
"Kenapa kau menungguku ."
"Apa maksudmu siapa yang menunggu mu aku hanya menagih hutang ku karena kau Memenjarakan ku."
"Terus apa yang kau mau." Qin Mo tidak habis pikir sama Wanita yang berada di depannya.
"Beri Aku Semua hartamu kalau tidak -." Kubah emas membungkus Tubuh Wanita tersebut apa nya yang kompensasi itu namanya pencurian .
"Hei hei lepaskan aku."
"Sebaiknya kau tidur di situ sebagai hukuman mu." Qin Mo masuk ke kamarnya dan membiarkan Qiu Ye sendirian di lorong .
"Aku pasti akan bilang hal ini kepada ayah." Gadis itu terus mengoceh yang membuat Qin Mo membuat Kubah tersebut kedap Suara.
Pagi Hari Qin Mo melihat wanita itu tertidur di lorong walaupun sifatnya yang begitu namun dia tetap seorang wanita .
Qin Mo melepas Kubah pelindungnya dan Menaruh Qiu Ye di kasurnya lalu pergi.
"Eh siapa yang memindahkan ku." Qiu Ye terbangun dari tidurnya namun dia masih bisa memikirkan balas dendam kepada Qin Mo.
Di Istana Kaisar Benua Tengah.
"Ayah Aku dipenjara oleh seseorang." Gadis itu merengek siapa lagi kalau bukan Qiu Ye.
"Siapa yang memenjarakan mu."
"Namanya Qin Mo ayah dia tinggal di Penginapan Tempat kedua temanku berada." Kaisar Qiu membawa Satu Jendral perang miliknya dan Pasukan elitnya .
Di penginapan Qin Mo melihat banyak sekali prajurit berkumpul di situ Qin Mo langsung menanyakan tentang apa yang terjadi Di sana.
Dia Cukup terkejut karena Putri Qiu Ye mengadu kepada ayahnya.
"Permisi kalian sedang apa ." Qin Mo bertanya kepada Kaisar Qin Yang saat itu berada di dalam penginapan .
"Ayah dia yang memenjarakan ku , week." Dia mengejek Qin Mo , Qin Mo selalu saja di ganggu oleh Gadis tersebut.
"Apa benar kau yang memenjarakan Anak Ku."
"Benar karena dia banyak membuat masalah untuk ku."
"Tangkap Dia." Para prajurit yang berada di sana segera mengepung Qin Mo.
Walaupun Hanya berada Di Tahap Soul Gethering prajurit tersebut sudah sangat Kuat bila datang kebenua Zhen Atau Qin.
__ADS_1
"5 Jari Kematian : Jari ke Lima Siksaan Tanpa Batas." Seluruh Prajurit yang berada di situ Merasa badannya sangat Sakit mereka berteriak dengan keras.
Jendral dan Kaisar Qiu kaget karena Prajuritnya seperti di siksa Di Neraka namun mereka semua tidak Mati .
"Apa yang kau lakukan." Jendral Liu Bai menodongkan pedangnya ke Arah Qin Mo.
"Aku tidak membunuh mereka tapi menyiksanya sampai mereka memilih mati." Qin Mo menjawab dengan nada lirih .
"Pedang Kematian ." Permainan Pedang dari Qin Mo dapat membuat Jendral Liu Bai yang berada di Ranah Nihility kewalahan bahkan bisa di bilang Qin Mo sedang bermain main .
"Pedang Peng-."
"Hentikan Jendral kau akan mengakibatkan kerusakan yang sangat parah ." Kaisar menghentikan Serangan Jendral Liu Bai yang akan mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa.
"Sebelum Kita berbicara kau bisa melepaskan Siksaan mu kepada prajurit ku." Tidak dikit Para Prajurit yang dibawa Kaisar Qiu Pingsan akibat Siksaan Qin Mo .
"Kenapa kau memenjarakan Putriku."
"Putri mu terlalu arogan aku hanya Memenjarakannya di kubah pelindung jadi tidak ada yang akan melukainya." Mendengar penjelasan Qin Mo kaisar Merasa sedikit tenang.
"Apa yang kau mau sebagai Kompensasi."
"Sebaiknya kita bicarakan berdua."
"Baiklah apa yang kau mau."
"Izinkan aku menggunakan portal Dimensi." Kaisar Qin Kaget pasalnya dia mengira Bahwa Qin Mo akan meminta Harta Ataupun Yang lain tapi Ini diluar dugaannya.
"Dari mana kau tahu hal itu."
Kaisar Qiu mengeluarkan Aura Membunuhnya dan Aura perangnya di hadapan Qin Mo.
"Kedua kaisar telah mengizinkan ku." Aura yang berada di Kaisar Qiu mulai tenang.
"Dan satu lagi mengapa Ketiga kekaisaran tidak saling berperang untuk merebut kekuasaan."
"Itu sebenarnya adalah Rahasia Para Kaisar saja tapi kau sudah mendapat izin Dari Kedua kaisar." Qin Mo dapat melihat bahwa Kaisar Qiu tidak sekeras kepala yang dia dengar dari kaisar Qin.
"Begini Dulu memang Kami saling berperang dan yang menguasai seluruh Benua adalah Benua Tengah namun suatu Hari Sang Immortal datang ke Benua Tengah dan menyuruh Kaisar pertama untuk membagi Wilayahnya kepada Kedua Benua yang telah dia rebut namun Kaisar pertama benua tengah menikah dan terjadi pertempuran Di Benua Tengah dengan kekuatan Kaisar pertama yang berada di Ranah Half Way Immortal puncak tidak mungkin baginya mengalahkan Seorang Immortal yang kekuatannya sangat jauh dari pada dia, Dan perlu kau ketahui satu hal bahwa sekarang dia adalah penjaga Portal dimensi yang ingin kau Ingin masuki."
"Kapan Kita berangkat."
"Siapa Bilang kita akan langsung berangkat aku memberimu tiga syarat untuk memasuki Portal Dimensi."
__ADS_1
"Apa Itu."
"Pertama Kau harus menikahi Putriku." Terpapar Jelas Wajah Terkejut Qin Mo bagaimana tidak Dia harus menikahi perempuan paling Arogan dan cerewet dari pada ibunya.
"Tidak aku menolak."
"Kau tidak bisa menolak permintaan yang pertama , Syarat ke dua kau harus membawa Putri Ku Ke gerbang Di menaikan."
"Apa apaan syarat itu Kau mau aku menghancurkan satu Benua mu?."
"Tenang lah walaupun sifat Qiu Ye arogan tetapi aku yakin dia akan berubah bersama mu."
Suara Pintu yang sedang di dobrak terdengar.
"Apa ayah akan menikahkan Aku dengan nya orang udik ini aku tidak terima." Dengan Wajah arogan dan sombong nya tersebut.
"Siapa yang Sudi menikah dengan mu bahkan Calon istri ku lebih baik." Kaisar yang mendengar bahwa Qin Mo telah mempunyai calon istri nampak Lesu
"Kau sudah mempunyai calon istri siapa dia."
"Dia Putri dari Kaisar Xiu." Wajah Kaisar Qiu nampak makin Lesu.
" Tetapi kau bisa Menjadikannya istri kedua mu kan." Sekali lagi Qin Mo menolak dengan tegas dia tidak menyangka Bahwa Kaisar Qiu sangat keras kepala.
"Ayah Aku tidak akan menikahi dia."
"Ye'er kau sudah tau menikahi dia adalah hal yang baik buat mu."
"Tetap saja aku tidak mau." Qin Mo yang melihat perselisihan antara Ayah dan Anak hanya diam.
"Dia tidak mau jadi persyaratan pertama dan kedua di batalkan dan apa persyaratan ke 3." Qin Mo Menengah i Perselisihan antara Anak dan Ayah tersebut.
"Baiklah Ye'er kuharap kau tidak menyesal." Qin Mo Bisa menyelesaikan Persyaratan ke 3 karena dia disuruh Mengambil Buah Hujan Es di Benua Utara.
"Baiklah Kaisar aku Izin pergi ke Benua Utara." Qin Mo segera melesat pergi meninggalkan Ayah dan anak tersebut.
"Kau Akan menyesal Ye'er."
"Aku tidak Sudi menikah dengan dia."
"Ye'er lihatlah dia masih Muda tapi sudah mampu mengalahkan kekuatan ayah."
"Tetap saja aku tidak suka." Qin Mo tidak tau bahwa perselisihan Antara Anak dan Ayah yang sama sama keras kepala berlangsung
__ADS_1