Cinta Aldara

Cinta Aldara
bab 2


__ADS_3

"aku belum mau menikah mah apa lagi dengan pria duda", timpal metta saat mamanya membujuk metta menikah dengan anak teman almarhum papanya.


" kamu jangan keras kepala metta, Terima saja perjodohan ini, mama tidak mungkin menolaknya, ujar mama.


"tapi metta tidak bisa ma, metta sudah punya pacar, kenapa bukan dara saja yang mama jodohin,dara lebih cocok sama duda".metta tetap bersikeras.


" tapi dia dia kaya metta,bisa lebih mencukupi kebutuhan kita, rumah besar ini pun belum cukup untuk membuat kita kaya, perusahaan papa kamu jugak mau bangkrut,dan duda itu belum mempunyai anak,dia jugak tampan"


"mau kaya atau tampan, kalau sudah pernah beristri sudah tidak menarik lagi di mata metta mah, metta sudah punya pilihan sendiri dia tampan dan lebih kaya dari duda itu.lagi pula aku dan dara sama saja, sama² anak mamah untung jugak bukan? ujar metta.


" sudah lah ma metta capek pengen istirahat "metta pun bangun dari duduk nya dan berlalu ke kamarnya.


mamanya mulai berfikir,benar jugak perkataan metta, kenapa bukan dara saja yang menikah dengan duda itu,yang mereka tau dara itu putri keduanya.


sebenarnya dara bukan lah anak kandungnya,mama dara meninggal di saat melahirkan dara, belum lama mamanya meninggal papa dara menikahi nya karna dara masih bayi dan butuh sosok ibu yang meyayangi nya, setelah umur dara 7 tahun papanya pun meninggal karna kecelakaan. sejak saat itu mamanya metta memperlakukan dara seperti seorang pembantu.


dia tidak ingin dara tau yang sebenarnya,karna bagaimana pun rumah dan perusahaan nya ini milik papanya dara. sampai saat ini dara pun belum tau kebenaran nya,walaupun mamanya memperlakukan nya seperti pembantu dia tetap menyayangi mamanya.


***


"tapih ma dara belum siap menikah", ujar dara pada mamahnya.


" apa karna azam?,dia sudah tidak ada dara, apa kamu tidak akan mau menikah selamanya karnanya"ujar mamanya.


"bukan begitu ma, dara belum siap menikah mendadak seperti ini, dara belum pernah mengenal jauh orang itu.,


" tidak ada penolakan dara"!! kamu harus tetap menerima nya, lama² jugak kamu akan mengenal nya, lusa keluarga nya akan datang, kamu harus siap, mengerti, ujar mamanya dan berlalu dari hadapan dara.


dara sendiri pun bingung, dara masih belum ingin menikah,apa lagi dengan pria yang tidak pernah dia kenal, dara pun tidak bisa menolak permintaan mamanya,dara jugak belum siap membuka hati nya untuk pria lain selain azam cinta pertama nya.

__ADS_1


***


Evan Mahendra pria duda yang akan di jodohkan dengan dara. sejak istrinya meninggal, evan berubah menjadi pria dingin dan patah semangat, dia sendiri belum bisa menerima kepergian istrinya.evan begitu mencintai istrinya .


evan sendiri pun tidak mau menerima perjodohan ini, karna mamahnya yang memaksanya membuat evan harus menerima, evan tidak bisa membantah mamahnya, karna hanya mama yang ia miliki satu² setelah papah pergi untuk selamanya.


walaupun dia menikah, dia tidak akan pernah merubah posisi istrinya di hatinya. dia akan tetap mencintai istrinya. evan akan membuat wanita itu tidak akan bertahan lama dengan pernikahan ini, karna yang evan pikir wanita itu mau menikah dengan nya karna hartanya. dia akan membuat wanita itu hidup tersiksa dengan nya.


Dara duduk di sisi ranjang merenung kan sikap mama terhadap nya. dara sempat berfikir jika dia bukan anak kandung mamanya, karna mama memperlakukan dia seperti anak tiri, selalu di salahkan dan menjadi korban. sedangkan kak metta,?


kak metta selalu di manjakan mama, kak metta menjadi anak kesayangan mama. sejak papa meninggal, dara tidak pernah lagi mendapatkan kasih sayang dari mamanya.


dara waktu masih kecil sangat periang dan ceria, sejak papanya tiada, dara seperti patah semangat dan dara merasa kedua orang tuanya tiada, padahal jelas² masih ada mama dan metta di sisinya, tapi dara tidak pernah merasakan kasih sayang mama dan kakaknya.


semenjak azam hadir saat itu, dara seperti menemukan semangat nya kembali, tapi semangat nya hilang lagi saat azam pergi meninggalkan nya, seperti papanya. tanpa sadar air mata dara berjatuhan di pipi cantiknya.


ceklek!


"ini gaun bekas metta yang tidak pernah lagi di pakai, bersiap lah, kita akan pergi sekarang!! ujar mamanya sambil menjatuh kan baju yang dibawanya ke kasur tepat di hadapan dara.


" ayo cepat, atau kita akan terlambat dan pertemuan nya akan gagal,ingat kamu harus menyutujui nya, ujarnya lagi, mamanya pun melangkah keluar dari kamar dara.


dara meraih baju gaun di hadapan nya, gaun yang begitu indah walaupun gaun ini bekas kakaknya. dara pun tidak memiliki gaun indah seperti ini, karna mama tidak mengizinkan untuk membelinya.


jangan kan gaun, sepeser uang pun dara tak punya, dara seperti menumpang hidup d rumah ini, ntah apa kesalahannya sampai mama sekejam itu padanya.dara menyunggingkan senyum di bibir nya melihat baju bekas kakaknya.


"tidak apa, gaun bekas kakak bukan orang lain",


gumam dara, sambil menyeka air matanya.

__ADS_1


" dara cepat keluar "teriak mamanya dari luar,dara yang sudah bersiap bergegas keluar.


" kak metta tidak ikut mah"tanya dara, sadar kalau metta tidak ada di sana.


"tidak, lagian ini cuma pertemuan kamu, buat apa metta ikut".ucap mama dara yang di balas dengan anggukan oleh dara.


20 menit kemudian, mobil berhenti di sebuah parkiran di depan restoran yang cukup mewah dan terkenal,mereka berjalan masuk kedalam restoran tersebut, terlihat satu meja yang sudah di isi oleh dua orang.


" maaf, sepertinya kalian sudah lama menunggu, "ucap mamanya dara setelah sampai di meja itu.


mereka berdua langsung berdiri dari duduk nya, untuk menyambut kedatangan mamanya dara dan dara. dara melihat ke arah seorang pria yang begitu tampan, namun pria itu tidak tersenyum sedikit pun.


" tidak apa, kita jugak baru saja datang, "ucap mamanya evan sambil tersenyum ramah, lalu mempersilahkan mereka duduk.


dara beberapa kali menatap ke arah pria yang duduk di depan nya, tatapan pria itu begitu dingin ketika pandangan mereka berdua bertemu. dara yakin pria itu tidak menyukai nya.


" ini aldara putri kedua kami"ucap mama dara memperkenalkan. mamanya evan tersenyum ramah ke arah dara, dan dara hanya menganggukkan kepalanya


"dara, pria yang berada di depanmu ini adalah evan Mahendra, dia adalah putra saya, dan sebelumnya evan sudah pernah menikah dan sekarang evan berstatus duda, karna istrinya telah meninggal 2 tahun yang lalu," jelas wanita paruh baya itu.


dara hanya mengangguk kepalanya sambil tersenyum ke arah evan, namun, evan hanya menatapnya dengan tatapan dingin tanpa ingin membalas senyuman dara sedikit pun, dia bahkan mengalih pandangannya.


"dara kamu tidak keberatan kan jika menikah dengan evan dan menjadi menantu saya? tanya mamanya evan, dara menatap ke arah mamanya, mamanya memberi isyarat dengan sedikit menganggukkan kepala nya. dara kembali menatap mamanya evan, mama evan tersenyum ramah ke arah dara.


dara begitu nyaman menatap mamanya evan,sepertinya mama evan baik dan penyayang, tapi evan? pria yang begitu dingin dan sama sekali tidak ingin menatap nya.


"evan, kamu jugak tidak keberatan kan"? tanya mamanya evan. evan menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan mamanya untuk menikah dengan dara, dia tidak bisa menolak apapun permintaan mamanya.


mamanya tersenyum senang, akhirnya evan menikah lagi, setelah dua tahun di tinggal istrinya.

__ADS_1


" bagaimana jika pernikahannya kita percepat saja, lebih cepat lebih baik bukan?, tanya mama dara.


"baiklah, kita akan melaksanakan pernikahan minggu depan, ucap mamanya evan memutuskan, dara dan evan pasrah atas keputusan mamanya.


__ADS_2