
Katya membuka mata nya mendengar getaran handphone, dia terbangun lalu mencoba mencari handphone nya namun bukan handphone nya yg bergetar, dia melihat josh yang terlihat gemetar meringis, Katya langsung mengecheck dahi josh, josh demam, katya meraba jas nya josh dan menemukan handphone nya.
"halo.. jang biseo.. "
"ahh katya-ssi... "
"anda tahu ini saya.. "
"tentu saja.. daepyo tidak pernah menghabiskan malam bersama wanita selama ini.. "
"jang biseo.. seperti nya daepyo nim sakit dia demam tinggi.. "
"aahh.. saya tahu ini akan terjadi.. dia terlalu Memforsir diri nya dan sangat kurang tidur.. kemarin dia hanya tidur 1 jam.. ehmm katya-ssi bisa kah saya meminta tolong.. "
"minta tolong..?? "
"bisa kah kamu merawat daepyonim.. saya harus menghadiri rapat mewakili daepyonim jadi tidak bisa menjaga nya.. libur kamu akan saya urus ke rumah sakit.. hanya berada di samping nya sangat membantu.. lagipula kamu juga dokter kan.. " pinta jang biseo.
"baiklah jang biseo.. "
"apa kamu membutuhkan sesuatu.. biar supir yang membawakan.. "
"ahh tidak.. saya mempunyai semua obat untuk demam.. "
"baiklah.. Terima kasih katya-ssi.. "
Katya menghela nafas nya.
"saya harus membasuh wajah ku dulu.. " katya masuk kamar mandi untuk membasuh wajah nya dan melakukan rutinitas pagi nya lalu keluar dan melihat kondisi josh, dia masih tertidur, tubuh nya masih demam, dan keluar banyak keringat hingga membasahi kemeja nya.
Katya membuka kan kemeja nya, dan dia menelan ludah melihat bagaimana menggiurkan nya tubuh josh, dia menggeleng kan kepala nya mencoba menyadarkan diri nya.
selain membuka kan kemeja, katya juga membuka celana josh hingga menyisakan underwear josh, dengan susah payah dan menutup mata nya, lalu katya langsung menyelimuti josh, menaruh plester demam di kening josh dan membuat bubur.
Sejam kemudian josh terbangun, dia melihat katya yang sedang fokus di depan laptop nya, katya memang masih mengurus tesis nya untuk naik tingkat menjadi spesialis.
__ADS_1
Josh melihat tubuh nya yang hanya mengenakan underwear. katya menyadari Josh sudah bangun.
"daepyonim.. maaf anda demam jadi saya harus membuka baju anda.. " ucap katya, Josh tersenyum.
"aku sudah menyiapkan baju untuk anda.. " katya memberikan hodie ukuran paling besar dan celana olah raga.
Josh bangun, katya menunduk malu, sedangkan Josh malah menggoda nya dengan jalan melewati katya, tak lama Josh keluar kamar mandi, wajah nya cukup kesal sedangkan katya menahan tawa nya.
Josh terlihat cukup lucu mengenakan pakaian katya.
"hanya kamu yang boleh melihat ini.. " ucap Josh, katya mengangguk meng iyakan Josh sembari menahan tawa nya.
Setelah itu josh makan bubur buatan katya.
"daepyonim.. anda sudah sibuk.. kenapa anda mengambil alih rumah sakit juga.. " ucap katya.
"kenapa..?? kamu mengkhawatirkan ku..?? " tanya Josh.
"ahh bukan itu.. "
"seharus nya anda tidak perlu melakukan itu.. lagipula aku sudah memutuskan untuk melepaskan anak ini.. " ucap katya, Josh menaruh sendok nya lalu melihat ke katya.
"boleh aku tahu alasan kamu sebenarnya kenapa kamu mau melepaskan anak kita.. " tanya Josh, katya memutar mata nya.
"bukan kah saya sudah bilang.. saya harus kerja keras untuk pekerjaan saya.. saya tidak akan bisa mengejar karir saya bila ada anak ini.. " sahut katya
"wahh kamu menyakiti nya..(bayi mereka) " ucap Josh, katya pun menahan tangis nya mengatakan hal itu.
"baiklah.. kalau begitu akan menutup rumah sakit.. " tandas Josh, katya melotot.
"alasan aku mempertahankan rumah sakit penuh korupsi itu karena ada kamu katya.. bila karna hal itu malah membuat aku kehilangan anak ku.. aku tidak akan segan-segan menghancurkan rumah sakit.. seo jun sudah menyerah kan rumah sakit kepada ku.. dan dia juga tidak masalah bila aku menghancurkan rumah sakit.. "tambah Josh.
" tapi daepyonim.. yang bekerja di rumah sakit bukan hanya tetua yang korupsi tapi banyak orang yg mencari nafkah dari sana.. "tandas katya.
" menurut mu aku akan perduli akan hal itu.. ketika kamu tidak bisa mempertahankan anak kita.. "sahut Josh, katya pun menangis.
__ADS_1
" aku tidak yakin bagaimana aku membesarkan anak kita.. aku sendiri anak dari seorang pembunuh daepyonim.. aku tidak ingin anak ku akan menjadi buruk karena lahir dari ibu seperti aku..hiks.. hiks.. "ucap katya, Josh memeluk katya, sekarang Josh tahu alasan kenapa katya mencoba melepaskan anak mereka.
" ada aku yang akan membalut luka mu katya-ssi.. percayalah pada ku.."ucap Josh.
Setelah menangis katya tidak berani melihat Josh, dia malu, Josh hanya tiduran, karena merasa tubuh nya sangat panas, dia sudah minum obat namun seperti nya tidak cukup membantu.
Tak lama pintu katya ada yang mengetuk, katya membuka nya, dia adalah supir Josh membawa kan cairan infusan dan beberapa alat inject. Josh kaget melihat nya.
"kamu tidak akan membaik kalau tidak di infus.. kamu sudah sangat kelelahan.. " ucap katya, Josh tersenyum.
"aahh.. senang nya punya calon istri dokter.. " ledek Josh, katya melotot.
"apa.. istri..?? "
"aku akan menikahi mu.. atau.. "
"atau apa.. kamu akan menutup rumah sakit..?? " tanya katya, Josh mengangguk.
"daepyo.. "
"joshua.. oppa.. " pinta Josh ke katya, Josh meminta katya memanggil nya dengan nama nya bukan jabatan nya.
Katya mengerutkan kening nya.
"joshua-ssi.. apa kamu tahu asal usul ku.. aku dari keluarga yang tidak jelas.. keluarga mu jelas tidak akan memberi restu.. " tandas katya.
"aku tahu segala nya tentang mu katya-ssi.. " ucap Josh. katya menunduk.
"berarti kamu tahu.. dulu aku pernah di.. " katya sampai tidak sanggup mengatakan nya.
"seo jun sudah memberitahu ku.. dan aku tidak perduli.. aku hanya meminta mu bersedia menikah dengan ku.. aku tidak ingin anak ku lahir tanpa kejelasan status dari orang tua nya.. " ucap Josh, katya menunduk.
"iya.. yang di perdulikan cuma anak ini.. apa yang kamu harapkan katya.. " ucap katya dalam hati nya.
to be continue..
__ADS_1