
setelah setengah jam bermain di pantai..
" kruyuuyykklkkk" bunyi perut khalin... ah bikin malu. .. batin khalin
" kamu laper..?" rey
" iya..."
" yuk kita makan di situ.."
" oke..."
merekapun menuju tempat makan dekat pantai...
"kamu mau apa?" rey..
" ikan bakar dong... sama es kelapa muda..."
" mas" rey memanggil pelayan
" iya mas"
" ikan bakar 2 sama es kelapa muda 2"
" udah...?" rey bertanya pada khalin
" udah..." jawab khalin
"udah itu aja dulu mas.."
" baik mas.... silahkan tunggu kami akan segera mengantarnya..." jawab pelayan itu
khalin dan rey memilih tempat duduk dekat pantai...
" lin... kamu suka banget sama pantai kaya nya..." rey
"iya dong... aku suka... banget... waktu pagi disini sejuk... tenang ... dipikiran..."
" apa kamu punya kenangan di pantai..."
" aku kalau sedih suka kepantai nangis.. teriak sekuat kuatnya jadi tenang deh..."
" emang kamu bisa sedih?" goda rey
" emang kamu pikir aku batu?"
" ya abis... kamu selalu ketawa gak pernah lihat kamu sedih.."
" ya... buat apa aku bersedih sampai menangis di depan orang lain... belum tentu mereka akan peduli dan menolongku kan?"" khalin.
" iya.. mungkin kamu memang benar... tapi ingat mulai sekarang dan seterusnya kamu bisa menangis dan bersedih tanpa ragu di depanku... karena aku akan selalu memelukmu dan berusaha menolongmu..."
" em.... so sweeetttt... uh. . uh..." khalin me monyong monyong kan bibirnya ..
" kamu merusak suasana yang aku bikin... peluk kek... kamu kan perempuan..."
" emang kenapa aku harus peluk kamu?"
" emang kamu gak tersentuh ?" rey
"dikit..."
" dikit?"
" iya... dikit...kata kata tanpa bukti itu sama dengan nol."
"oke aku bakal buktiin..."
" gimana kamu bukti in nya?" khalin
" ya nanti kamu juga akan tau..."
mereka menikmati pantai di pagi itu dengan hangat... mempererat hubungan mereka...
hingga jam di tangan khalin menunjukkan jam 10..
"rey.. "
" apa?"
" udah yuk mainnya"
" kenapa?"
" udah siang.."
" oke..."
merekapun meninggalkan pantai dan pulang kerumah...
sampai di rumah...
" ah..." khalin menggeliatkan badannya
" kenapa... capek?" rey
" dikit... tapi sepadan banget "
" kalau capek.. sini aku pijatin..." rey tersetersenyum nakal
" gak" khalin menyilangkan tangannya di depan dadanya...
" hahaha " rey tertawa
" terus aja... terus ketawa..." khalin sebal...
" habis kamu ini lucu..."
__ADS_1
" kamu pikir aku badut" memukul ringan rey..
mereka pun terus bercanda... sore pun tiba... khalin bersiap siap untuk datang ke pesta itu ..
" tok tok tok .. lin..." rey mengetuk pintu kamar khalin..
" masuk... gak di kunci..."
"klekk" rey pun masuk...
" lin... ini..." rey menyerah kan kotak
" apa an ini..." khalin membuka kotak
" kamu pakai itu.."
" ini kalung siapa?"
" udah kamu pakai aja... nanti kamu bakal tau juga..."
" jangan jangan ini bekas milik pacar mu yah..?" khalin ragu
" bukan... pikiran macam apa itu.. sini aku pakaikan.." rey memasangkan kalung itu di leher khalin.
" cantik " rey
" ya iyalah.. aku cantik dari lahir..."
" bukan.. kalungnya yang cantik.."
" ah... reyyyyy...." teriak khalin sebal
" hehehe... kamu berapa lama lagi siap nya?"
" bentar lagi siap.."
" oke.. aku tunggu di luar ya sayang..."
" ih.. apaan sayang sayang..."
" cup..." rey mencium kening khalin
" rey...." wajah khalin memerah...
rey langsung pergi meninggalkan kamar itu...
15menit kemudian.... khalin keluar dari kamar nya...
" yuk..." khalin..
" ayuk...." rey tersenyum senang
" kenapa senyum senyum gitu..."
" gak papa..."
" rey ini benar gak sih?"
" apanya?"
" itu...aku ke pesta orang tuamu sama kamu?"
" kenapa ?"rey
" apa kita datang sendiri sendiri aja.."
" kamu takut?"
" lebih tepat nya cemas..."
" cemas kenapa?"
" aku takut mereka berfikir yang gak benar.."
" itu bukanlah hal yang gak benar..."
" maksudnya.."
" aku emang suka sama kamu.."
" tapi kan..."
" tapi sudah ku bilang kamu jawabannya aku sudah tau tanpa kamu bilang..."
" kamu ini... nembak kok maksa.." khalin
" soalnya aku udah tau... paling paling kamu akan jawab.. aku butuh waktu.."
" terus kalau aku emang butuh waktu gimana?"
" aku gak mau ngasih waktu kamu lama lama... "
" kenapa?"
" kalau lama lama kamu bisa di ambil orang... jadi aku putuskan kamu masa depan aku.. titik gak ada koma.."
" kamu yakin gak mau orang lain aja?" khalin..
" satu... hanya kamu..."
" tesssss"... gak terasa airmata khalin menetes..
" kamu kok nangis lin..."
"gak... gak nyangka aja di dunia ini ada laki laki sebodoh kamu..."
" kok bodoh.."
__ADS_1
" seharusnya setelah kejadian waktu itu... dan aku ngebebasin kamu.. kamu bisa cari cewek lain yang lebih baik... dan sekarang kamu mengatakan hal yang kayaknya gak masuk akal..."
"em..." rey bergumam
10 menit kemudian mereka sampai di kediaman orang tua rey.. kelihatan sudah banyak yang datang...
" lin.. kamu masuk kedalam dulu.. aku ada urusan sebentar.."
" oke..."
khalin pun masuk kedalam ke aula pesta
semua mata tertuju pada khalin...
' ah.. kenapa mereka semua memandangku begitu' khalin bingung..
dan kemudian khalin berjalan ke depan tuan dan nyonya mahendra mengucapkan selamat..
"tuan... nyonya selamat ya..." ucap khalin sumringah...
tuan dan nyonya mahendra saling berpandangan... kemudian menatap khalin...
" kenapa tuan nyonya apa saya membuat kesalahan ... tolong maafkan saya jika ada kelancangan saya..." khalin bingung
" tentu tidak nak... kami sangat bahagia kamu bisa datang" ucap tuan mahendra mengelus kepala khalin
" iya iya.." khalin merasa aneh...
' kenapa ya... apa yang salah dengan ku... jangan jangan baju ku robek lagi...' khalin me lihat bajunya
" hey lin..." roland menepuk pundak khalin
" ah kamu lan bikin kaget aja..." khalin membalikkan badannya
"kamu...." roland tidak melanjutkan kata katanya melihat kalung khalin..
" kenapa lan... eh lan.. dari tadi orang orang kok pada aneh... sih... ayah ibu mu juga kok aneh gitu lihat akun. ada apa ya... apa bajuku ada yang sobek..."
" itu kalung dari kakak?"
" em... iya...kamu kok tau..."
" sepertinya aku memang benar benar udah kalah..."
" kalah apa..."
tiba tiba lampu padam... musik mulai berbunyi... lampu menyala
semua kaget... melihat rey berlutut di depan khalin dengan buket mawar biru...
" ah... rey... kamu apa apan..." khalin
" lin... kamu terima bunga ini dong... aku capek berlutut .." rey ...
tuan mahendra berdiri di belakang khalin...
" biarin aja dia khalin.. biar dia berlutut semalaman..." tuan mahendra
" ah .. ayah..." ucap rey..
khalin cepat cepat mengambil bunga itu..
" udah kamu bangun.. bikin aku malu aja..." ucap khalin. rey pun bangun
" nak... kamu memang persis ibunya rey.. hahaha..." mahendra
" jadi tuan mahendra mau bilang apa sebenarnya?" ibu rey berdiri di belakang sambil melipat ke dua tangannya ...
" benar kan rey... sepertinya nasip kita tidak akan beda jauh... hahahaha " tawa tuan mahendra
" nak khalin.. kalung itu dari bocah ini kan?" ibu indrawati menjewer telinga rey
... khalin hanya mengangguk kan kepalanya....
" lin... kalung itu adalah kalung pemberian nenek rey.. dan sekarang ada pada kamu..." ibu indrawati
" ah..." khalin kaget..
" sekarang aku gak perlu menjelaskan ... semua sudah tau kan..."
" seperti yang butuh penjelasan itu khalin " ucap ibu indrawati
semua orang bahagia... hanya roland yang merasa sedih...
" kak... sepertinya aku memang sudah kalah dari awal..." roland bersalaman dengan rey
" iya.. kamu sudah tau itu..."
" kak... aku sekarang beri jalan kamu dengan khalin tapi jika kamu memberi celah sedikit aja dan bikin dia kecewa jangan nyalahin aku..."
" iya.. iya .. sudah sudah ... rey bawa khalin berkeliling..."
" iya ma..."
tiba tiba...
"DDOOORRRRRR!!!"" suara tembakan... mengenai salah satu lampu...
semua orang ketakutan
" siapa ...?" rey berteriak
roland dan rey mengelilingi khalin melindungi nya..
"plok..plok.. plok..." terdengar tepuk an tangan dari pintu ...
" bagus kamu..... mawar biru... " ucap orang di tengah pintu...
__ADS_1
BERSAMBUNG 🍁