Cinta Aldara

Cinta Aldara
bab 9


__ADS_3

setelah beres beres dan mandi, dara beranjak keluar rumah, berniat bersantai sebentar di teras rumah, sungguh sebenarnya sangat membosankan berasa di rumah terus, apa lagi evan sama sekali tidak berniat mengajak nya jalan jalan.


beberapa saat kemudian, sebuah mobil hitam masuk ke halaman rumah nya, dan berhenti di sana. lalu turun lah evan dan mamanya. ternyata evan datang membawa mamanya.senyum dara terlukis di bibir nya,begitu tau mertua nya datang. dara segera menghampiri mertua nya.


"mama" panggil dara tersenyum sambil mencium tangan nya dan jugak tangan evan.


"daraa, apa kabar," tanya mama Rosa tersenyum ramah, sedangkan evan hanya mematung di sebelah mamanya.


"baik mah, mama gimana? " tanya dara balik


"seperti yang kamu liat sekarang, " ucap mama Rosa sedikit ketawa.


"akhir mama datang kesini, padahal kita tadi ma"_


" ehem"


ucapan dara tergantung saat evan berdehem dan memberi tatapan tajam ke arahnya.dara pun mengantup kedua bibir nya rapat².


"kenapa dara," tanya mama lembut dan jugak bingung melihat dara menghentikan ucapan nya.


"tidak ma, ayok masuk," ujar dara mempersilahkan masuk, sambil melirik ke arah evan yang masih memberi tatapan tajam ke arah. aneh sekali sikap, kadang baik kadang dingin.


***


"kata evan kamu yang memilih tinggal di rumah ini, apa benar,? tanya mama saat mereka bertiga sudah duduk di atas sofa. mata dara terbelalak mendengar ucapan mertua nya.


" apa katanya, aku yang meminta?, gumam dara dalam hati, lalu melirik evan yang saat ini jugak melihat ke arah nya, evan mengangguk angguk gak jelas dengan tatapan tajam ke arahnya. dara pun mulai mengerti, ternyata ini ulah evan.


"heum Iyah mah, dara yang meminta, dara lebih nyaman tinggal di rumah sederhana, apa lagi tinggal berdua sama suami dara", jawab dara tersenyum nyegir.


" yasudah kalau itu mau kamu, mama senang kalau kalian senang,"ucap mama Rosa tersenyum.

__ADS_1


"di sini ada dua kamar kan,? mama mau nginap di sini. lanjut mama Rosa lagi. evan dan dara saling mandang, kalau mama nginap artinya mereka harus tidur berdua, kan selama ini mereka tidur terpisah.


" iyah ma, dara senang kalau mama mau nginap"jawab dara tersenyum lebar. evan tidak dapat berkata apa² diam dan pasrah.


"ya sudah kalau begitu,ucap nya tersenyum.


" oya kemaren kakak kamu metta kerumah, katanya kangen sama kamu, mama bilang kamu pindah ke rumah sendiri dan dia nanyain alamat rumah kalian," ucap mama rosa lagi pada dara.


alis dara bertaut mendengar ucapan mama rosa,dan sedikit tersenyum geli, kangen dari mana melainkan kepo dengan kehidupan nya.


"iya ma, tadi mama jugak udah nelpon,"


"hem gimana kalau kita makan malam di luar, sekalian aja mama dara dan jugak metta" usul mama Rosa.


"dara ikut aja mah," ucap dara tersenyum sambil ngelirik evan.


"gimana evan, kamu jugak tidak keberatan kan? tanya mama pada evan.


"ya sudah ma, dara nelpon mama dulu, mau ngabarin soal makan malam." ujar dara yang di balas dengan anggukan oleh mertuanya.


setelah solat berjemaah, dara dan evan bersiap di kamar nya. mama Rosa lebih dulu siap sekarang lagi menunggu mereka di ruang tamu. akhirnya evan dan dara keluar. mama Rosa mengeryit melihat evan dan dara keluar beda kamar, suami istri harus nya satu kamar.


"kalian tidur terpisah," tanya mama rosa selidik,mereka yang sadar pun sama² terkejut,mereka lupa kalau mama rosa tidak tau mereka tidur terpisah. dara pun hanya diam mematung, tidak tau harus memberi alasan apa.


"evan belum bisa mah," jawab evan datar. mama Rosa menghela nafas berat.


"mau sampai kapan van,sekarang dara sudah menjadi tanggung jawab kamu, kamu harus memberi nya nafkah lahir dan batin".ujar mama rosa sedikit kecewa.


" evan belum mencintai nya,"jawab evan ragu, sambil melirik ke arah dara yang hanya diam.dara harus bersikap tenang di depan mama rosa, sebenarnya ada rasa sedih dalam hati dara saat mendengar ungkapan evan yang tak mencintainya.


"sudah ma, lupain aja, lagian semua jugak butuh waktu,ayok kita berangkat sekarang" ucap dara pada mertuanya dan berusaha tersenyum. mama rosa hanya mengangguk pelan,mama rosa merasa sedih melihat dara yang berusaha tegar.

__ADS_1


***


mobil mewah evan sudah terparkir di sebuah restoran mewah, mereka pun turun dan masuk ke dalam restoran mewah itu. di sebuah meja sudah terlihat mama Vina dam rosa tersenyum lebar ke arah mereka.


mereka pun bangun dari duduknya menyambut kedatangan mereka.


"daraa mama kangen sekali sama kamu, padahal baru beberapa hari kamu pergi, " ujar mama Vina, seraya memeluk dara tiba tiba, dara pun merasa heran dengan tingkah mamanya, metta pun tersenyum senang melihat ke arah evan yang tampak cuek.


"maaf ya lama menunggu" ucap mama rosa tersenyum.


"gak kok, kita baru saja datang,mari silahkan duduk," ujar metta mempersilahkan duduk. mereka pun duduk dan memesan makanan kesukaan nya masing².


"dara aku kangen lo sama kamu," ucap metta tiba-tiba. dara pu menanggapi nya hanya dengan sedikit tersenyum, dara tau kakak nya itu cuma bersandiwara di depan semuanya.


saat lagi makan metta senyum² tidak jelas ke arah evan,evan hanya diam dan cuek aja, dara yang melihat nya pun risih.


"sayang, mau cobain makanan aku gak? ni aaakkk," dara mengarahkan sendok makan nya ke arah evan, sengaja biar metta kesal. evan pun heran dengan tingkah dara dan menatap tajam ke arah dara, tapi dara biasa biasa saja tersenyum lebar ke arah evan.


terpaksa evan membuka mulut nya, karna ada mama, dara terpaksa melakukan ini karna metta, dan dara tau kalau ada mama evan tidak mungkin menolak nya.


"gimana enak kan," ucap dara tersenyum lebar. yang di balas dengan tatapan tajam oleh evan, evan pun. sadar ada mama di samping nya.


"iya enak," jawab evan datar. metta yang melihat itu pun benar benar kesal,muka nya sedikit merah menahan kesal, dara yang melihat nya pun tersenyum mengejek.


"oya metta kapan menikah, menyusul dara," ucap mama rosa tiba-tiba.


"belum tau tante, sebenarnya metta menyukai seseorang, tapi keburu nikah dengan orang lain," ucap. metta tersenyum melirik ke arah evan, evan hanya biasa biasa aja dan fokus ke makanannya.


"berati bertepuk sebelah tangan dong, kalau dia suka sama kak metta gak mungkin kan nikah dengan orang lain," timpal dara tersenyum.


"benar begitu metta,?" tanya mama rosa, yang di balas dengan anggukan kecil oleh metta.

__ADS_1


"sabar ya, kamu kan cantik pasti banyak yang mau sama kamu," ucap mama rosa menyemangati.


__ADS_2