
Qin Mo akhirnya paham bahwa Kekuatan Benua Tengah Bukan isapan jempol semata buktinya 2000 orang telah Berada di tahap Soul.
Qin Mo melesat baju ke arah rombongan Kultivator aliran hitam tersebut dengan Cepat dia telah sampai di depan mereka bahkan hanya membutuhkan hitungan detik saja.
Tentu Hal itu membuat seluruh Kultivator Aliran Hitam yang berada di situ terkejut terutama ketua mereka.
"Senior apa yang membawa mu kemari?." Qin Mo menatap tajam Ketua kelompok tersebut sambil mengeluarkan Aura membunuh yang pekat.
"Kalian Mau pergi Kemana." Qin Mo mengeluarkan seribu pedang Kematian yang mengelilinginya .
Tentu saja Akibat ulah Qin Mo tersebut yang mengeluarkan Teknik Pedang Kematian dari Teknik 5 jari dewa Ashura langsung membuat lawan Ketakutan.
Bagaimana tidak setiap pedang Kematian mengeluarkan Aura Kematian dan Aura Gelap yang sangat pekat.
"Senior kami hanya Ingin pergi." Qin Mo menguatkan Aurannya hingga titik maksimal yang membuat semua orang yang berada di Ranah Soul berlutut .
"Kenapa Kalian menculik Anak Anak dan para wanita." Ketua Yang memimpin kelompok itu tidak tau masalahnya namun dia segera menanyakan hal ini kepada anak buahnya.
Benar saja beberapa orang dari mereka pernah menculik Anak Anak dan para wanita untuk di jadikan pemuas nafsu ataupun di jual sebagai budak.
"Maafkan aku tuan aku benar benar tidak mengetahui hal itu." Ketua kelompok tersebut bersujud di hadapan Qin Mo dia Mencoba untuk meminta maaf pada Qin Mo.
Ketua Kelompok tersebut mengutuk anak buahnya yang bodoh karena telah menggagalkan Rencana mereka untuk menaklukan Salah satu sekte Menengah di benua Tengah.
"Kalau begitu mati." Qin Mo melepaskan Seluruh pedang kematiannya ke para Kultivator Aliran Hitam tersebut.
Pemimpin mereka yang melihat hal itu langsung menyerang Qin Mo dengan kekuatan penuhnya.
Namun Qin Mo terlihat seperti tidak kewalahan Sama sekali dia bahkan terus menerjang Para Kultivator Aliran Hitam dengan Pedang Kematian.
"Fire Spear." Sebuah tombak Api yang bercorak Ibli muncul di tangan Pria Yang memimpin Kultivator aliran Hitam sementara Qin Mo masih menggunakan pedang Kematian.
Walaupun pedang Kematian miknya masih di bawah senjata Tombak Api milik Pria tersebut namun Pedang Kematian tidak kalah Kuat.
"Seribu Tebasan Racun." Pedang Pemimpin Tersebut Mengeluarkan api merah dan langsung mengarahkan tebasan ke arah Qin Mo.
__ADS_1
Qin Mo yang dapat melihat Bahwa tebasan yang di lancarkan pemimpin kelompok tersebut tidak lah satu melainkan Ada banyak tebasan.
Namun semua Teknik yang di keluarkan Pemimpin tersebut tidak ada yang mengenai Qin Mo.
"Tangan Raksa : Tapak Raksa." Qin Mo menghilang dari pandangan semua orang dan muncul di depan Pemimpin kelompok tersebut .
Qin Mo melancarkan Tapaknya dan betapa kagetnya dia saat Serangannya mengenai pria tersebut tidak ada dari diri musuhnya yang tersisa baik itu setetes darah sekalipun.
Dan Serangan Qin Mo juga mengakibatkan Ratusan orang yang berada di belakang pemimpin mereka menghilang seperti di telan Bumi.
"Sangat Hebat , Saatnya menghadapi kalian." Qin Mo mengendalikan Pedang Kematian dan membunuh setiap orang yang berada di situ.
Qin Mo yang telah selesai membunuh menumpuk semua mayat Kelompok mereka dan membakarnya tanpa Tersisa.
Penduduk Desa yang melihat hal itu langsung keluar dari dalam Rumah dan mendekati Qin Mo dengan wajah yang ceria.
"Terima kasih tuan telah membunuh para Kultivator aliran hitam tersebut." Para penduduk merasa lega karena para Kultivator aliran hitam tersebut telah tiada berkat bantuan Qin Mo.
Qin Mo seperti Dewa yang menyelamatkan mereka dari kesengsaraan .
"Aku harus pergi karena waktu Ku tidak banyak." Qin Mo berpamitan kepada penduduk desa walaupun penduduk desa tersebut menyuruh Qin Mo untuk tinggal lebih lama lagi namun dia tidak bisa karena dia tidak ingin memperlambat waktu ke dunia atas.
Malam Hari Qin Mo yang beristirahat Mendapatkan Adanya Kultivator Kegelapan , Aura yang di keluarkan nya adalah aura Kematian seperti iblis.
"Bagaimana apakah Mei An telah berhasil menyusup ke kerajaan?."
"Dia sudah berhasil menyusup kita akan menjalankan rencana sebentar lagi."
Qin Mo dapat melihat bahwa mereka bertiga ada di ranah Void Gethering walaupun begitu Tapi masih bisa di bilang terlalu mudah bagi Qin Mo untuk mengalahkan mereka bertiga kalau mau.
Mereka bertiga pergi dan Qin Mo melanjutkan Istirahat nya kembali dia masih memikirkan bagaimana mendapat persetujuan Kaisar Benua Tengah.
Pagi telah datang Qin Mo yang terbangun langsung bersiap Menuju Kerajaan untuk berbicara kepada kaisar Benua Tengah .
BUUK
__ADS_1
saat Qin Mo keluar dari dalam ruangannya dia tidak sengaja menabrak wanita yang bernama Qiu Ye .
"Maksudmu apa menabrak Putri ini." Qin Mo yang merasa wanita tersebut sangat arogan dan sombong tak melanjutkan perdebatan karena dia tau wanita seperti itu sangat sudah untuk berurusan dengannya.
"Maaf Nona." Walaupun Qin Mo telah meminta maaf Tapi Wanita tersebut malah memarahinya.
"Aku benar benar tidak sengaja nona."
"Kau pasti sengaja karena melihat Wanita cantik di depanmu jadi kau mencari kesempatan."
Qin Mo kehabisan kata kata di buat wanita tersebut hingga dua orang laki laki mendatanginya.
"Nona ada apa ."
"Dia sengaja menabrak ku."
"Apa apaan kau aku sudah bilang bahwa aku tidak sengaja ." Qin Mo sangat heran kenapa saat berurusan dengan perempuan seperti ini dia tidak bisa berbuat apa apa.
"Kau berbohong karena aku cantik jadi kau ingin mencari kesempatan."
Belum sempat Qin Mo membela diri dia sudah di todong dengan pedang oleh salah satu laki laki yang berada di dekat Qiu Ye.
"Kau akan berpartisipasi dalam Kompetesi 4 Mata angin kan."
"Jangan bercanda kompetisi macam apa itu." Qin Mo bahkan tidak tau Kompetisi 4 Mata Angin bagaimana dirinya ikut berpartisipasi dalam hal tersebut.
"Kau benar benar orang udik ." Cibir Wanita yang bernama Qiu Ye dia hanya bisa menahan Rasa Kesalnya di dalam hati.
"Kompetisi 4 Mata Angin akan menentukan 4 orang yang akan menempati posisi Sebagai 4 Ksatria Mata Angin ." Jelas Laki laki yang bernama Liu Feng , Dapat dilihat bahwa Liu Feng lebih muda di ajak Berbicara dari pada dua orang lainnya.
"Aku hanya ingin bertemu kaisar Tidak ada urusannya mengikuti kompetisi."
"Kenapa kau mencari Ayah Ku?." Qin Mo terkejut Mendengar Hal itu bagaimana tidak rupanya sifat ayah nya yang keras kepala Menurun ke anaknya.
"Dasar Anak sama Ayah tidak ada yang beda kedua nya sama saja." Gumam Qin Mo yang dapat didengar oleh Mereka bertiga.
__ADS_1
"Maksudmu apa menjelekan Ayah Ku."
"Mengapa kau Penginapan ini kalau kau bisa tinggal di istana." Qin Mo bertanya kembali yang membuat Putri tersebut bingung .