Cinta Aldara

Cinta Aldara
bab 3


__ADS_3

1 minggu kemudian.


setelah mengucapkan ijab kabul, dara mencium punggung tangan evan yang sudah berstatus sebagai suaminya, dan evan dengan terpaksa mengecup kening dara yang sudah menjadi istrinya.


dara begitu bahagia dan tersenyum ke arah suaminya yang hanya menatap dara dengan tatapan malas.


"jangan harap aku akan menyukai mu, hatiku cuma buat istriku",bisik evan tepat di telinga dara. seketika senyum dara memudar.


dara hanya diam membeku, hatinya jugak sakit, dara cukup tau bahwa evan tidak akan pernah melupakan istrinya dan menerimanya.


" ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฆ๐˜ท๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ค๐˜ถ๐˜ค๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ", ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ค๐˜ข๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ.


evan mengeluarkan nafas dengan kasar,mengingat permintaan mama waktu itu, jika bukan karna mama dia tidak akan menikahi gadis yang tak pernah dia cintai.


Di sisi lain


metta kesal dan menyesal karna sudah menolak perjodohan nya dengan evan, karna sebelumnya metta tidak pernah melihat evan dan hari ini pertama kali melihat evan membuat metta sangat menyesal.


"kalau aku tau duda itu sangat tampan, aku tidak mungkin menolaknya kemarin, gumam metta sangat kesal, sementara mama evan dan mama dara tersenyum bahagia.


***


setelah acara nya selesai, evan membawa istrinya pulang kerumah orang tuanya untuk sementara. mereka pun sampai di rumah orang tua evan. dara melihat rumah orang tua suaminya yang begitu besar dan mewah di banding kan dengan rumah nya.


mama rosa memperlakukan dara dengan baik, tapi tidak dengan evaan, dari tadi dia hanya diam dan sesekali memberi tatapan tajam ke arah dara.


setelah makan malam selesai, evan yang duluan bangun meninggal kan meja makan, dan langsung ke atas menuju kamarnya,meninggal kan mama dan dara di meja makan.


"dara, kamu pasti sangat lelah, pergi lah ke kamarmu dan istirahat lah" ucap mama rosa tersenyum.


"iya tante" mengangguk sambil tersenyum.


"kok panggil nya tante, panggil mama dong, sekarang kamu udah menjadi istri evan anak nya mama, berarti sekarang kamu anak mama jugak, ujar mama rosa tersenyum lebar.

__ADS_1


" iya ma"ucap dara kaku.


"gitu dong, sekarang masuk lah ke kamar dan istirahat lah",


dara pun bangun dari duduknya menyusul evan suaminya. ada kecanggungan di wajah dara saat masuk ke kamar. tiba di depan pintu kamar dara membuka pintu kamarnya, perlahan dara masuk dengan ragu, dan tidak ada evan di dalamnya.


" mungkin evan di kamar mandi"gumam dara dalam hati".


tak lama kemudian keluar lah pria tampan dari dalam kamar mandi, yaitu evan pria tampan, bertubuh atletis, tinggi 180cm, dan juga dingin.


dara yang masih berdiri menatap evan yang sudah mengenakan baju kaos warna putih, celana training rumahan, rambut masih basah membuat evan terlihat sangat tampan.


"kenapa masih mematung di sana" ujar evan tibaยฒ, membuat dara sadar dari tatapan nya.


"meskipun kita sudah menikah, aku hanya menganggap mu orang asing tidak lebih", ujar evan dingin dan berlalu keluar dari kamar, meninggalkan kan dara yang masih berdiri diam di sana.


dara bisa mengerti, sikap dingin evan karna evan belum siap akan pernikahan nya, apalagi dengan orang yang tidak sama sekali dia kenal. tapi apa mungkin pernikahan nya dan evan akan baikยฒ saja kedepannya. apa mungkin evan bisa menerimanya?


dara pun belum bisa mencintai evan, tapih dara akan memenuhi kewajiban nya sebagai seorang istri,


setelah selesai melakukan kegiatannya, dara melangkah ke arah ranjang tidur, mengambil bantal dan selimut untuk berbaring di sofa, dara tidak berani tidur sekasur dengan evan. dara merebahkan tubuhnya di sofa untuk istirahat dan ngatuk pun sudah menyerangnya.


tanpa sadar jam sudah menunjukkan jam 06:00 pagi., dara yang sudah bangun dari tidur nya, melihat ke arah tempat tidur, dan tidak ada evan di sana, lalu evan tidur dimana semalam l, kalau bukan di kamar.


"apa mungkin evan tidur di kamar lain"? batin dara dalam hati.


dara pun bangun dari pembaringan menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri. setelah semuanya selesai, dara pun memulai langkahnya untuk melakukan kewajiban nya sebagai seorang menantu yang baik, karena tugasnya sebagai seorang istri belum dia miliki.


langkah kaki dara sudah sampai di dapur rumah mewah evan, dara melihat sudah ada seorang wanita paruh baya di dapur. yang sedang asyik mengupas bawang di pantry. bibi yang sadar pun menegur dara.


" eh non, ada yang bisa bibi bantu non? tanya bi marni pada dara yang tengah berdiri di depannya.


"emm bi, dara cuma mau bantuยฒ di dapur" jawab dara tersenyum.

__ADS_1


"tidak perlu non, biar saya aja yang melakukan nya, karna ini sudah menjadi tugas bibi"


"tidak apa apa ni, saya jugak ingin melakukan kewajiban sebagai seorang menantu dan jugak menantu di rumah ini" bibi pun mengangguk mengerti.


beberapa saat kemudian masakan dara dan bibiarni pun sudah siap, saat ini kedua wanita itu sedang sibuk mempersiapkan makanan yang mereka masak ke atas meja makan yang berukuran cukup besar.


"bi, aku ke kamar sebentar ya" pamit dara, setelah hidangan beserta alat makan yang akan di gunakan oleh mertua dan suaminya, ternyata di rumah sebesar ini hanya ada mama rosa dan suami yang tinggal.


bi marni mengangguk cepat, "nanti turun lagi ya non,buat sarapan" jawab bi marni sebelum dara naik ke atas.


dara pu meninggalkan dapur dan melangkah menuju kamar, niatnya masuk ke dalam, untuk mandi dan mengantikan bajunya yang sudah tercemari oleh aroma bumbu yang menyengat.


setelah memilih pakaian ganti dara secepatnya masuk ke dalam kamar mandi, setelah semuanya selesai, dara bingung harus menyiapkan baju apa untuk suami nya.


ceklek!!


pintu kamar tiba-tiba dibuka, evan melangkah masuk dengan sorot mata tajam ke arah dara yang dari tadi diam mematung, evan melewati dara dan menuju kamar mandi.


"semalam kamu tidur dimana" tanya dara sedikit ragu, can pun menghentikan langkah nya dan membalikkan tubuhnya menghadap dara, dara pun keliatan gugup saat mendapatkan tatapan tajam dari evan.


"jangan pernah mencoba mengatakan atau menanyakan sesuatu padaku, meskipun kita berdua adalah suami istri, jangan harap aku akan tinggal sekamar dengan mu, setelah sarapan pagi selesai, Bersiaplah kita akan pindah ke rumah pribadi ku".


setelah mengatakan itu evan pun meninggalkan dara yang diam dan sedikit terkejut, dara kira dia akan tinggal di rumah ini selama pernikahan nya.


dara pun turun kebawah menuju meja makan, di sana masih ada bi marni yang tengah sibuk menyuci prabotan dapur. bi marni pun menoleh dan tersenyum ke arah dara.


" mama mana bi", tanya dara.


"mama di sini sayang, maaf ya terlambat, mama rosa yang baru datang tersenyum pelan.


" tidak kok ma, dara jugak baru saja turun"jawab dara.


"evan mana,? belum turun"?

__ADS_1


" em, evan lagi mandi mah"jawab dara seadanya.


__ADS_2