taehyung tertawa lebih kencang.
"Sorry, Jen" ujar Taehyung lalu memungut ponsel Jennie.
"Gak lecet, hahaha!" tawa Taehyung sambil memberikan ponsel Jennie.
"Ihh! Gak ada sopannya sama Adik kelas!" sarkas Jennie merebut kasar ponselnya.
"Maaf, Nona Kim" goda Taehyung sambil mengusap pelan pucuk kepala Jennie.
__ADS_1
Jennie menatap Taehyung terkejut. Gadis dengan wajah sassy itu menatap Taehyung yang lebih tinggi darinya. Rasanya, dunia seakan berhenti ketika ia menatap Taehyung.
"Nini Kim? Atau tetap Nona Kim?" tanya Taehyung membuyarkan lamunan Jennie.
"Ehm... Terserah" sahut Jennie datar lalu berjalan melewati Taehyung.
"Oke, Nini Kim!" seru Taehyung membuat detak jantung Jennie berdetak lebih kencang.
'Astaga... Baru selesai maraton apa?' kesal Jennie dalam hatinya.
'Brukk'
Karena berjalan sambil menunduk, Jennie tidak sengaja menabrak seseorang.
"Astaga, Nini!" seru Taehyung terkejut.
"Shh..." ringis Jennie pelan lalu sedikit mengangkat kepalanya.
"Je-Jeong-Jeongyeon?" lirih Jennie terkejut. Gadis itu segera bangun sambil membersihkan bokong celananya yang kotor.
"Mbak Jeongyeon?"
Gadis dihadapan Jennie diam sambil tersenyum. Dan saat itu, Taehyung berdiri disamping Jennie.
"Nini Kim gak apa apa kan?" tanya Taehyung memegang kedua bahu Jennie.
Jennie menganggukkan kepalanya lalu kembali menatal Jeongyeon.
"Lama gak ketemu ya... Jennie Kim" Jeongyeon mulai menyapa.
Jennie merasa sedikit sesak pada dadanya. Gadis itu segera memeluk Jeongyeon.
"Huaaa! Mbak dari mana aja?!" tangis Jennie.
Taehyung menatap Jennie bingung. Dia melihat kedua gadis dihadapannya dengan ekspresi aneh.
Jeongyeon mengelus punggung Jennie lalu melepaskan pelukan Jennie.
"Lo gimana?"
"Gue baik aja, Mbak" jawab Jennie terlihat senang.
"Adek Rose sama Adek Lisa Gue mana?" tanya Jeongyeon.
"Wait a minute, bro! Kalian kenapa? Kalian saling kenal?" Taehyung bertanya dengan raut bingung.
Jeongyeon merotasi matanya malas lalu mendorong kepala Taehyung.
"Kalo kita gak kenal, gak mungkin kita ngomong!" geram Jeongyeon membuat Jennie tertawa pelan.
"Idih! Mas! Aku tuh beneran gak tau!" elak Taehyung alay.
"Alay lo!" ketus Jeongyeon sedikit membuat Taehyung merasakan sensasi 'MakJleb'.
...🌻🌻🌻...
"Hng... Lo beneran, Jim?" tanya Rose merasa sedikit frustasi.
"Kenapa? Kan gak adil kalo lo cuma jadi Guru untuk Gue, Taehyung sama Jungkook" jawab Jimin santai sambil menopang dagunya.
"Tapi ini- INI TUJUH ORANG LAH, BJIRR!!!" jerit Lisa tiba-tiba.
"Kalo tujuh orang terus kenapa? Salah?" sinis Taehyung, salah satu dari 7 orang yang disebutkan.
Kini Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa hanya bisa menghela nafas. Pasalnya, ada 7 laki-laki yang rela menjadi murid mereka. Terutama 'Murid Ketertiban'.
Jin, Suga, J-Hope, Namjoon, Jimin, Taehyung, dan Jungkook duduk dengan tenang dihadapan para gadis itu.
"Kapan mulainya? Kelamaan disini gak enak" keluh Suga yang mulai kesal dengan 4 gadis dihadapannya.
"Tu-Tunggu dulu... Bukannya Rose yang mau jadi-"
"Berbagi itu indah, Jisoo" sela Jimin sambil tersenyum manis.
Jisoo hanya bisa menghela nafasnya sambil merotasi matanya malas. Jennie, Rose dan Lisa nampak berpikir. Bagaimana awal mengajar?
"Ahh!" seru Jennie menjentikkan jarinya.
"Kenapa? Udah tau gimana caranya mencintai seorang Taehyung?" goda Taehyung sambil menaik turunkan alisnya.
"Bodoh!" umpat Jennie kesal hendak melayangkan tinju pada Taehyung.
"Jadi, bisa jelaskan kenapa kalian gak sopan?" tanya Lisa serius.
"Uhm... Mungkin karena takdir" jawab Namjoon asal bunyi.
"Gile lo, kamplang kampret! Dikira kurang ajar itu takdir apa?!" seru Rose marah.
"Roseanne!" tegur Jisoo menepuk pundak Rose.
Rose menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya kasar. Gadis itu menatap tujuh laki-laki otak 'gelo' dihadapannya.
"Kita mulai-"
"Bentar" sela Jimin mengangkat tangan kanannya.
"Apa lagiiii?!" geram Jennie, ingin rasanya merobek mulut lelaki itu.
"Gue boleh tanya soal... Jung?" tanya Jimin sedikit ragu.
"Jung?" keempat gadis itu membeo, bingung.
"Soal cowok kemarin tuh, Mawar!" jelas Jimin gengsi.
__ADS_1
"Jung? Jaehyun...?" tanya Rose memastikan dengan jantung berdetak kencang.
"Nanti aja lah!" sela Jennie.
...🌻🌻🌻...
Rose melangkah memasuki rumahnya tanpa semangat sedikit pun. Gadis itu bahkan tidak menyapa orang tua dan kakaknya yang sedang duduk diruang keluarga.
"Rose pulang..." sindir Chanyeol melirik sang adik.
Menganggap angin lalu, Rose melangkah kearah anak tangga menuju kamarnya.
"Adik kamu kenapa, Yeol?" tanya sang Ayah yang sedang membaca koran.
"Palingan sedih karena nilainya rendah hari ini.." ujar sang Mama.
"Idih! Nilai Chanyeol sampai sekarang juga tetap rendah" Chanyeol mencibir.
"Karena kamunya bodoh!" sahut kedua orang tuanya bersamaan.
Chanyeol diam seketika dengan hati terasa 'MakJleb!'.
Sedangkan dikamar seorang Roseanne. Gadis itu melepaskan seragamnya dengan tatapan kosong.
Bahkan gadis itu mengambil bantal lalu dengan gabut menaruhnya diatas kepala.
"Lah? Gue ngapain bjirr!" seru gadis itu sadar akan perbuatannya.
Dengan segera gadis itu mengganti pakaiannya. Hendak keluar dari kamar, namun sebuah ingatan malah kembali...
...🍭Flash Back On🍭...
"Latar itu bukan hanya latar tempat. Melainkan ada latar waktu dan suasana" jelas Bu Suzy sambil menulis dipapan tulis.
"Kalian tau tentang latar itu, bukan?" tanya Bu Suzy lalu menatap seisi kelas.
Seisi kelas menjawab,
"Tau, Bu"
Seisi kelas menjawab. Namun seorang gadis yang duduk didekat jendela sambil menopang dagu itu hanya diam. Bahkan melamun.
"Unsur Intrinsik selanjutnya, Alur atau Plot" lanjut Bu Suzy.
"Ada yang tau jenis Alur?" tanya Bu Susy.
Lisa mengacungkan tangannya,
"Alur maju, alur mundur, dan alur campuran"
"Bagus! Ada yang bisa menjelaskan tentang alur cerita yang disebut Lisa?"
Seisi kelas terdiam sambil menyusun kata-kata untuk alur tersebut. Pandangan Bu Suzy menatap Rose yang melamun.
"Roseanne, coba jelaskan" Bu Suzy membuyarkan lamunan gadis gembul itu.
"Iya?" Rose tersentak kaget.
"Coba jelaskan tentang tiga alur cerita pendek yang sudah disebut Lisa tadi" titah Bu Suzy.
Rose terbelalak. Apa? Jelaskan? Oke, jika hanya tentang alur itu Rose sudah sangat paham. Sangat beruntung.
Rose mulai menjelaskan apa yang diperintahkan Bu Suzy. Setelah itu, gadis itu izin keluar untuk ketoilet.
"Astaga..." Rose mengusap wajahnya.
"Untung Gue tau soal alur, astaga.." lanjutnya lalu hendak memasuki toilet.
"Pasta!" seru seorang lelaki sambil menepuk bahu gadis itu hingga Rose berbalik.
"Apaan sih?!" kesal Rose.
Lelaki itu cengengesan lalu menjawab,
"Biasanya lo gak ketoilet, tumben amat"
"Ya salah gitu?"
"Neha, bukan salah, hahaha!" tawa lelaki itu pecah. Untungnya sepi disana.
"Jaehyun!" panggil seorang gadis dengan lantang.
Rose dan lelaki itu, Jaehyun, keduanya menoleh. Jihyo? Ketua kelas 9-A? Ya, itu dia.
"Jung Jaehyun! Lo boker dari jam kedua sampai jam keempat, bege!" seru Jihyo menjewer telinga Jaehyun.
"What? You really, Ji?" tanya Rose kaget.
"Beneran Rose! Suwer, demi Jaehyun yang suka bolos!" ujar Jihyo.
"Wahh! Kamfret bener lo, Jaehyun" Rose tidak menyangka.
Jaehyun cemberut dengan wajah memelas. Jihyo tersenyum pada Rose seolah pamit lalu menarik Jaehyun pergi dari sana.
"Lo... Bad Boy juga?" gumam Rose menatap kedua manusia yang menjauh darinya.
"Eh! Bangsta! Tadi kebelet!" monolog gadis itu lalu memasuki toilet.
...🍭Flash Back Off🍭...
[Rose Pov]
Dia... Dia orang pertama yang bisa buat Gue kangen sama cowok. Ada banyak memori yang terus menghampiri pikiran Gue.
__ADS_1
Gimana, gimana caranya move on? Gue denger dari Mbak Jihyo, Jaehyun masih langgeng sama Naeun.
Gue gak mau jadi seorang pelakor disini. Tapi Gue juga gak bisa move on. Gue gak mau sakitin hati Gue sendiri hanya karena manusia kayak dia.