
"dorrrrr....' bunyi tembakan.
" plok plok plok...( suara tepukan tangan).. bagus kamu mawar biru." jefri
"ka kamu ... kamu mau apa?" khalin gagap karena kaget
" ternyata kamu masih mengingat ku... "
" kamu jangan melibatkan mereka... ini masalah kita..." khalin maju ke depan Rey dan Roland
" kamu jangan gegabah" Rey memegang tangan khalin..
" gak papa Rey... aku tau dia pasti datang lagi..." ucap khalin lirih..
" rupanya kamu sudah kuat ya berani berunding dengan ku..."
" heh... ini berkat kamu juga... untuk bertahan hidup dari kamu q rasa aku harus lebih kejam dari kamu..."
" kamu memang cocok untuk menjadi penerus grup azura..."
suasana menjadi hening...
" aku yakin kakek q tidak akan setuju mempunyai penerus seperti kamu..." khalin
" tentu dia tidak setuju.. tapi aku tidak butuh persetujuan orang mati..."
" kalau begitu sekarang kamu bisa pergi..."
"kamu mencoba mengusirku?? aku penasaran laki laki mana yang menolong mu hari itu .. aku berhutang tembakan padanya" anak buah Jefri masuk kedalam ruangan
" kamu mencari ku" Rey
" ternyata kamu.... Rey Mahendra... " Jefri
" bukankah ini suatu yang menyenangkan kita bertemu lagi.. aku bisa menyelesaikan pekerjaan q kemarin..."
" Cih. .. kamu begitu bangga menjilat ludah ku..."
" aku rasa kamu tidak akan bisa meludah kan berlian.. jika bukan kamu yang sengaja menelannya dulu..."
"ternyata kamu suka barang bekas ya..."
" diam kamu" teriak khalin
"heh... wanita yang ku inginkan tidak akan pernah ku lepas kan..."
" kamu sakit " khalin
" tentu... aku sakit karena kamu... tapi itu dulu . sekarang aku akan mendapatkan kamu apapun caranya.. hahha..." jefri
" bawa wanita itu" perintah Jefri pada anak buahnya
khalin Rey dan Roland pun melawan...
terjadi adu tembak .. semua orang berlari keluar lewat pintu belakang..
" heh.. khalin ternyata kamu hebat juga..." rey
" udah mujinya entar aja... kalo semua udah selesai..."khalin
" kalo semua udah selesai kamu janji bikinin aku omelette ya.." Rey
" apapun aku bikinin buat kamu..." khalin.
" kalau anak?"
" bisa gak bercanda nya di tunda" jawab khalin sewot...
" udah... jangan pamer kemesraan.." Roland
" hahaha... dasar jomblo..." Rey
" ah... kalian berisik..." protes khalin
" gimana land ada jawaban nggak?"
" mereka akan segera datang kita ulur waktu..." Roland
"baik..."
terus terjadi penembakan.. akhirnya khalin Rey dan Roland terkepung...
" nona khalin aku biarkan kamu memilih menyelamatkan satu..." Jefri...
" huh... bunuh saja aku..." khalin
" kamu pikir aku tidak berani melakukan nya.." Jefri menodongkan pistol di leher khalin..
" lakukan " ucap khalin
" kalau kamu berani melakukannya akan ku cincang kamu..." Rey
" dorrrrr..." Jefri menembak lengan Rey
__ADS_1
" bunuh aku... tidak ada untung nya kamu membunuh mereka..." khalin
"wanita yang manis..." Jefri mencium bibir khalin sangat lama... khalin menggigit nya
"Cih... rasa yang sama..." Jefri
" kamu brengsek..."
" jika bukan brengsek aku tidak akan pernah mendapat kan mu..."
" kamu..."
" aku penasaran apa yang terjadi jika aku membuat pertunjukan di depan mereka berdua..."
" kamu jangan pernah berfikir bisa melakukan itu..." khalin
"kamu tau nyawa mereka berdua di tangan ku..."
"khalin terdiam..."
" kamu jangan dengar kan dia..." Roland.
khalin melihat Rey yang kehilangan banyak darah... dan Roland yang terluka parah..
" aku tau kamu tidak peduli dengan nyawamu .. tapi untuk orang lain ... itu kelemahan mu..."
khalin diam..... mematung...
Jefri mulai mencium i khalin.. dan menyobek pakaiannya di depan Rey dan Roland...
khalin hanya bisa berharap bantuan segera datang...
" kalian berdua tau... wanita j**l**g ini tidak akan pernah bisa lepas dari ku... lihat betapa nurutnya dia... hahaha..." tawa Jefri merasa sudah menang... tiba tiba...
"dakkkkk...." anak buah Rey mengepung tempat itu....
semua anak buah Jefri tewas...
Rey dan Roland mulai adu tembak dengan Jefri akhirnya Jefri tertembak...
" kamu tau sebenarnya aku tidak sudi untuk menembakmu... kamu terlalu rendah..."
" dorrrrr!!!!!" Rey pun menembak tepat di jantung Jefri... Jefri pun tewas .
khalin melorot terduduk...... dia linglung melihat semuanya... melihat mayat pakaian nya bekas merah merah dari Jefri.
" ah..." khalin menjerit keras dan menangis sejadi jadinya..
" tenang lah Lin..." ucap Rey...
"maafkan aku Lin... aku tidak bisa melindungi mu..."
" tidak lihatlah kamu dan Roland semua ini karena aku... harusnya aku tidak muncul di sekitar kalian.... hu hu hu...." khalin menangis...
" tidak ini bukan salah mu... sekarang sebaiknya kita kerumahnya sakit dulu..." sahut Roland.
** di rumah sakit***
" Rey gimana keadaan kamu..?"Indrawati
"aku udah gakpapa ma... ini cuma luka kecil..."
" Rey mama mau bicara sama kamu masalah hubungan mu dengan khalin..."
khalin yang akan datang ke ruangan Rey tidak jadi masuk mendengar ucapan Indrawati.
" aku hanya mau khalin ma..."
" apakah kamu tidak bisa mempertimbangkan lagi Rey..." Indrawati
" tarrrr... " vas bunga di depan kamar Rey pecah tersenggol khalin..
khalin melangkah ingin pergi..
" kamu tidak masuk ke dalam?" sapa Roland.
" tidak" ucap khalin.melangkah meninggal kan Roland
Roland pun masuk ke ruangan Rey..
" siapa land?" tanya Indrawati
" khalin ma... tapi dia tidak jadi masuk..." Roland
" Jangan jangan dia mendengar kan itu semua" cemas Rey.
"gakpapa...nanti biar mama yang menjelaskan pada khalin...tapi benarkah kamu tidak mau mempertimbangkan lagi nak?" ucap Indrawati
" aku yakin ma... aku sudah tau tentang dia dari Awal... dan akulah yang mengejar dia .. bahkan dia berkali-kali menolak ku ma.."rey
" iya ma...tapi kalau mama gak setuju khalin dengan kak Rey..aku bisa menggantikan Kakak.... hehehehe" tawa Roland.
" baik.. jika memang itu keputusan mu... sebenarnya mama juga suka khalin dan memang juga sudah ada perjodohan jadi mungkin memang dia yang paling tepat jadi menantu mama.."
__ADS_1
" terimakasih ma...." ucap Rey.
" udah udah... mama akan jelaskan ke khalin.."
***** disaat yang sama..*****
" ta..." tata yang menemani khalin di ruangan khalin
" iya mbak"
"sekarang kita pulang"
" tapi mbak belum sembuh benar... "
" udah kamu nurut aja..."
khalin dan tata pergi meninggalkan rumah sakit...
didalam mobil tata...
" kita sekarang kemana mbak."
" kerumah Rey..."
" untuk apa mbak...?"
" aku mau berkemas.. aku harus pergi.."
" tapi kenapa? apa mbak tidak memberi tahu tuan Rey kalau mbak hamil anaknya..." tata
" ingat.. dia tidak boleh tau .."
" tunggu aku 5 menit..." ucap khalin
merekapun sampai di rumah Rey... khalin masuk dan mengambil surat surat pribadi miliknya... dia pergi dari rumah itu... meninggalkan catatan.
terimakasih atas semuanya .. semoga kamu mendapat kebahagiaan yang lain..
khalin meletakkan catatan itu dengan mawar biru diatas tempat tidur nya...
khalin dan tata meninggalkan tempat itu...
kringggggg... khalin menelepon pak Taufik.
" halo nona..."
" pak aku mau mengurus aset nenek yang ada di negara xxx"
" iya nona... besok saya akan mengurus persiapan nya..."
" tidak.. aku akan berangkat sekarang bapak berikan alamat nya ...dan satu lagi.. ini permintaan ku yang terakhir pak Taufik ..tidak boleh ada yang tau aku di sana... bisakah bapak berjanji untuk itu... "
" nona jangan bicara begitu .. saya akan melayani anda apapun itu...ini janji saya pada nyonya..."
" terimakasih pak Taufik..."
" iya nona..."
klik... khalin menutup telponnya.
" ta... apakah semua sudah siap..?"
" sudah mbak.. tapi apakah anda tidak mau memikirkannya lagi?'
" tidak ta... keputusan ku sudah bulat..."
" mbak di sana dengan siapa?"
" kamu boleh ikut jika kamu mau..."
" benarkah mbk?"
" tapi keluarga kamu?"
" apa mbak khalin tidak tau saya kan yatim piatu..." ucap tata.
" baik kalau begitu... kamu akan jadi asisten ku selama kamu mau..."
" terimakasih mbak...." tata memeluk khalin bahagia... khalin tersenyum...
***** sementara itu dirumah sakit..
" AH... khalin hilang Rey ... khalin hilang... " Indrawati panik..
"apa ?" Rey bangun ia berjalan sempoyongan mencari khalin....
" kak... tenang lah..." Roland membopong Rey
" bawa aku pulang"
" tapi kak..."
" kamu tidak tau... dia itu seperti burung .. tidak bisa di tebak dimana dia akan hinggap jika sudah terbang..."
__ADS_1
bersambung 🍁