
setelah makan siang, dara pun memutuskan ke pasar bersama evan, karna evan sendiri yang meminta nya. sambilan mampir ke rumah mama. dara pun berangkat berboncengan bersama evan, aneh rasa nya orang kaya seperti evan manaiki motor bukan mobil.
dalam perjalanan dara dan evan saling diam, tidak ada perbincangan di antara keduanya, duduk pun berjauhan tidak berpegangan,karna dara takut tidak di izinkan oleh evan. sampai di pasar dara pun turun menuju pasar, evan tidak mau ikut menunggu di motor saja katanya,
dara pun membeli perlengkapan dapur yang di butuh kan.dan akhirnya belanjaan dara banyak, cukup sampai minggu depan, dara pun kembali pada evan yang masih setia menunggu nya di atas motor. evan hanya menatap datar ke arah dara yang nampak kesulitan membawa belanjaannya.
"mas tidak ada niatan buat bantuin,? ucap dara sedikit berteriak sambil berjalan ke arah evan. dara masih tidak bergeming.
" dasar gadis manja, segitu aja minta di bantuin"tutuk evan dalam hati, tanpa ada niatan buat bantuin.
"kok diam aja dari tadi, mukanya kenapa merah? atau jangan jangan kamu demam lagi, ujar dara melepaskan bawaan nya begitu saja,dan memgulur tangan nya ke dahi evan untuk mengecek suhunya. namun evan segera menepis nya.
" kamu tidak liat, cuaca sangat panas, kamu bikin aku lama menunggu dari tadi,"ucap evan ketus memberi tatapan tajam ke arah dara.
"maaf mas," lirih dara.
"sudah ayok cepat naik, lain kali kita mampir ke rumah mama," ucap evan
"kenapa begitu," ujar mengernyit.
"kamu tidak lihat, belanjaan kamu banyak, ribet tau bawa² ke sana,"ucap evan dengan muka masam,
" apa kamu sangat betah berdiri di sana, mau aku tinggal,"ucap evan geram dengan kelomotan dara.
"iya iya, ayok," ujar dara kesal.
__ADS_1
"suamiku," panggil dara dalam perjalanan,membuat evan kesal dengan panggilan dara untuknya.
"apa,"
"mama tau gak?, kita tinggal dimana,? tanya dara. evan diam, karna sebenarnya mamanya belum tau evan tinggal dirumah kecil itu,
" memang nya kenapa, kamu berharap mama tau dan kita di suruh pindah ke rumah yang mewah,"ucap evan ketus, dara mencebik sendiri dibelakang mendengar jawaban evan yang selalu menyindir nya. padahal dara berharap mama tau dan sesekali mama kerumah nya.
"lalu, keluarga mu tau, kamu tinggal dimana sekarang, " tanya evan balik. akhirnya dara teringat, dia belum mengabari mama dan kak metta tentang keberadaan nya sekarang, entah lah dara tidak memikir kan itu, karna mama dara tidak pernah memikirkan nya.
"belum,nantik sampai rumah aku beri tau," jawab dara.
"kenapa belum kasih tau, takut mereka tau, kalau kamu tinggal di rumah kecil sekarang" sindir evan lagi, evan tidak tau yang sebenarnya kalau mereka tidak memperdulikan keberadaan dara. dia diam tidak merespon perkataan evan.
sampai rumah dara pun menyimpan belanjaan tadi di dapur, dan kembali ke ruang tamu untuk beristirahat sejenak, tidak lupa, dara jugak membawakan air dingin buat evan. tapi evan tidak ada di sana,lalu dara beranjak ke luar, motor evan sudah tidak ada. evan pergi tanpa berpamitan padanya.
dara pun kembali ke ruang tamu, dan mendarat kan bokong nya di atas sofa,baru saja dara mau minta nomor evan, tapi keburu di tinggalin.
"drttt drtt drtt" ponsel dara bergetar di sebelah nya.
ternyata mama yang menelpon. dara tersenyum lalu meraih ponselnya dan mengangkat telpon nya.
"hallo dara, apa kabar kamu,
pasti kamu bersenang senang di sana kan, dirumah mewah apa lagi banyak duitnya", cerocos mama Vina di seberang sana.
__ADS_1
" dara baik ma, mama apa kabar,?
"kata metta kamu tidak tinggal di rumah mertua kamu, jadi kamu tinggal dimana, di rumah paling mewah ya, kasih tau alamat nya, metta mau main kesana" alih alih menjawab pertanyaan dara, mamanya dari tadi ngerocos terus.
dara mengernyit, kak metta tau dari mana kalau dia dan evan tidak tinggal di rumah mertua nya.
"hallo dara, apa kamu tidak dengar mama,"? tanyanya seberang sana.
" kak metta tau dari mana ma, kalau dara tidak tinggal di rumah mertua?
"metta kemarin kerumah mertua mu, mau temuin kamu dan ternyata kamu tidak di sana" jawab nya ketus.
"sudah lah jangan banyak tanya, kasih tau aja alamat rumah mewah kamu,kita mau main kesana,"
dara heran dengan mamanya, apa tidak cukup dengan rumah yang mereka tinggal sekarang, bagi dara rumah nya cukup mewah, kenapa masih iri dengan kehidupan nya.
"iya ma, dara sherlock sekarang. "
"yasudah,"
tutt"
telpon di matikan oleh mamanya, dara tidak habis pikir, bukan menanyakan kabar nya yang harus saja menikah, malah memikirkan harta.
"sebenarnya dara ini anak mama atau bukan sih, " batin dara.
__ADS_1