
Cahaya Yang menyelimuti tubuh Qin Mo telah pudar dia membuka Matanya perlahan dan Dia sudah berada di tempat selanjutnya.
"Baiklah Sistem Cari kota terdekat." Karena Waktu yang sudah malam Qin Mo memutuskan Untuk menginap dan mencari informasi tentang Dunia Ini.
Di Penginapan Qin Mo mencari informasi walaupun terkadang ada informasi yang tidak berguna baginya .
Menurut Informasi yang di dapat Qin Mo berada di Desert Place walaupun kedengarannya kerjaan ini tandus namun Desert Place memiliki banyak Hutan rindang .
"Sistem sekarang kita berada di Dunia ke berapa dari seribu dunia."
[Sekarang kita berada di Dunia Ke 765 ]
[Dunia Kultivator berada di Dunia Ke 834]
[Bumi Berada di Dunia Ke 890]
Qin Mo sama sekali tidak terkejut dengan Bumi tapi apa apaan dengan tanah Kultivator yang banyak bermunculan di Tahap Mortal.
Di Desert Place atau yg di kenal dengan Dunia Padang Pasir tingkat Kultivasinya rata rata adalah seorang manusia biasa berada di ranah Void Gethering dan banyak Juga yang telah sampai pada Ranah Immortal.
Besok Paginya Qin Mo pergi dengan Gerbong kereta yang dia sewa dengan Batu roh tujuan Qin Mo saat ini adalah Pusat Ibu Kota Kerjaaan Ken Di Dunia Desert Place.
Saat Perjalanan Qin Mo sering di Hadang Oleh para Monster spiritual satu tingkat di atas Monster Biasa namun pengawal yang mengawalnya telah berada di Ranah Earth Immortal Awal.
"Pak Apakah Ibu Kota negara Ken masih jauh?."
"Tidak Tuan Sebentar lagi kita akan sampai ."
Benar saja yang di katakan pria tersebut dirinya sudah berada di Ibu Kota Kerjaan Ken salah satu Kerajaan Di Desert Place .
Qin Mo dapat melihat Bahwa Ibu Kota kerajaan Ken sangat luas bahkan lebih Luas daripada Ibu Kota Benua Tengah.
"Ini sangat besar bahkan lebih besar dari Benua Tengah." Qin Mo mencari penginapan di tengah tengah Ibu Kota Dan memilih lantai paling atas .
Tentu saja Qin Mo sebagai Makhluk Fana juga membutuhkan Yang namanya santai
Dan tidak terus terusan berlatih agar pikir nya sesekali tenang.
T/L : Nanti Gw Jelasin Tentang kenapa disini Qin Mo di ibaratkan sebagai Mahluk Fana padahal dia Sudah berada di Ranah To God.
Besok nya Qin Mo ingin mengelilingi Ibu Kota Kerajaan Ken yang begitu Luas dia tidak tau Dia akan melakukan apa setelah ini.
Di Sebuah puncak Gunung Qin Mo melihat lihat Toko Sistem dia seperti ingin membeli sesuatu namun niatnya di unrungkan.
"Sistem Aku ingin Membuka Big Abbysal Box."
[Membuka Big Abbysal Box]
[Mendapat 10.000.000 poin]
__ADS_1
[Mendapat Tubuh Spesial Putra Mahkota Yin Yang.]
[Memasang Tubuh Putra Mahkota Yin Yang]
Di Puncak Gunung Qin Mo mulai Panik dia ingin mencari Sebuah Gua namun semua sudah terlambat saat Rasa Sakit yang teramat Menyiksanya.
[12%]
[87%]
[99%]
[101%]
Qin Mo tidak percaya bahwa Proses yang sangat menyakitkan Melebihi 100% dia membayangkan bagaimana Jadinya Bila Dia harus bertahan selama 1000%.
[ 985% ]
[ 999% ]
[ 1000% ]
[Pemasangan Tubuh Putra Mahkota Yin Yang Berhasil ]
[ Tubuh Putra Mahkota Yin Yang Dapat menggunakan Semua Elemen]
Qin Mo yang tidak tahan dengan Rasa sakitnya Terhuyung Pingsan , Namun sebelum Pingsan dia Masih bisa tertawa Puas.
"Ugh... Lagi lagi ada dimana aku." Qin Mo berjalan Keluar dari gubuk Tua tersebut dia hanya melihat seorang Pria Sepuh di Luar Rumah tersebut.
"Kau Sudah sadar Nak."
"Terimakasih Senior." Qin Mo beranjak Duduk Dekat Dengan Pria Sepuh tersebut.
"Ku pikir kau akan Tidak Sadarkan Diri selama 1 Tahun."
"Memang berapa Lama Aku tidak sadarkan diri Kek." Pria Sepuh tersebut menjelaskan Bahwa Qin Mo tidak sadarkan diri selama lebih dari 1 Minggu .
Baru Mulai menjelajah Dunia Ini sudah terkena Musibah itu yang di pikirkan Qin Ni namun di Balik Musibah masih ada sercerah harapan.
Tringgg
Qin Mo kaget melihat Pria Sepuh yang berada di depannya menyerangnya dengan pedang.
Qin Mo yang tidak merasakan adanya hawa membunuh dia hanya mencoba menghindar namun setia kali dia menghindar dia selalu terkena serangan Pria Sepuh Tersebut.
'Apa Apaan Kakek Tua Ini Bisa menyerang Ku yang berada di Ranah To God.' pikir Qin Mo dia bisa melihat bahwa Pria Sepuh yang berada di depannya hanya Berada di Ranah Void Immortal namun dia bisa mendaratkan Serangan Di Tubuh Qin Mo.
Bugg
__ADS_1
Tubuh Qin Mo terkena Gagang pedang dari Pria Sepuh tersebut dan mundur beberapa langkah , Walaupun Tubuhnya belum kembali ke kondisi prima seharusnya mengalahkan Void Immortal bukan lah Hal yang sulit.
Tapi Beda Halnya dengan Orang yang berada di depan Qin Mo dia bisa Mendaratkan Banyak Serangan Di Tubuh Qin Mo.
Qin Mo yang sudah terbiasa dengan Serangan yang dilancarkan Pria Sepuh tersebut dapat menghindar namun naas gerakan Pria tersebut berubah dan berhasil mengenai Qin Mo.
"Terlalu lemah." Ucap Pria tersebut , Namun Qin Mo tau bahwa Pria Sepuh tersebut hanya mengetes Qin Mo saja.
"Pedang Tanpa Wujud : Gerakan Pertama - Penghenti Waktu." Sebuah aura tebasan pedang mengarah ke pria tersebut walaupun hanya menggunakan 10 % Qi yang dimiliki Qin Mo namun serangan itu sangat Kuat.
Pria Sepuh tersebut terbelak tidak percaya memang Qin Mo menyembunyikan Kultivasinya sampai tahap Earth Immortal saat datang kemari.
Namun Serangan Qin Mo tidak menunjukan Hasil Pria tersebut tidak bergerak sama sekali dari tempat nya berdiri.
Pria Sepuh tersebut sangat yakin Bahwa serangan Qin Mo meleset dan tidak mengenainya.
"Kena Kau." Energi Pedang tiba tiba mengenai Pria tersebut dan Membuatnya Terlempar kebelakang.
Walaupun Qin Mo telah Menarik 9% kekuatan yang berada di Pedang Tanpa Wujudnya namun Pria Sepuh tersebut Terpental kebelakang dengan sangat Jauh.
"Cough." Pria tersebut mengeluarkan Darah dari Mulut nya .
Qin Mo mendatangi Pria tersebut dan Memberikan Pil penyembuhan Tingkat Langit seharusnya itu bisa Menyembuhkan Kondisi Pria Tersebut dalam Hitungan detik.
"Terima kasih ."
"Itu aku juga salah menggunakan Kekuatanku terlalu berlebihan." Qin Mo membantu Pria Sepuh tersebut dari tempatnya.
Qin Mo mengerti kenapa dia terkena Serangan pedang Pria Sepuh tersebut tadi itu di jelaskan Pria Sepuh tersebut bukan karena kekuatan Qin Mo bisa terkena serangan Pria Sepuh tersebut melainkan Pengalaman .
Qin Mo mengangguk setuju selama ini dia hanya melawan Musuhnya yang lemah Karena dia terlalu mengandalkan Teknik yang mematikan namun dia tidak berpengalaman dalam Pertarungan Biasa.
Teknik memang di butuhkan tapi tidak lupa Juga pengalaman yang memadai untuk bertarung melawan Musuh yang lebih Kuat .
"Ahhh sepertinya aku Harus berlatih kembali." Qin Mo memikirkan Dirinya akan berlatih kembali namun dia tidak tau berlatih dengan siapa sampai sistem mengeluarkan Notifikasi.
[Disarankan Untuk Tuan Berlatih Di Ruangan Dimensi Milik Sistem]
[Waktu Dan Musuh Di Ruangan Tergantung Poin Yang Di Konsumsi]
Qin Mo mengistirahatkan Tubuhnya terlebih dahulu sampai prima Setelah itu mencoba Ruang Dimensi Milik Sistem.
____+___+______+_______+____+______+__+
Mohon Maaf sekali lagi Bila typoo atau Alur cerita yang tidak nyambung.
Gw Juga Penulis baru jadi wajar saja bilah ada yang salah mohon di berikan Saran Dan Kritik Agar Novel Cheat Code System bisa berkembang .
Thanks🤸
__ADS_1