Cinta Aldara

Cinta Aldara
Bab 7


__ADS_3

pagi nya, saat mau solat subuh dara sempat mengetuk pintu kamar evan, tapi evan tak bangun. dara pun melaksanakan kewajiban nya, setelah selesai dara kedapur dan berkutik di sana, beberapa saat kemudian dara selesai di dapur.


tapi dari tadi evan tak jugak bangun, biasanya dia bangun lebih awal, dara pun memutuskan untuk mengetuk pintu nya lagi, tetap sama hasilnya, evan tak menyahut apa lagi membuka kan pintu, dara menjadi khawatir.dara pu memegang gagang pintu mencoba membukanya.


ternyata pintu tidak di kunci, "kenapa gak dari tadi sih dara, " gumamnya. lalu dara lekas masuk ke dalam.


di atas kasur terlihat evan masih terlelap,dara pun mendekat, mencoba untuk membangunkan nya. dara memegang tangan evan.dara terkejut dan akhirnya dara menyentuh dahi evan.


"ternyata dia demam" gumam dara. dara pun khawatir dan panik. dara melihat ke arah kertas yang di pegang evan. lalu dara mengambil dan mencoba melihat nya. ternyata selembar foto dia dan istrinya. istrinya sangat cantik.


"jadi karna ini dia demam, dia merindukan istrinya" lirih dara. dara pun mengembalikan foto nya kedalam pelukan evan,dan dara keluar menuju dapur, mengambil baskom isi air serta kain.


lalu dara kembali ke kamar evan dan mengompres nya agar demam segera turun. evan dari tadi tidak membuka mata nya.


"apa kamu sangat merindukan istri mu, sampai kamu demam seperti ini,apa aku tidak akan pernah kamu anggap ada " gumam dara pelan, sambil mengusap pucuk kepala evan. tanpa terasa air mata dara jatuh di pipi.


"buat apa aku nangis,bukan kah pernikahan ini karna perjodohan, dan tidak akan ada cinta di dalam hatinya, dari awal menikah aku pun tau itu, lalu buat apa aku nangis, apa karna aku cemburu sama almarhum istrinya?, dia begitu mencintai istrinya, dan aku bukan apa²baginya".dara bicara pelan dalam tangis nya.


dara beranjak keluar, mau buatkan sarapan buat evan, mungkin jugak karna evan tidak makan malam. tapi saat dara berdiri tangan nya di tarik oleh evan.


"jangan pergi kania, aku mohon, kamu di sini saja,"

__ADS_1


dara yang mendengar itu pun menoleh ke arah evan, matanya masih tertutup, "apa dia ngigo? ";batin dara.


dara pun menuruti perintah evan dan kembali duduk di samping.


dara menatap lekat wajah tampan suaminya itu. tanpa sadar sebuah senyum terlukis di bibir nya. benar saja, dara benar benar sudah mencintai evan. tak lama kemudian dara pun ikut terlelap.


evan tersadar, entah kemana di bagian perut nya terasa berat, seperti ada suatu yang menimpa nya, evan berusaha melihat ke bawah.


"dara," batin evan. evan bingung kenapa dara tidur di atas nya, dara memegang dahi nya ternyata ada kain basah yang di tempel dara.


"ternyata aku demam,"gumam evan pelan. evan tersenyum memandang dara yang lagi terlelap di atas nya. evan merasa senang saat dara mau menjaga nya.setelah sadar evan memudarkan senyuman nya.


"sudah bangun,? tanya dara yang baru jaga dari tidur nya.


" belum,"jawab evan. membuat dara gemas atas jawaban evan.


"jangan bercanda,lagi sakit tuh," ujar dara.


"kamu yang bercanda,jelas jelas aku sudah bangun, masih kamu tanya".ujar evan ketus.


" kan itu cuma basa basi aja mas", ujar dara,

__ADS_1


dara pun mendarat kan tangan nya ke dahi evan, untuk mengecek kepanasan.


"heum panas nya udah turun, udah baikan kan mas,? tanya dara.


" iya, udah mending"jawabnya cuek.


"kamu sangat merindukan istrimu mas, sampai kamu demam seperti ini,? tanya dara. dara menyebut mantan istri evan istri, lalu dia siapa?.


" bukan urusan mu lah, sudah sana, aku mau istirahat, "ucap evan tanpa melihat ke arah dara. dara pun bangun dari duduk nya beranjak keluar.


" mbak kania, cantik ya mas, ucap dara sebelum benar benar keluar. evan sadar, semalam dia memegang fotonya dan istrinya. evan pun mencari foto itu.akhirnya menemukan disamping bantal nya.


"apa dia sudah melihat foto ini", gumam evan.


evan pun berusaha berdiri, ingin keluar menyusul dara.


evan merasa bersalah sebagai seorang suami, ntah tiba-tiba evan merasa bersalah seperti ini.


evan melangkah ke menuju dapur, benar saja dara ada di sana, dara menoleh melihat ke arah evan, dan sedikit tersenyum.


"perlengkapan dapur mau habis, aku mau izin keluar ya buat belanja. ucap dara saat evan sudah duduk di sebelah dara di meja makan.

__ADS_1


__ADS_2