
Di mobil josh.
Katya terdiam di belakang stir di kursi kemudi, dia menoleh ke josh yang tersenyum ke arah nya.
"aku tahu kamu bisa nyetir kan.. aku tadi habis minum... aku tidak boleh menyetir.. " ucap josh meminta katya untuk menyetir, josh tahu dia bisa menyetir mobil dan tadi juga dia tidak minum.
"anda kan bisa memanggil supir anda.. atau jang biseo.. " sahut katya, josh menggeleng.
"mereka sudah pulang biarkan mereka.. "
"tapi aku juga mau pulang.. " ucap katya.
"aku lapar.. aku belum makan dari pagi dan tadi aku sangat bersusah payah menahan mual.. dan sekarang aku kelaparan.. "ucap josh, katya sempat menatap josh sebentar lalu menghela nafas nya.
Katya pun mengantar josh pulang menggunakan mobil josh, josh tertidur lagi, katya hanya melihat sesekali josh yang tertidur, katya tahu bagaimana sibuk nya josh, jang biseo kadang berkata kalau josh jarang sekali istirahat, waktu berharga nya hanya dia pakai untuk tidur.
Josh terbangun, dia melihat sudah berada di depan gerbang rumah nya.
"kenapa kamu tidak membangun kan ku.. "tanya josh.
" kamu pasti sangat lelah.. aku membiarkan mu istirahat.." ucap katya, josh tersenyum sembari menatap katya, membuat katya menjadi gugup.
"ayo masuk.. " ajak josh, katya menoleh melihat sekeliling rumah josh yang terlihat cukup asri di kawasan dekat bukit, rumah yang cukup sederhana untuk seorang anak pemilik perusahaan besar.
Katya masuk rumah josh yang terlihat sangat nyaman, katya semakin masuk ke dalam dan melihat dapur mini ruang tamu serta ruang keluarga dan 2 kamar, serta teras dengan pemandangan bukit terpampang cukup jelas di balik remang nya suasana malam.
"aku pikir seorang direktur akan tinggal di sebuah penthouse.. " ledek katya, josh tersenyum
"seo jun tinggal di penthouse.. tapi aku memilih rumah yang nyaman untuk ku istirahat... " sahut josh, katya tidak menampik bagaimana rumah itu terlihat seperti healing house.
"apa kamu mau mandi dulu.. perut ku masih bisa menahan nya.. " ucap josh, katya mengangguk, josh menunjukan kamar tamu, katya pun mandi, josh memasuki kamar tamu dan bisa mendengar samar suara katya sedang mandi sembari bersenandung, josh tersenyum dan menaruh baju ganti untuk katya.
Selesai mandi katya keluar kamar, dia melihat josh yang juga terlihat sudah mandi sedang melihat tab nya.
"kamu mau makan apa..?? " tanya katya, josh menoleh ke katya, dia melihat katya memakai baju nya, seketika tubuh nya memanas dan wajah nya memerah, jantung nya berdebar.
"daepyonim.. " panggil katya lagi ke josh, josh tersadar.
"kamu mau makan apa..?? " tanya josh balik, katya mengerutkan kening nya.
"aku hanya ingin ramyeon.. " sahut katya sembari berjalan ke dapur josh dan memeriksa apa saja yang ada, dan dia terkejut bagaimana penuh nya kulkas josh dengan segala macam sayuran daging kimchi serta berbagai macam saus khas Korea.
Katya menoleh ke josh, josh berjalan ke arah nya dan tersenyum mengambil ramyeon di laci di atas katya yang cukup tinggi.
"kulkas kamu penuh sekali.. " komen katya.
"aku meminta jang biseo memenuhi kulkas ku.. " ucap josh, katya mengangguk.
"so.. apa yang kamu mau makan..?? " tanya katya lagi.
"ramyeon.. " sahut josh
__ADS_1
Lalu katya mulai menyiapkan bahan-bahan yang ingin dia gunakan, josh hanya memperhatikan katya di iringi senyuman nya.
Akhir nya katya membuat ramyeon yang berisi abalone daging sapi serta udang.
"ramyeon seafood.." ucap katya, josh pun dengan sigap langsung mengambil sumpit nya menarik mie dan memberikan nya ke katya.
"ibu anak ku dulu yang makan.. " ucap josh, wajah katya memerah mendengarnya.
lalu josh pun makan, katya memperhatikan josh sesekali melihat bagaimana lahap nya pria di hadapan nya makan, katya pun paham bagaimana lapar nya josh.
"katya-ssi.. bagaimana kalau kamu masak untuk ku setiap hari.. " pinta josh.
"aku sibuk.. " sahut katya
"aku tahu.. aku juga sibuk.. tapi apa kamu tega aku selalu kelaparan.. " ucap josh, katya tahu trik ini, dia mulai bisa membaca jalan pikiran josh yang tentu saja sedang mencoba mencari perhatian nya.
Katya melihat ke josh.
"apa aku akan di bayar untuk itu.. " tanya katya, josh mengangguk.
"tentu saja.. kamu tinggal menyebut kan nominal nya.. " sahut josh, katya mengangguk.
"baiklah.. apa aku juga perlu tinggal di sini untuk mu.. " ucap katya sembarang.
"wahh itu gagasan yang bagus.. aku akan lebih menyukai nya bila kamu tinggal bersama ku disini.. " sahut josh dengan wajah sumringah nya, namun tidak dengan katya, dia menyesal berkata itu ke josh.
"ini terlalu jauh dari rumah sakit.. "
"aku sudah melihay jadwal kerjamu yang gila.. apa mereka memperlakukan mu dengan buruk.. kenapa jadwal mu terlihat lebih padat ketimbang yang lain.. " tandas josh, katya tahu itu, jadwal kerja dia memang tidak seperti yang lain, katya merasakan pembulian tidak langsung yang dia Terima di rumah sakit.
"aku sudah mengatur nya dengan jang biseo.. " ucap josh, katya tidak bisa mengelak nya, dia ingat dia sempat berbicara dengan seo jun sebelum nya.
Beberapa hari sebelumnya.
Katya dengan ragu-ragu mencoba menelepon seo jun, seo jun langsung menjawab nya. dengan basa basi yang umum seo jun langsung bisa menebak maksud katya.
"apa kamu mau menanyakan sesuatu tentang Joshua hyung.. " tanya seo jun
"ahh itu.. sebenarnya iya.. aku selalu di ancam oleh nya akan menutup rumah sakit.. apa dia benar-benar akan melakukan itu..?? " tanya katya.
"tentu saja.. aku memang sudah menyerah dengan rumah sakit itu.. joshua lah yang masih mempertahankan di sela kesibukan nya.. kamu tahu kan karena siapa.. " sahut seo jun, katya tidak menjawab nya.
"joshua hyung.. bukan orang yang bisa menaruh perhatian ke orang lain dengan mudah katya-ssi.. jadi sebaik nya kamu hargai itu.. sebelum dia membuat mu merasa gila.. joshua adalah orang yang tidak bisa di bayangkan orang lain bila dia sudah merasa marah atau kecewa.. dia bisa berbuat apapun.. "jelas seo jun.
Masa sekarang.
Katya sudah cukup merasa gila saat ini dengan pria di hadapan nya. hingga sesuatu terjadi.
Saat itu katya sedang menunggu josh menjemput nya, Tiba-tiba jade datang menemui nya
" katya.. kamu belum pulang.. syukur lah.. "ucap jade.
__ADS_1
" apalagi jade.. "tandas katya.
" aku hanya ingin bertemu dengan mu.. aku merindukan mu.. "ucap jade, katya menunduk tidak senang mendengar ucapan jade.
" bisakah kamu membiarkan ku jade.. kamu harus menjalani hidup mu.. aku tidak bisa dengan mu.. "ucap katya, jade menunjukkan wajah kecewa nya.
" kenapa kamu tidak memberiku kesempatan katya.. aku mohon berikan aku kesempatan untuk bisa menunjukan bagaimana aku sangat menyukai mu.. "pinta jade, katya menghela nafas nya.
" jade.. kesempatan itu tidak pernah ada selama ini.. kamu salah paham akan perhatian ku dulu.. lagipula aku tidak akan pernah bisa bersama mu.. "ucap katya.
" kenapa..!! "tandas jade.
" karena aku sedang hamil.. aku akan segera menikah dengan ayah anak ini.."ucap katya, jade melotot.
"apa.. kamu.. hamil.. katya.. apa yang kamu pikirkan hah.. kenapa ini bisa terjadi.. " tandas jade.
"apa hak mu menanyakan itu.. tentu saja ini bisa terjadi.. aku menyukai ayah anak ini dan kami akan segera bersama.. apa hal menjadi aneh karena itu aku.. " tandas katya, jade terlihat sangat frustasi.
"aku akan bertanggung jawab atas anak ini.. please katya menikah lah dengan ku.. " ucap jade, katya melotot dan menampar jade.
"lo beneran udah gila ya jade.. ini bukan anak lo.. " tandas katya.
"tapi aku tidak bisa melihat kamu dengan orang lain.. aku benar-benar akan gila katya.. " ucap jade dengan suara tercekat menahan emosi nya.
"wahh.. kamu seperti nya benar-benar sudah gila ya.. " ucap seseorang, katya dan jade menoleh ke orang yang berucap, dia tidak bisa berkata apapun ketika melihat josh yang datang dan langsung merangkul katya, dia terlihat geram dan malah menghajar josh.
Katya kaget dengan apa yang jade lakukan.
" lo udah gila jade.. "tandas katya sembari melihat wajah josh yang di hajar jade.
" bagaimana bisa kamu bahkan melakukan hal seperti itu ke katya(menghamili katya).. "tandas jade.
" katya.. punya impian yang ingin dia capai.. bahkan membuat nya rela jauh dari ibu nya.. bagaimana dengan impian nya.. "ucap jade dengan mata berkaca-kaca.
Katya teringat dulu dia pernah berucap ke jade, kalau impian nya menjadi dokter, katya bilang kalau ibu nya sakit dan dia sangat ingin menyembuhkan ibu nya. Jade sangat ingat ucapan katya saat itu sampai sekarang.
Josh menatap jade sinis.
"apa menjadi istri ku akan menghalangi impian nya.. aku.. akan mewujudkan apapun impian nya.. stop mengkhawatirkan kehidupan orang lain.. urus saja apa yang harus kamu urus.. dan stop messing around with my sister.. " ancam Josh(berhenti main-main dengan adikku.)
Josh terasa semakin sesak dengan ancaman Josh, dia paham se gila apa Josh, bahkan sebelum nya seo jun sudah sempat memperingati jade untuk tidak mencari masalah dengan keluarga nya termasuk Josh dan samantha.
Josh melirik ke katya dan terlihat khawatir dengan Josh, dia pun memilih pergi, Josh melihat ke katya.
"hei.. ini hanya luka kecil.. stop khawatir.. aku bukan anak kecil.. "ucap Josh sembari tersenyum seakan meledek katya.
" hei aku serius.. dia itu jago bela diri.. "tandas katya, bukan nya menjawab katya Josh malah memeluk katya, katya kaget.
" daepyonim.. nanti ada yang lihat.. "ucap katya.
" sebenarnya suasana hati ku sedang sangat buruk.. ayah ku baru saja di bawa ke rumah sakit karena kondisi nya memburuk.. entah kenapa aku sangat ingin memeluk mu untuk menenangkan hati ku.. "ucap Josh, katya tidak bisa berkata lagi dan hanya dia di pelukan Josh.
__ADS_1
To be continue..