
khalin bingung...
"kenapa apa ada masalah?" tanya khalin
"maaf mbk... ada kesalahan di dokumen anda" ucap agen
"dokumen? kemarin seperti nya gak ada yang salah..." khalin menggaruk keningnya
"iya .. anda pesan di manapun akan tetap sama..."
"kalau begitu... apakah agen ini bisa mengurusnya?"
"bisa. tapi mungkin memerlukan waktu"
"baiklah aku serahkan pada kalian saja" ucap khalin
"iya terimakasih nyonya sudah mempercayakan kepada kami..."
"iya..iya..."
khalin pun pergi meninggalkan agen itu...
"ah.. aku harus menghubungi tata..."
"Tut...Tut...Tut..."
"kenapa gak di angkat ya.. apa dia sibuk" gerutu khalin
tiba tiba..."dughhhhhh... ah..." khalin menabrak orang..
"maaf maaf..."ucap khalin...
"mangkanya kalau jalan Pakai mata..."gerutu orang itu.
"iya iya..."
khalin pun pergi ke taman depan kompleks perumahan Rey.. dia mencari tukang bubur langganan nya...
"bang.... buburnya satu" Zoya
"neng Zoya" tukang bubur menatap Zoya
"iya bang.."
"kemana aja neng . udah lama gak muncul"
"aku kerja diluar negeri bang..."
"pantasan.. pacar Eneng yang dulu.. tiap 1 bulan sekali pasti ngeborong bubur Abang..." cerita tukang bubur
"pacar?"
"iya .. laki laki ganteng yang terakhir kali Eneng ajak kesini... yang tinggal di situ.." Abang menunjuk ke kompleks perumahan Rey
"oh.. dia..."
"ya... laki laki itu kaya nya dia cinta mati deh sama Eneng.."
"ah. . Abang.. lama gak ketemu udah kaya emak emak suka gosip deh.."ucap khalin tertawa
"beneran neng.."
"udah.. udah bang... dia udah punya cewek lain.. lagian ibunya gak suka sama aku... udah jadi belum buburnya?"
"udah neng ..ini" menyerahkan bubur
"ini bang..." khalin memberikan uang.
"gak usah.. anggap aja itu bubur selamat datang dari saya neng.."
__ADS_1
"oke oke.. makasih ya bang..." ucap khalin
khalin pun pergi makan di tepi danau menikmati keindahan danau yang sudah lama tidak dia datangi itu..
khalin terus menelepon tata tapi tidak di angkat..
"sebenernya kemana sih ni anak.."khalin menggerutu
"lebih baik setelah ini aku kebutik aja deh..."ucap Zoya.
*di rumah sakit negara xxx tempat Reyhan di rawat*
Rey berjalan keruangan Reyhan.
"tok tok tok..."Rey mengetok pintu kamar
"sebentar"tata menjawab. tata membuka pintu.
"tu.. tuan..." Rara tergagap karena kaget
"jadi disini tempat kalian bersembunyi.. dimana anak ku...?"
"maaf tuan tapi nyonya kha..."
"kamu tidak usah berusaha meneleponnya,nomornya tidak akan bisa kamu hubungi.." rey
Rey pun melewati tata dan melihat ada anak kecil sedang tidur diatas ranjang... dia sangat mirip dengan Rey.. hidung mata semua nya seperti cetakan dirinya.
"jadi ini anakku... siapa namanya?"tanya Rey
"namanya reykhan.."Jawab tata
"kenapa bos kamu itu sangat bodoh.. otaknya di mana.."ucap Rey sambil mengelus kepala reykhan...
"maafkan kak khalin tuan... dia memang bersalah dia hanya ingin yang terbaik"ucap tata
tata pun hanya diam tidak bisa menjawab.
reykhan terbangun karena suara berisik.. dia kaget melihat wajah yang mirip dengan nya.
"kamu siapa?"tanya reykhan
"aku papamu.." ucap Rey
"papa?"
"iya aku papamu..."
"mama dimana?"
"dia ada di tempat papa"
"kenapa dia tidak bersama mu.. mama berjanji akan membawa papa bersama mama.. tapi kamu sendirian.."ucap Reyhan
"bukankah wajah kita mirip apa itu tidak cukup?'"
"tentu tidak.. aku mau kita tes dulu dulu.. kalau benar kamu papa ku.."
'anak ku memang harus secerdas ini...' batin Rey
"baiklah.. bawa ini ke dokter lakukan tes" ucap Rey menyuruh pengawalnya Rey pun mencabut rambutnya.
"baik tuan"pengawal
"jadi apakah kamu sudah mulai yakin?"
"ya...30persen.." Jawab reykhan
"ya kamu memang anakku.." Rey mengelus reykhan
__ADS_1
reykhan terus menatap Rey tak berkedip
"kenapa nak?" tanya Rey
"gakpapa... jika kamu benar papa ku.. kenapa kamu tidak pernah muncul selama ini.."
"ini semua hanya bisa di jawab oleh mama kamu.."
"apa papa suka sama mama?"
"tentu sangat suka.."
"em..." reykhan berpikir keras
"apa yang kamu pikirkan?" tanya Rey
"ada beberapa laki laki yang mengejar mama, dan terakhir om Bima melamar mama.. dia kaya sangat baik dan juga tampan walaupun gak setampan kamu.." ucap reykhan dengan polosnya
"benarkah itu?"
"iya.. aku berfikir apa kamu lebih baik dari om Bima atau tidak..?"
"tentu papa lebih baik?"
"tapi aku membutuhkan bukti.." ucap reykhan
"begini jika tes ini keluar bisakah kamu membantu papa?"
"aku bisa saja berpihak pada papa. tapi aku akan melihat kualitas papa dulu" ucap reykhan sambil memegang dagunya.
'apakah anakku benar benar masih berumur 4tahun' pikir Rey
"iya iya.. aku mengerti.. kita tunggu tes dulu.. jika tes itu sudah keluar papa akan membawa mu ke tempat papa?"
"oke..." ucap reykhan
Rey menemani reykhan merawatnya hingga reykhan tertidur.
Rey pun tidur di kursi di kamar itu...
**keesokan paginya***
Rey sedang menyuapi Reyhan
"tok .. tok.. tok...saya dokter"
"iya masuk dok..." ucap Rey
"maaf anda tuan Rey Mahendra?"
"iya.. itu saya..."
"ini hasil tes sudah keluar"menyerahkan amplop
"baik, terimakasih dok.." Rey menerima amplop itu.
"apa kamu ingin melihat hasilnya?" tanya Rey menyerahkan amplop
"tentu" ucap reykhan
anak itu membuka amplop dan membacanya.
ternyata benar 99% DNA mereka cocok dan dinyatakan bahwa mereka ayah dan anak...
"jadi apakah kamu percaya?"
" ya... aku percaya.."
bersambung 🍁
__ADS_1