
"Nah Kalian Aman aku akan pergi."
"Senior mohon tunggu sebentar."
Qin Mo langsung pergi karena Dia tidak ingin Mereka tau tentang Dirinya karena itu sangat merepotkan.
Saat Qin Mo pergi Kaisar dan Para Patriak dan tetua datang Ke tempat Leluhur Naga.
"Kalian mengapa kalian disini." Mereka menjelaskan Kepada Kaisar bahwa mereka hanya ingin beristirahat walaupun Mereka telah diingatkan Namun mereka berpikir itu adalah sebuah legenda.
"Siapa yang membantu kalian Hingga leluhur Naga tidak menghabisi kalian?." Mereka tidak mengenal mukanya ataupun Namanya namun Yang menolong mereka masih Muda.
"Baiklah Karna Situasi Bawa Semua orang kembali Ke Aula." Perintah Kaisar dia takut Hal yang sama akan terjadi Array teleportasi yang berada di Rune batu tersebut Aktif dan membawa mereka ke Aula.
Qin Mo yang ingin beristirahat langsung berteleportasi Ke Aula Utama dia hanya melihat dari 100 orang kini hanya tersisa 32.
"Baiklah Silahkan Kalian Istirahat Kita akan memulai Babak ke 2 besok."
Qin Mo memutuskan kembali ke penginapan dari pada Istirahat di Aula.
Di penginapan Qin Mo ingin melatih Jiwanya Ke tingkat lebih tinggi karena Babak ke 2 adalah Tangga Jiwa.
"Aku pasti akan menemukan nya kau tenang saja." Yang dimaksud Oleh Qin Mo adalah Teman yang mengkhianati Pemilik tubuh lamanya .
"Sistem Beri Aku Pil Yang bisa meningkatkan Jiwa Ku."
[Di Sarankan Untuk Tuan Membeli Mawar 12 Kelopak Yang Bisa meningkatkan Jiwa Tuan Ke Jiwa Jendral Perang]
"Baiklah Beli." Walaupun Harganya Mahal 10.000 poin hanya untuk Mawar Biru 12 Kelopak namun karena dia butuh untuk babak ke w dia membelinya.
[Pembelian Berhasil]
Qin Mo langsung menyerap Mawar Biru 12 Kelopak untuk meningkatkan Jiwanya.
Dia merasa Kekuatan Jiwannya Bertambah setiap detiknya hingga mencapai Jendral perang dalam semalam.
"Baiklah saatnya berangkat." Qin Mo telah mempersiapkan dirinya untuk hari ini Babak ke 2 adalah tangga jiwa yang setiap anak satu anak tangganya dapat Menekan Kekuatan Jiwa ,
hanya ada 100 anak tangga di babak ke 2 dan itu adalah hal yang mudah bagi Qin Mo karena Telah Mencapai Jiwa Jendral Perang.
"Baiklah Babak ke 2 kita Mulai." Qin Mo masih menunggu Dan melihat mereka yang bersusah payah untuk sampai pada Tangga ke 100.
Qin Mo menunggu beberapa saat sampai ada dua orang yang hampir sampai ke anak tangga 100 Qin Mo langsung menaiki Anak Tangga dia hanya Seperti Berjalan di taman bunga menghadapi tekanan seperti ini.
Qin Mo Bisa melihat kedua orang itu berhasil menaiki anak Tangga Ke 100 .
__ADS_1
Qin Mo yang berada di posisi ke 4 sampai di anak tangga 100 agar tidak menjadi perhatian.
" Yang berhasil Lolos hanya 6 orang saja."
"Ini masih lebih banyak dari pada 10 tahun yang lalu."
Qin Mo menggeleng kan pelan kepalanya dia bertanya mengapa mereka tidak melatih jiwa mereka?.
"Baiklah Babak ke 3 akan segera di mulai."
Qin Mo dan yang lainnya telah sampai di ruang tunggu para peserta hanya ada 6 orang saja yang lolos dari tangga jiwa mereka adalah Hue Qin wanita yang diselamatkannya , Xin Feng , Shu Mu , She Ming, Dan Tang Wei .
Qin Mo sedikit heran mengapa Su Nan tidak ada disini Padahal Acara ini adalah Acara paling di tunggu.
" Pertandingan Pertama Xing Feng vs Shu Mu."
Kedua peserta tersebut langsung menaki arena yang telah di pasang sebuah Pelindung dari para tetua.
"Mohon bimbingannya."
"Kau Tidak akan ada kesempatan lain kali jadi aku akan membimbing Mu." Dengan Kesombongan Shu Mu yang merendahkan Lawannya karena Kultivasinya telah berada di tahap Langi Menengah .
"Tebasan Penghancur Malam."
"Tongkat pemecah gunung."
Namun selang bertukar beberapa jurus Nampak Xiu Feng telah kewalahan menahan semua serangan pedang yang mengenainya.
"Tongkat Naga Putih ."
Xiu Feng mengeluarkan senjata Spiritual tingkat Awal yang berupa tongkat putih dengan corak naga .
"Seribu Tebasan Malam."
"Pemecah Gunung."
Kedua teknik saling beradu yang menyebabkan Shu Mu yang tadinya mendominasi mulai terpojok.
"Sial , Tebasan Pembelah gunung."
"Pemecah Gunung."
Lagi lagi Shu Mu belum bisa memojokan Xiu Feng dengan Segera dia mengeluarkan sebuah teknik terlarang .
"Iblis Malam Keluarlah."
__ADS_1
Kulit Shu Mu menjadi Hitam bahkan Bola Matanya Hitam hanya meninggalkan sebuah titik merah di mata dan dahinya.
"Kaisar bagaimana apa kita hentikan , Dia telah membuat Kontrak dengan Iblis."
"Tunggu."
Kaisar yakin bahwa Tekad dari Xiu Feng dapat Mengalahkan Iblis yang menempati Tubuh Shu Mu
"Tebasan Penghancur Malam."
Terlihat tebasan yang kuat bahkan kekuatannya melebihi Tebasan pertama , Qin Mo hanya menaikan alisnya saat melihat hal tersebut .
"Pemecah Gunung."
"Tebasan pembelah Gunung."
"Teknik Tongkat Kuil Suci : Teknik pertama - Pembunuhan Iblis."
Terlihat jelas bahwa Xiu Feng mulai mendominasi kembali , Kekuatan yang di keluarkan Oleh Xiu Feng bahkan membuat Dinding pelindung retak.
"Malam Penghancur Tebasan pertama Api Hitam." Api Hitam keluar dari tebasan Shu Mu walaupun hanya Serpihan Kecil kekuatan dari Api Hitam itu sudah sangat Kuat di dunia ini.
"Teknik Tongkat Kuil Suci : Teknik ke lima - Pemurnian Iblis." Xiu Feng memukul kepala Shu Mu pelan hingga sebuah Array muncul di bawah kakinya dan langsung memurnikan Iblis yang berada di dalam Tubuh Shu Mu jika telat sedikit saja mungkin Nyawa Xiu Feng yang melayang.
"Pertandingan pertama di menangkan oleh Xiu Feng."
"Kita lanjut pertandingan kedua She Ming vs Tang Wei."
She Ming terkenal dengan sikapnya yang dingin dan juga teknik Es nya yang hebat .
Tang Wei juga di kenal sebagai Burung Vermillion Oleh sektenya karena dia Dapat mengendalikan Api Dengan Baik bahkan dia memiliki Api Bumi .
Kedua aura dingin dan panas beradu seperti Yin dan Yang yang tidak bisa bersatu .
"Hujan Es."
"Api Bumi pembakar Langit keluar ." Api pembakar langit Telah berada di tangan Tang Wei .
"Hujan Api Vermillion ." Kedua Serangan tersebut beradu Seluruh arena di penuhi dengan Asap hingga tidak ada yang bisa melihat apa yang ada di dalam .
"Tombak Es."
"Sayap Pertama Jarum Api."
Sebuah tombak es yang besar Berada di Atas She Ming dan Jarum Api Vermillion yang kecil namun kuat Berada di atasnya mereka bersiap mengakhiri pertempuran.
__ADS_1
BOOM
ledakan antara kekuatan yang membuat dinding Pelindung Retak Nampak jelas seorang wanita berdiri Di arena pertarungan.