
selesai mandi dara pun ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk dia dan suaminya, walaupun evan bilang pulang telat,siapa tau nantik evan pulang lebih awal dan kelaparan, jadi dara memasak lebih untuk suaminya.
akhirnya makan malam siap di hidangkan di meja makan yang berukuran sedang itu. azan magrib dara pun melaksanakan kewajiban nya dulu baru makan, setelah semuanya selesai dara pun keluar menuju dapur, karna sudah dari tadi perut keroncongan.
"apa aku nunggu suamiku dulu, tapih aku sudah sangat lapar, mau nelpon tapi tidak punya nomor nya, no suami sendiri tidak punya," gumam dari sendiri. akhirnya pun dara memilih makan, kalau suaminya pulang dan lapar, dia akan nemanin evan makan nantik.
setelah makan malam selesai dara pun merebah kan punggung nya di sofa kecil itu, dan menyala TV. sambilan nunggu evan pulang.
entah pekerjaan apa yang evan lakukan sampe pulang larut malam, sekarang jam sudah menuju 21:35.
tapih evan tak kunjung pulang, rasa ngantuk mulai menyerang nya, akhirnya dara pun terlelap di atas sofa.
"tok tok tok,
sebuah ketukan dari luar, menyadarkan dara dari tidurnya, dara melihat ke arah jam yang sudah menujukan 23:00.dengan masih setengah sadar, dara pun bangkit dari duduknya untuk membuka kan pintu buat suaminya.
dara berdiri di depan pintu melihat suami nya membawa motor, lalu kemana mobilnya.ada apa dengan evan, pergi bawa mobil pulang bawa motor? aneh sekali suaminya ini, entah apa maksud nya.
"hey, kenapa masih berdiri di sana, menyingkir lah dari pintu" ucap evan kesal, dara pun sadar dan akhirnya menyingkir ke samping, memberi luang untuk suami dan motor nya. setelah suami dan motor nya masuk, dara kembali menutup pintu.
"mobil kamu kemana? tanya dara bingung.
" kenapa, apa kamu lebih suka mobil dan rumah mewah"? tanya evan balik, evan sengaja melakukan itu untuk menguji dara. dia sementara akan hidup sederhana buat rencana nya.
"bukan begitu suamiku, aku cuma menanyakan saja" ucap dara bingung dengan pertanyaan suaminya,terserah evan saja lah mau melakukan apa.
evan merasa risih ketika dara memanggilnya dengan sebutan suamiku,tapih biarkan saja, sesuka hatinya, evan berlalu meninggal kan dara tanpa menjawab pertanyaan nya.
"suamiku"
evan yang mau masuk kamar pun berbalik lagi ke arah dara.
"apa" jawab evan malas.
"apa kamu sudah makan, "? tanya dara serius.
" sudah, "jawabnya dan berlalu masuk kamar.
__ADS_1
dara pun tidak banyak mikir, dara pun masuk ke kamar nya untuk melanjutkan tidur nya lagi. rasanya aneh, sudah nikah tapih tidur nya pisah, sampai kapan harus seperti ini, dara berharap secepatnya evan akan berubah dan bisa membuka hatinya untuk nya.
"gimana sih wajah istrinya dulu, dan gimana pernikahan nya dulu,sampe evan sangat sulit membuka kan hati nya buat perempuan lain " gumam dara sendiri.
***
paginya seperti biasa dara bangun lebih awal, setelah solat dara menuju dapur untuk membuat sarapan buat dia dan suaminya. Akhirnya nasi goreng buatan dara siap dan langsung di hidangkan di meja makan. sekarang saat nya mandi.
"tok tok tok"
"suamiku, apa mas sudah bangun" tanya dara sedikit berteriak. tidak ada jawaban dan akhirnya pintu pun terbuka. evan menatap dara sekilas dan berlalu meninggal kan dara menuju kamar mandi.
setelah semuanya selesai evan menuju meja makan, terlihat di sana sudah tersedia kan nasi goreng dan teh hangat buatan dara. evan menarik kursi plasti di meja makan dan duduk berhadapan dengan dara.
dengan malas nya evan menyuap nasi goreng dara ke mulut nya. dan rasa nya membuat evan berselera untuk memakan nya lagi.
"enak gak mas", tanya dara menatap serius, takut suaminya tidak suka masakannya.
" biasa aja, masih bisa di makan", jawab evan boong, gensi lah bicara sejujurnya. dara mengangguk tersenyum dan melanjutkan makan nya, setidaknya evan memakan masakan nya.
jujur evan heran dengan dara, dari sikap dan cara nya dia benar benar gadis polos, tapih kenapa dia mau menikah dengan seorang duda sedangkan umur nya mungkin sekitar 21 tahun, kalau bukan karna hartanya.
" apa kamu lagi mengujiku mas,? "tebak dara
" apa kata mu, kamu merasa sedang di uji, maka nya kamu mau bertahan? ujar evan yang telah selesai dengan motor nya. evan sengaja lakukan itu karna tidak mau dara hidup dalam kemewahan,
"jadi benar, mas menguji ku, lalu untuk apa? " tanya dara,
"kalau tidak tau alasan nya,kenapa bertanya, " kesal evan,
"makanya aku nanyak biar tau alasannya mas," jawab dara tak mau kalah. evan benar² geram dengan tingkah gadis sok polos ini.
"kamu tidak liat, rumah ini kecil dan tidak ada garasi nya, emang muat mobil di masukin ke dalam rumah, " ujar evan ketus. dara pun terdiam.
"lalu kenapa mas pindah ke rumah sederhana, mas kan orang kaya emang betah tinggal di sini? atau ada alasan lain makanya kamu terpaksa tinggal di sini"? tanya dara lagi, karna dara ingin tau jawaban dari evan, dara merasa evan terpaksa tinggal di rumah ini.
"apa kamu tidak betah tinggal di sini, dan berharap setelah menikah dengan aku kamu bisa hidup mewah, dasar gila harta, " ucap evan ketus, dan menaikan motornya meninggalkan dara yang mematung di depan pintu, menatap punggung suaminya.
__ADS_1
"padahal bukan itu maksud pertanyaan ku, " gumam dara.
akhirnya evan sampai di penitipan mobilnya untuk menukar motor dengan mobil nya, tidak mungkin rasanya seorang bos pergi ke kantor dengar motor. apa kata karyawan di sana nantik. ini hal gila yang pernah evan lakukan.
entah kenapa mamanya menyuruh nya menikah secepatnya setelah istrinya meninggal, apa lagi di jodohin dengan orang yang sama sekali tidak dia kenal, lain hal nya kalau dia sudah memilih nya sendiri.
***
"ting tong"
bel rumah mewah mama rosa bunyi, pertanda ada tamu di luar.
"bi tolong liat ya siapa di depan" ucap mama rosa yang tengah duduk di sofa ruang keluarga.
"non cari siapa ya" tanya marni yang tidak mengenali perempuan di depannya.
"aku metta kakaknya dara, dara nya ada" jawab dara jutek.
"ohh mari non masuk ada nyonya besar di dalam", ucap bi marni mempersilahkan masuk.
" hey tante" sapa metta setelah sampai di ruang keluarga tempat mama rosa duduk.
"eh metta apa kabar, dengan siapa ke sini mama kamu datang, tanya mama rosa tersenyum ramah,
" metta baik tante,mama gak ikut tante, aku kesini mau temuin dara,kangen soalnya, "ucap metta tersenyum, sejujurnya metta ingin temuin evan.
" dara udah pindah ke rumah barunya bersama evan, baru aja kemarin"ujar mama rosa. membuat senyuman metta memudar, metta pikir mereka pindah ke rumah mewah hanya untuk berdua,
"gitu ya tan, rumah baru nya emang di mana tante, " tanya metta masih berusaha tersenyum,dalam hatinya sangat kesal.
"tante jugak kurang tau daerah mana, tapi yang jelas tidak jauh kok, "ucap mama rosa.
" yaudah tante,metta pamit aja kalau gitu, nanti kalau udah tau alamat nya kabarin ya tan".ucap metta tersenyum.
"iya pasti, nanti tante kabarin yah," balas mama rosa tersenyum.
metta pun beranjak dari sofa untuk pulang, "enak banget hidup dia, awas aja kamu dara," gumam dara pelan saat melangkah keluar.
__ADS_1
***