Cinta Aldara

Cinta Aldara
bab 1


__ADS_3

Di sebuah taman terlihat dara sedang duduk gelisah menunggu seseorang orang yang tak kunjung datang. sudah 3 jam lebih dara menunggu, namum tidak ada pertanda bahwa azam akan datang.


dara pun bangun dari duduk nya mencoba berjalan di sekitar taman,nisa sibuk mencari sosok azam yang tak juga muncul, kegelisahan dan kekhawatiran menyelimuti pikiran nya.


"ntah kenapa perasaan ku tiba tiba tidak enak" gumam dara.


beberapa orang ibuk² lewat di depan dara sambil berbincang panik dan menyebut tentang kecelakaan,


dara yang penasaran pun menghentikan langkah buk² dan mencoba bertanya,


"maaf ibuk² ada masalah apa ya, kok tadi saya dengar ibuk² menyebut kecelakaan? tanya dara


" eh itu neng, tadi di jalan ada pemuda yang ketabrak truk".jawab salah satu ibuk²


deg, jantung dara seketika berhenti, raut wajah dara semakin gelisah dan khawatir, dara berharap itu bukan lah azam, tapih ntah kenapa perasaan nya tiba-tiba tak enak.


"ciri² orang nya seperti apa ya bu",tanya dara panik dan khawatir.


" kurang jelas neng, karna keadaannya parah, wajah nya pun banyak mengeluarkan darah, tapih yang pasti pemuda itu di timpa truk saat menyebrang".


tanpa sadar air mata pun mengalir di pipi putih nya. perasaan dara sudah tak karuan.


"neng ada apa?, apa neng kenal"? tanya ibuk itu khawatir dan bingung.


" truss dimana sekarang pemuda itu buk"? tanya dara mengabaikan pertanyaan si ibuk.


"udah di bawak ke rumah sakit sekitar 1 jam yang lalu neng".


dara pu bergegas berlari meninggalkan ibuk² itu untuk menghentikan sebuah ojek buat mengantarnya ke rumah sakit.


1 jam kemudian dara sudah sampai di rumah sakit, dara pun berdiri bingung, dimana ruang pemuda tersebut, tak lama kemudian 2 orang bapak² berjalan menuju keluar rumah sakit, dara menghentikan langkah bapak² tersebut,


"maaf Pak, apa bapak tau tentang pemuda yang kecelakaan 3 jam yang lalu?


" apakah seorang pemuda yang di timpa truk yang di maksud? tanya salah satu bapak bingung.


"iya Pak, apa bapak tau ruangan nya di mana?


" mari saya antar neng, kita yang bawa pemuda itu ke sini,kondisi nya sangat memprihatinkan"


sampai lah mereka di ruangan pemuda itu, dara diam dan berharap bukan azam yang kecelakaan itu.


"kalau gitu saya permisi neng, di dalam sudah ada paman dan bibinya pemuda itu".

__ADS_1


dara hanya mengangguk, dara terdiam tak bergeming antara ragu dan takut apakah itu beneran azam? air mata tak hentinya menetes dari tadi, pelan² dara memegang gagang pintu dan berhasil membukanya.


tatapan dara lurus kedepan, melihat seorang pemuda yang terbaring lemah dengan baju yang berlumuran darah, di sana udah ada dua orang bapak dan ibuk, mungkin itu paman dan bibinya, seperti yang di bilang bapak tadi, masih belum terlihat jelas wajah pemuda itu, karna tertutup dengan punggung pamannya.


pelan dara berjalan mendekati tempat berbaring pemuda itu, dengan hati tak karuan. bibinya yang berdiri dengan panik, melihat ke arah dara.


"neng siapa, apakah neng kenal azam?


" deg, langkah dara terhenti,paman azam pu mebalikkan badan nya dan berdiri,kini dara berdiri tepat di samping azam,dara bisa melihat jelas wajah pemuda yang berlumuran darah itu, itu adalah azam. 2 pasang mata kini bertemu, tatapam lemah azam memperhatikan wajah cantik dara dengan tersenyum lemah.


"aldara" ucap azam lirih


tubuh dara luruh ke lantai kini dara menangis tersedu sedu, ternyata itu benar² azam, pria yang sangat dia cintai terbaring lemah seperti ini dengan tubuh yang di penuhi darah.


"aldara" lirih azam lemah suara nyaris tedengar. tangan berusaha mengangkat untuk mengelus pipi Putih dara, tapi diurungkan, tangan nya sulit di gerakkan.


bibi azam yang dari tadi berdiri, lekas membantu dara berdiri dan menduduki nya di sebuah kursi di samping azam. azam kembali tersenyum dan mengeleng pelan, azam tidak mengizinkan dara menangis dan terlihat lemah. kini azam tidak mampu mengeluarkan suara sedikit pun,dada nya terasa sakit. azam menatap wajah dara dan mengisyaratkan matanya ke sebuah meja di samping dara.


dara mengikuti arah mata azam ke sebuah meja, di sana terletak sebuah kotak persegi bewarna merah yang ntah apa isinya, dara kembali menatap azam sayu,akan kah azam akan meninggalkan nya, mengingat hal itu dara kembali menangis tanpa suara.


azam sudah terlihat sangat lemah untuk mengangkat tangan pun udah tak sanggup,mata azam tak henti menatap mata aldara penuh cinta. dara hanya bisa diam tidak bisa mengeluarkan suara apapun,melihat kondisi azam yang seperti ini membuat hati dara hancur.


keadaan begitu sunyi. hanya suara tangisan yang terdengar, paman dan bibi azam terlihat lemah melihat kondisi azam yang seperti ini. dara trus saja pegang tangan azam,menguatkan azam untuk bertahan. azam menggeleng pelan sudah tidak ada harapan lagi untuk dirinya bertahan.


azam sudah tak kuat menahan rasa sakit yang teramat sakit, azam menatap lekat wajah dara dan azam memberikan senyum terakhir nya buat dara, sampai pada akhirnya adam menutup mata.


"istirahatlah dengan tenang, aku sangat mencintaimu azam" lirih dara dalam tangisanya.dara merebah kan kepalanya ke atas dada azam. sangat sulit bagi dara untuk menerima ini .


1 tahun berlalu


di dalam kamar dara duduk termenung di sisi ranjang tidur, dara sedang tertunduk memegang sebuah kotak persegi warna merah, pemberian dari azam. sejak kejadian itu, dara patah semangat, tidak ada pendukung atau penguat untuk dirinya. azam lelaki kedua yang meninggalkannya setelah papanya.


dara perlahan membuka kotak persegi warna merah tersebut. yang isinya hanya sebuah gelang dan selembar kertas putih,dalam linangan air mata dara menyunggingkan senyum di bibir saat membuka kertas yang isinya sebuah puisi, yang di tulis azam untuk nya.


dara pun membaca puisi tersebut.


ALDARA


"𝘢𝘥𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘯, 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢, 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘩𝘢𝘭 𝘩𝘢𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘥𝘪 𝘣𝘰𝘭𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘮𝘶, 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘥𝘪 𝘣𝘪𝘣𝘪𝘳 𝘮𝘶, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩. 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳, 𝘬𝘢𝘮𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘶. 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘮𝘶, 𝘥𝘰𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘯𝘵𝘶𝘮 𝘥𝘪𝘢𝘮² 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘬𝘶, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘬𝘢𝘯, 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘮𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘯𝘺𝘢".


air mata dara luruh selesai membaca puisi dari azam untuknya, bagaimana bisa dia melupakan orang pertama yang dia sangat cintai itu sulit bagi dara, butuh waktu lama.


"tok tok tok"

__ADS_1


"dara keluar sebentar" teriak seseorang dari luar dia itu mama dara.


"iya ma sebentar" dara segera menghapus air matanya agar terlihat biasa biasa saja kalau di depan mama, dara pun membuka pintunya.


"mata kamu kenapa bengkak, kamu nangisin lelaki itu lagi,? tanya mama dara mendeliki.


dara hanya diam dan menunduk, tidak menanggapi ucapan mama nya. memang mama dara tidak menyukai azam, karena azam anak sebatang kara yang tinggal bersama bibi dan pamanya.


"kamu ke dapur sana, bikin sarapan buat makan malam".selain itu mamanya dara selalu memperlakukan dara seperti seorang pembantu,meski di rumah besar itu menyediakan 1 orang pembantu,tapi dara tetap harus melakukan semua pekerjaan rumah dara yang mengurus nya, dara jugak mempunyai 1 kakak perempuan bernama metta. dia yang di perlakukan dengan baik oleh mamanya dara.


"iya ma" jawab dara lesu.


mama dara pun berlalu dari hadapan dara,dara berbegas menuju dapur dan memasak makan malam, di sana sudah ada bik inah yang menggoreng ikan,


"bik biar dara aja yang goreng ikannya" pinta dara pada bik inah,bik inah yang sudah paham membiarkan dara membantu nya, karna takut di marahin mamanya dara. beberapa saat kemudian mamanya dara menghampiri dara ke dapur, mamanya sengaja ke dapur ingin mengontrol dara.


"Dara!!?


teriakan mamanya membuyarkan dara dalam lamunan nya. tanpa sadar ikan yang di goreng dara gosong,karna lamunan nya. dara menggigit bibir bawah panik dan menyesal,bik inah yang lagi sibuk menyiapkan makanan lain pun kaget.


" liat apa yang kamu lakukan, ikan nya gosong dara!??


goreng ikan aja ga becus kamu".


"buat apa berdiri di sini kalau buat ngelamun hah, mending di kamar aja kamu tidur tiduran"


"maaf mah" hanya itu yang dapat dara lontarkan, karna itu memang kesalahan nya. dara pun berlalu pergi dari hadapan mamanya menuju kamar. dara hanya bisa menangis merenungkan nasip nya,dara punya mamanya dan kakak tapi sama sekali tidak menyayangi nya.


Di sisi lain metta yang lagi bersenang-senang dengan temannya mendapat telpon dari mamanya.


di sebuah cafe metta yang sedang bersenang-senang dengan teman nya, mendapat telpon dari mamanya, metta pun bangun dari meja dan sedikit menjauh dari teman² nya.


"ya mah ada apa" ujar metta to the point.


"pulang sekarang metta, ada sesuatu hal yang pengen mama omongin, ini penting, "ujar mama lewat telpon yang tersambung.


" iyah mah, sebentar lagi metta pulang, "


"sekarang metta, ini penting" bentak mamah.


"iyah mah, sekarang, metta berdecak kesal dan langsung mematikan sambungan telepon nya.metta pun berjalan menuju teman² nya.


" maaf ya semua, gue harus pulang, tadi nyokap gue Nelpon,ada hal penting yang pengen di omongin"ujar metta serius.

__ADS_1


"ya elaah, tapih nantik malam jadi kan?" tanya mira salah satu temanya.


"jadi dong, gue pulang dulu ya semua, by".metta pun pergi meninggalkan teman² nya..


__ADS_2