CHANGE THE BAD BOY [•Blackbangtan•]

CHANGE THE BAD BOY [•Blackbangtan•]
[13]


__ADS_3

BaoLian menatap Xiaoye dan Xiaoyu yang sedang berjalan menuju kelas Xiaoyu. BaoLian sangat penasaran dengan anak dari Tuan Tian YiYang.


BaoLian memutuskan untuk mendekati Xiaoye.


"BaoLian kan?"


BaoLian segera menoleh kearah kanan ketika mendengar seseorang menyebut namanya. Wajah gadis itu memerah seperti tomat ketika melihat lelaki yang memanggilnya.


"Li BaoLian kan?"


"Hm..." jawab BaoLian menganggukkan kepalanya sambil tersenyum malu.


"Jauhin Xiaoye"


BaoLian terkejut dan langsung menatap lelaki itu. Tampang dingin dan serius itu menatap tajam BaoLian yang tengah membulatkan matanya.


"Ma-Maksud lo?" tanya BaoLian dengan wajah shock.


"Gue sadar... Selama ini lo baik ke semua orang karena lo mau Xiaoye gak punya teman. Iya kan?"


Lutut BaoLian seketika melemah dan tangannya gemetar. Baru kali ini ada orang yang mengatakan secara langsung kelakuan BaoLian selama ini.


"Lo... Lo manusia gak tau terima kasih!" bentak BaoLian mengepalkan tangannya.


Lelaki itu tersenyum miring lalu berjalan mendekati BaoLian. Tentu saja hal itu membuat BaoLian melangkah mundur karena ketakutan.


"Gue bilang sekali lagi... Jauhin Xiaoye. Soal waktu itu, waktu lo anterin gue ke ruang guru, itu cuma hal baik satu-satunya yang lo lakuin.." tutur lelaki itu membuat BaoLian nyeri hati.


"Lo.. Suka sama Xiaoye kan? Karena itu lo suruh gue jauhin dia kan?" tanya BaoLian dengan matanya yang mulai merah.


"Gue sekarang lagi ngejar Xiaoye untuk jadiin dia sahabat gue... Lagian kakak kembaran gue juga sahabat Xiaoye" jawab lelaki itu santai.


"Kakak kembaran lo? Gak ada yang mirip sama lo" ujar BaoLian membuat lelaki itu tertawa mengejek.


"Kalau saudara kembar beda jenis... Harus tetap sama ya?"


"Be-Beda jenis..? Maksud lo... Kakak kembar lo perempuan?" tanya BaoLian semakin lemas.


"Ya, kakak kembar gue perempuan. Namanya... Xia Moxie"


• • •


Xiaoye tertawa kecil ketika melihat Moxie dan TianYi bertengkar karena TianYi tidak mengucapkan selamat pagi pada Moxie.


Xiaoyu juga tersenyum kecil. Rasanya sangat beruntung ketika memiliki sahabat seperti mereka.


"Udah lah Ko... Tinggal bilang "Selamat pagi nona Moxie" apa susahnya?" ledek Xiaoye memisahkan kedua remaja yang sibuk bertengkar itu.


"Tau tuh! Apa susahnya sih?!" ketus Moxie menatap tajam TianYi.


"Ya kan gue udah bilang sapa kalian bertiga tadi!" omel TianYi membalas tatapan tajam Moxie dengan tatapan yang lebih tajam.


"Udah lah... Malu atuh sama yang lain" tegur Xiaoyu tertawa kecil.

__ADS_1


Moxie dan TianYi saling menatap tajam lalu buang muka membuat Xiaoye dan Xiaoyu tertawa terbahak-bahak.


Disela-sela tawa keduanya, seorang lelaki datang mendekati Xiaoye. Namun, ada seorang gadis pula yang berjalan dibelakang lelaki itu.


"Tian Xiaoye!" panggil keduanya bersamaan membuat sang pemilik nama menoleh.


Moxi, laki-laki yang memanggil Xiaoye itu berbalik karena terkejut dengan kehadiran Lin Jiu Er.


"Xiaoye, ayo kekelas" ajak Jiu Er dengan senyum manis.


"Apaan? Gue gak bawa jajan hari ini" ucap Xiaoye mendekati Jiu Er, tentu saja gadis itu melewati Moxi.


Moxie dan TianYi segera keluar dari kelas. Lalu Xiaoyu hanya bodo amat dengan keadaan lalu duduk ditempat duduknya.


Moxi memandang Xiaoye yang melewati dirinya.


"Gue bawa jajan, karena itu gue ajak lo" ujar Jiu Er dengan senyum merekah.


"Hahh! Kalo gitu gue harus habisin!" seru Xiaoye berlari kekelasnya yang langsung disusul oleh Jiu Er.


Xiaoyu yang melihat hal itu dari jauh merasa sedikit tergerak. Rasanya, ia sangat ingin membantu Moxi untuk berteman dengan kakak angkatnya. Namun, ia takut semuanya akan sia-sia...


🌻🌻🌻


Bei Bei duduk didepan Moxie setelah bel istirahat berbunyi. Gadis itu menatap Moxie yang tampak lebih dingin dari biasanya. Bahkan kini Moxie tidak mempedulikan keberadaannya.


"Moxie.." panggil Bei Bei.


"Hm?"


"Gak apa-apa"


"Lo keliatan lebih dingin dari biasanya. Jujur aja, lo kenapa?" tanya Bei Bei sekali lagi dengan penasaran.


"Gak ada" jawab Moxie menatap wajah Bei Bei dengan datar.


"Kalo gitu gue cuma mau bilang... TianYi ada didepan kelas, nungguin lo" ucap Bei Bei lalu berdiri.


"Bei Bei!" tahan Moxie menggenggam lengan Bei Bei.


"Bantuin gue ya?" pinta Moxie memohon.


Bei Bei mengerutkan keningnya heran lalu hanya mengiyakan permintaan Moxie.


• • •


Disisi lain...


Moxi menopang wajahnya dengan tangan kanannya. Ia hanya diam sambil mengaduk jusnya dengan tatapan kosong.


"Moxi!" panggil Xiaoming membuyarkan lamunan Moxi.


"Lo kenapa? Galau?" tanya ManMan sinis.

__ADS_1


"E-Enggak..." jawab Moxi tersenyum kikuk.


"Kalau enggak, kenapa lo melamun?"


"Gue cuma... Ya kalian tau lah!" jawab Moxi malas menjelaskan.


"Owh... Tian Xiaoye?" goda ManMan sambil mengunyah makanannya.


"Menurut gue, lo bukan mau temenan sama Xiaoye" ujar Xiaoming lalu menyuap sang kekasih.


Moxi mengerutkan keningnya sehingga ada kerutan halus didahinya. Ia merasa jijik dengan kelakuan 2 teman dihadapannya ini.


"Kalo bukan temenan, terus apa?"


"Menurut gue, lo bukan kejar untuk ajak dia jadi temen lo, tapi lo suka sama dia" jawab Xiaoming dibalas anggukan cepat dari ManMan.


"Suka? Sama Xiaoye?" tanya Moxi tidak percaya.


"Itu menurut gue. Gue gak bisa baca perasaan lo, kecuali tingkah lo udah kentara kayak sekarang" jawab Xiaoming santai.


"Tapi... Dia bukan cewek periang" tolak Moxi mengepalkan tangan kirinya.


"Ohow! Lo marah karena itu?" tanya ManMan ketika melihat tangan kiri Moxi.


"Huhh... Gue harus terbuka banget sama kalian ya?" ucap Moxi tersenyum miris.


"Mungkin-"


"Gue punya mantan" ujar Moxi menatap kedua budak cinta didepannya.


ManMan dan Xiaoming membulatkan mata mereka dengan sempurna. Apa Moxi pernah berpacaran waktu SMP dulu? Bisa dihitung, saat ini mereka baru kelas 1 SMA. Masih butuh 6 bulan untuk mereka bisa naik kekelas 2 SMA.


"Siapa... Mantan lo?" tanya Xiaoming hati-hati.


Bukannya menjawab, Moxi mengeluarkan ponselnya lalu membuka aplikasi galeri dan menunjukkan foto seorang gadis.



'Fyuur!!'


ManMan menyemburkan air yang ia minum pada wajah Moxi membuat Moxi kesal. Namun ManMan segera meminta maaf.


"Sorry sorry... Gue kaget" ujar ManMan memberikan tisu pada Moxi.


"Bukannya... Ini adeknya Xiaoye, si Xiaoyu?" tanya Xiaoming menatap lekat Moxi.


"Bukan. Namanya hampir mirip dengan Xiaoyu, mukanya mirip juga sama Xiaoyu, tapi kelakuannya agak mirip sama Xiaoye" jawab Moxi menyimpan ponselnya.


"Jujur aja... Lo ngejar Xiaoye karena sifat mereka sama?" tanya ManMan dengan cepat dan raut penasaran.


"Hm"


"Waaah! Hati-hati... Walau pun lo adeknya Moxie sama TianYi, gue gak yakin kalo mereka izinkan lo untuk sakiti Xiaoye" tutur Xiaoming dibalas anggukan oleh ManMan.

__ADS_1


Moxi menghela nafasnya jengah. Ia merasa seperti frustasi dengan keadaan sekarang. Rasanya... Ia sudah masuk terlalu jauh kedalam hubungan yang berbaur dengan "CINTA".


__ADS_2