
Val sudah sampai sekolah nya dan langsung ke kelas nya, dia melihat jun, dia langsung duduk di samping nya, wajah jun memang terlihat berbeda dan dia sedikit pendiam saat Val datang.
Jun memberikan sandwich ke Val, Val menoleh.
"sam bilang makasih udah di traktir metball(bakso) kemarin.. " ucap jun
"ahh.. Sama-sama.. " sahut Val, setelah itu mereka sama-sama diam, atmosfir antara mereka tiba-tiba dingin dan aneh, sejujurnya nya pagi itu pagi tertenang untuk Val, karena biasa nya jun pasti menganggu nya kali ini jun benar-benar hanya diam dan hanya melihat pemandangan luar dari jendela kelas di sebelah nya.
Bel istirahat berbunyi, Val langsung membuka sandwich yang di berikan jun untuk dia makan, jun memberikan air mineral nya.
"gomawo.. " ucap Val, jun langsung menoleh.
"gw cuma belajar dikit.. " ucap Val yang tahu jun pasti bertanya kenapa dia tiba-tiba berterima kasih menggunakan bahasa Korea.
"apa sam mengatakan hal macam-macam..?? " tanya jun
"entahlah... apa itu di bilang hal yang macam-macam atau memang hal. penting.. "
"dia bicara kalau kami bukan saudara kandung.. " Val mengangguk.
"kenapa hal itu harus dia bicarakan.. " keluh jun
"sebenarnya ada hal yang menganggu gw dari omongan nya.. "
"apa.. "
"dia mau bawa lo pulang ke Korea.. "
"ahh.. itu.. sebenarnya iya.. presdir pengen gw mulai serius.. " sahut jun
"presdir..?? "
"bokap gw.. "Val mengangguk, dia tidak ber reaksi lagi, jun melihat ke arah nya.
" takut kehilangan gw..?? "
"entahlah.. kaya nya iyaa.. " sahut Val santai, senyum jun mengembang, dia menaruh kepala nya di pundak Val, Val kaget tapi dia tidak mencoba melepaskan pundak nya.
"gw capek Val.. lelah.. " ucap jun, Val tidak menjawab nya dan membiarkan jun bersandar di diri nya, dia juga tidak tahu kenapa pria jahil ini akhir-akhir ini sering menganggu pikiran nya.
Malam nya
Val menghampiri ares yang sedang merokok di balkon rumah mereka, ares yang melihat Val langsung mematikan rokok nya.
"kok tumben banget sih dapet tugas dadakan begitu.. baru aja pulang.. " keluh Val yang baru mendapat kabar kalau ares bakal bertugas lagi untuk patroli di lautan dengan kapal selam nya.
Ares tersenyum lalu merangkul adik nya, sejujurnya Val memang sangat dekat dengan ares, ares tempat Val menumpahkan segala keluh kesal nya, ares tidak banyak bicara malah cukup bicara namun menenangkan bagi Val.
"kakak akan berlayar menyelam cukup lama nanti.. kamu baik-baik ya.. jaga adik dan ibu.. kakak percaya sama kamu.. " ucap ares, Val melihat aneh ke ares.
"iyaa.. " sahut Val.
Keesokan nya
Seperti biasa,Val berangkat sekolah, di antar ares memakai mobil bekas ayah nya, jade pun ikut di antar nya, sesampai nya di sekolah mereka pamit ke ares dan masuk ke gedung sekolah nya. Ares melihat jun, jun juga melihat Ares.
Di kelas
Jun masuk kelas, dia melihat Val, Val juga melihat ke jun, wajah jun terlihat aneh, jun duduk di samping Val.
"gw ketemu kak Ares.. "
"iya abis nganter gw ama jade.. "
"dia mau tugas lagi kan.. " Val mengangguk
Tak lama guru masuk dan memberikan tugas kelompok dengan teman sebangku, Val melihat ke jun, jun hanya tiduran tidak jelas, dia menggeleng, dia tahu jun pintar tapi bagaimana dengan tugas kelompok.
Pulang nya
Val mengikuti jun ke parkiran motor, dan jun mengambil motor nya, sebuah motor trail.
"lo ke sini pake motor..?? " tanya Val
"gw pikir anak presdir bakal pake mobil.. " tambah Val
__ADS_1
"biasa nya pakai mobil cuma macet nya Indonesia bikin gw gerah.. " sahut jun
"ayo naik.. " ajak jun, Val pun menaiki motor trail itu dan jun langsung meng gas motor nya.
Val menganga melihat bagaimana megah nya rumah jun, dia datang langsung di sambut beberapa orang yang di ketahui pembantu rumah tangga jun, bahkan jun hanya tinggal menyerahkan helm nya dan mengajak Val masuk kamar nya, kamar nya pun terlihat besar bahkan lebih besar dari ruang tamu Val di rumah nya, dan ada ruang wardrobe dan ruang gym bahkan kamar mandi nya ada jacuzi dan ruang spa.
"wahh...you Completely rich hah.. " ledek val, jun hanya tertawa(kamu benar-benar kaya).
Tak lama imo nya masuk dan membawakan buah dan minuman dingin, imo nya melihat Val seakan melihat nya dengan sangat menyeluruh, Val yang di lihat seperti itu risih.
"imooo... " tukas jun mencoba menegaskan ke imo nya kalau Val tidak nyaman di lihatin seperti itu.
Si imo pun pergi.
"dia pengasuh ku dari kecil.. ibu nya riyo hyung.. wajar kan dia melihat cewe yang gw suka seperti apa.. " tukas jun, Val yang sedang minum langsung keselek.
Jun tersenyum puas, mereka pun mengerjakan tugas yang di berikan wali kelas mereka, ke khawatirkan Val tidak terbukti, jun sangat sangat memudahkan dia karena pintar dan mempunyai pengalaman lebih luas dan mereka menyelesaikan tugas nya dengan cepat, senyum Val sumringah karena puas dengan hasil kerja nya.
Pulang nya jun mengantar Val sampai rumah nya.
"thanks jun.. " ucap Val.
"engga di kiss dulu nih gw.. " ledek jun.
"gw hajar aja gimana.. " tandas Val, jun tertawa dan pamit pulang.
Di sekolah
Val dan jun berhasil mendapat nilai sempurna untuk tugas kelompok yang mereka kerjakan, segala nya begitu lancar bagi Val dia pun mulai merasakan kenyamanan di dekat pria super nyebelin ini.
Hingga seminggu kemudian.
Saat itu jun baru saja selesai mandi dan menyalakan televisi nya, dia terdiam melihat berita yang sedang dibacakan pembaca berita tentang hilang nya kapal selam milik Indonesia di perairan kepulauan.
Dia langsung pergi menaikin motor nya, sesampai nya di rumah Val, rumah Val terlihat sepi, dia mencoba memencet bel rumah Val namun tetangga sebelah nya yang keluar.
Di rumah sakit.
Val terduduk di lantai rumah sakit depan ruang ICU dia memeluk kaki nya kepala nya di tunduk an orang-orang banyak yang melihat Val lalu Val merasakan seseorang duduk di depan nya, dia menengadahkan kepala nya, dia melihat jun, seketika air mata nya mengalir dan menangis sejadi jadi nya, jun memegang tangan nya menahan diri nya, dia sedih melihat Val saat ini, dari jauh chris hanya bisa melihat dari jauh.
Sebelum nya Val sekeluarga mendapat kabar tentang tenggelam nya kapal selam dimana Ares adalah salah satu anggota di kapal selam itu, setelah mendengar kabar itu ibu Val langsung pingsan dan di larikan ke rumah sakit, dokter mengatakan kalau ibu nya mendapat serangan jantung dan sekarang sedang dalam kondisi koma.
Setelah 2 minggu berlalu,
Akhir nya angkatan laut mengumunkan bahwa kapal selam yang di tumpangi Ares resmi tenggelam dan jade serta Val mencoba mengikhlaskan kepergian Ares, Val mengingat bagaimana pesan terakhir Ares untuk menjaga ibu dan adik nya, Jun pun mengingat pertemuan terakhir nya dengan Ares.
Saat itu Ares meminta nya untuk menjaga Val karena Ares tahu Jun bisa memenuhi permintaan nya, Jun tak kuasa menolak.
"saya tahu kamu hanya senang menggoda adik ku.. tapi entah kenapa saya lebih mempercayai kamu ketimbang orang lain untuk menjaga val.. " itu adalah kata terakhir ares kepada Jun.
Jun baru saja dari rumah sakit menemani val ketika dia melihat pria berpakaian rapi berdiri di hadapan nya dan membungkuk seraya memberikan hormat ke jun.
"Kim biseo.. " ucap jun, kim biseo adalah sekertaris ayah nya bahkan bisa di sebut orang kepercayaan ayah nya jun.
"maaf tuan saya datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. presdir Kang(ayah nya jun) meminta anda untuk pulang dan melaporkan perkembangan tugas yang di berikan nya kepada Anda.. " ucap kim biseo.
Jun menaruh tas nya.
"saya sudah mendapatkan 4 orang.. saya akan laporkan semua nya tanpa harus ke Korea kan.. " tukas jun
"Presdir kang tetap meminta anda untuk pulang tuan.. "
Jun menghela nafas nya, dia tahu pasti ada yang ayah nya ingin katakan maka nya ayah nya sampai mengutus orang kepercayaan nya untuk menemui nya dan meminta nya pulang, tapi dia mengkhawatirkan keadaan val saat ini.
"Presdir Kang akan mengadakan rapat pemegang saham tuan.. oleh sebab itu anda di minta hadir.. " ucap kim biseo, jun pun tahu alasan dia di minta ke Korea. Bila jun tidak datang di rapat pemegang saham maka otomatis penerus perusahaan setelah ayah nya akan jatuh ke Joshua Kang, kakak dari samatha Kang, yang seharus nya jatuh ke Diri nya.
"baiklah.. " ucap jun
Malam itu juga Jun terbang ke Korea dengan pesawat pribadi milik perusahaan ayah nya.
Keesokan nya dia menemui ayah nya dan memberikan profil 4 orang yang sudah dia perhatikan sejauh ini.
"wanita ini bernama Katya christi.. dia bukan orang menonjol di sekolah kecuali dengan nilai-nilai bagus nya.. dia cukup ahli di bidang sains dan hal hal yang menyangkut tubuh dan dia cukup ambisius untuk menjadi seorang dokter..
Selanjutnya ada christanto.. dia pria yang cukup humbel mempunyai integritas tinggi dan cukup bertanggung jawab dalam organisasi.. dia orang yang bisa di percaya..
__ADS_1
Jade Ghalibie dia bukan termasuk orang pintar di sekolah namun dia akan jadi aset bagus di bidang entertainment.. dia tampan bertubuh tinggi dan mudah bergaul walau dia cukup sinis di awal perkenalan ku.. but its oke.. i like it..
and Valkyrie nayanika dia akan menjadi ujung tombak yang di nantikan.. saya jamin.. "lapor jun ke ayah nya presdir kang, presdir kang mengangguk
" saya bisa lihat bagaimana kamu bisa meneliti mereka dengan baik.. ayah akan mencoba mendekati mereka dan membuat mereka mau bekerja di perusahaan kita.. mereka bibit unggul dan saya akan mencoba yang terbaik untuk mereka.. "ucap presdir Kang.
" tapi jun.. kamu tidak sedang jatuh cinta kan..?? "tanya presdir Kang.
" saya belum ada keinginan untuk itu.. "sahut Jun
" bagus.. kamu juga tahu kan.. kalau jodoh kamu sudah kami tentukan.. jadi jangan mencoba untuk menghindar.. saya tidak ingin kamu menjadi pria lemah karena wanita.. "tandas presdir Kang, jun menunduk sebentar lalu mengangguk.
" baiklah presdir Kang.. "jun pun pamit meninggal kan presdir Kang.
Seminggu pun berlalu, jun terduduk di sofa yang ada di kamar nya, dia lelah dengan rapat ini itu, walau pun dia masih sekolah menengah atas, kehadiran nya di rapat sangat membantu terutama ide-ide yang bagus, sehingga dia selalu hadir di rapat perusahaan.
Telepon jun berdering.
"Ooii hyung.. sudah lama ya.. " ledek jun.
"iya.. jun.. saya cuma mau mengabari kalau ibu nya Val meninggal dunia.. " jun melotot kaget, dia langsung memakai baju nya dan meminta seseorang menyiapkan pesawat nya, ketika dia ingin keluar kamar nya kim biseo sudah ada di depan pintu nya.
"Maaf tuan jun.. Presdir Kang tidak memperbolehkan anda pergi.. " ucap kim biseo, jun mengerutkan kening nya.
"mau aku mengamuk di sini.. " tandas jun, lalu beberapa bodyguard datang untuk menghalau jun, jun menghela nafas nya dan masuk kamar nya lagi.
Jun mengambil handphone nya lalu menghubungi seseorang.
"Hyung.. help me.. " ucap nya (tolong aku..)
Tak lama jun sudah keluar kamar nya dan sudah tidak ada siapa-siapa, di ruang tamu rumah nya ada pria yang di panggil hyung oleh jun.
"thanks hyung.. " ucap jun, pria itu hanya memasang tampang dingin.
"so..apa dia istimewa... sampai kamu rela melepas kan rapat pemegang saham dan memberikan jabatan mu.. " ucap pria itu.
"yeah.. dia cukup spesial.. hyung.. aahh I mean Joshua Kang.. aku bukan memberikan jabatan ku kepada hyung... aku hanya menitipkan nya.. aku akan merebut nya kembali.. " tandas jun lalu pergi.
"apa susah bagi kalian mengatakan kalau kalian saling menyanyangi hah.. " tandas Samantha, pria yang ternyata Joshua Kang itu hanya tersenyum.
"apa wanita itu benar-benar spesial.. tidak biasa nya jun sampai seperti ini..??" tanya Joshua
Sam mengangguk
"menurut ku dia gadis yang cukup menarik.. aku dengar kakak dan ibu nya baru saja meninggal.. wajar jun oppa ingin berada di samping nya.. tapi.. ayah presdir tidak suka dengan wanita itu.. " ucap sam
"menarik.. aku pasti akan menemui nya.. " ucap Joshua, wajah sam menunjukan wajah protesnya.
"oppa.. apa oppa tidak punya ke konsistenan dalam hidup.. kenapa mengganggu wanita nya jun oppa.. " tandas sam, Joshua hanya tersenyum lalu pergi.
Di Indonesia.
Riyo langsung menjemput jun dan membawa jun ke rumah val, rumah val terlihat ramai, ketika jun ingin masuk seseorang menarik nya, dia menoleh ternyata Chris.
"ayo bicara.. " ajak chris
"lepas.. gw mau ketemu val.. " tandas jun
"val engga akan mau ketemu lo.. Orang-orang bokap lo baru aja nemuin val untuk memperingati val agar menjauhi lo.. " ucap chris, jun langsung terdiam.
"urus urusan lo sendiri sekarang... jangan bawa-bawa val lagi.. dia sudah cukup menderita kehilangan kak ares dan ibu.. jangan menambah nya lagi.. " tambah chris, jun paham maksud chris, dia pun hanya bisa melihat val sekilas dari kerumunan orang yang datang ke rumah val, wajah val begitu pucat dan terlihat sangat mengkhawatirkan, jun benar-benar khawatir dengan gadis ini hanya dia tidak ingin membawa val ke kehidupan neraka nya, Dia sadar Val adalah oase penyejuk sementara di hidup nya, dia hanya cukup berhenti memikirkan val dan kembali ke neraka hidup nya.
Jun memandang val dari jauh, lalu dia berbalin dan pergi, val melihat jun, dia langsung keluar rumah nya dan mengejar jun, memegang tangan jun.
"Jun.. kamu mau pergi kemana.. ?? " tanya val
Jun melepas kan tangan val.
"aku mau kembali ke kehidupan ku val.. " val terdiam, dia menggenggam tangan jun cukup erat, jun merasakan nya. lalu melepaskan nya.
"terima kasih sudah menemani ku jun.. " ucap val lalu berbalik pergi meninggalkan jun, mata jun memerah, dia merasakan tenggorokan nya sakit karena menahan banyak hal, dia tahu val sedang sangat sedih dan menderita karena kepergian kakak dan ibu nya, lalu dia pun ikut pergi dari hidup nya, jun merasa sangat bersalah karena datang di hidup val.
Sementara itu di tempat lain, jade menatap langit malam yang tidak berbintang, Tiba-tiba tangan nya di pegang seseorang.
"kak val meminta ku menemani mu.. " ucap seorang wanita.
__ADS_1
"maaf katya.. maafkan aku sudah mempermainkan mu.. maaf.. " ucap jade lalu dia menangis, katya memeluk nya, jade memeluk nya lebih erat lagi, jade dan val mencoba tidak menangis hingga ibu nya di kuburkan, dan akhir nya tangis jade pecah di pelukan katya, wanita yang selalu membuat nya merasa tenang dan nyaman.
To be continue..