
setelah pulang dari rumah tetangga² dara pun merebahkan tubuh nya di sofa, rasanya sangat lelah habis membagikan kue buatan nya buat tetangga,untuk perkenalan bahwa dara sekarang tinggal d rumah ini. akhirnya dara terlelap di sofa tanpa sadar.
evan yang baru sampai, melepaskan sepatu nya dan menenteng jas di lengan sebelah kirinya,sebelah kanan menenteng sebuah tas. evan pun melangkah kan kaki nya menuju kamar nya, evan melewati kamar dara pun berhenti,melihat pintu kamar dara terbuka lebar dan dara tidak ada di dalamnya.
"mungkin saja di dapur" gumam evan pelan. evan pun menuju dapur untuk melihat apa saja yang di lakukan dara, tapi dara tidak ada di sana, lalu evan berjalan ke kamar mandi dan pintu nya tebuka lebar,tidak ada dara di sana.
"lalu kemana dia", bathin evan. lalu evan kembali ke ruang tamu, evan menghela nafas kasar, ternyata gadis ini terlelap di sofa. kegiatan apa yang di lakukan nya di rumah, sampai tidur tidak sadar begini.
evan berjalan pelan ke arah sofa di mana dara tidur, dia ingin membangun kan nya, tapi niatnya di urung kan,melihat wajah polos dara saat tertidur. evan pelan membungkukkan badannya, memperhatikan wajah dara yang sedang terlelap, mata lentik, hidung mancung, bibi pink kecil, pipi sedikit tembem dan kulit putih bersih,
" manis, "gumam evan pelan tanpa sadar. tiba-tiba mata dara terbuka dan sesaat mereka saling tatap, evan yang menyadari nya cepat berdiri dan mengalihkan pandangan nya.
" sudah pulang,"? tanya dara sambil bangun dari pembaringan nya.
"belum" jawab evan datar, dara yang mendengar jawaban evan sedikit terkekeh.
"mas tadi ngapain,? apa jangan jangan_" dara mengatungkan ucapan nya, saat evan tiba-tiba memotongnya.
"aku cuma memperhatikan air liur mu saja", jawab evan datar dan berlalu meninggal kan dara ke dalam kamar. mata dara membulat saat mendengar perkataan evan dan dara secepatnya mengelap bibirnya pakek tangan.
" benarkah aku mengeluarkan air liur,malu nyaa, "gumam dara pada diri sendiri.
" aku duluan,"ucap evan saat mereka berbarengan masuk ke kamar mandi,
__ADS_1
"maaf mas, bisa gak aku duluan" ucap dara
"tidak bisa, menyingkir lah," balas evan datar. dara pun menyingkir dan hanya bisa bersabar dengan tingkah suaminya itu. dara pun berbalik dan melangkah menuju ruang tamu.
"sulit sekali mengalah sama yang lebih kecil,apa lagi perempuan,padahal kan dia sudah pernah menikah, tidak punya pengalaman apa, " gumam dara pelan.
"hey apa kata mu," tanya evan, ternyata evan masih bisa mendengarnya. dara pun terkejut dan berhenti, lalu dara membalikkan badan nya menghadap evan.
"aku tidak ngomong apa² dari tadi, mungkin itu suara nyamuk, banyak nyamuk di sini," balas dara nyengir. dara pun kembali membalikkan badan nya menuju ruang tamu.
entahlah dara pun jugak bingung kenapa dia bisa ngomong seperti itu tadi dan ternyata evan mendengar nya, sejak menikah dengan evan dara jadi berubah,senang, ceria, cerewet dan sedikit melawan. entah kenapa saat bersama evan dara merasa nyaman, walaupun evan tidak pernah menganggap nya. beda saat di rumah mama dara pediam dan selalu sedih.
"tok tok tok"ketuk dara di depan pintu kamar evan. tak lama kemudian evan membukanya.
"em, bisa gak, kita solat bareng, " tanya dara ragu? bagi dara penting solat berjemaah bersama suaminya.
"iya" jawab evan datar, evan tidak bisa menolak nya, karna setelah menikah dengan dara sekarang dia sudah menjadi imam nya dara.
"benarkah,"ucap dara memastikan.
" hemm"jawab evan menatap ke arah lain, malas menatap wajah dara.
"yasudah mas wudhu dulu, aku nunggu di kamar ya, " ucap dara senang. lalu berlalu menuju kamar.
__ADS_1
setelah selesai solat dan berdoa, dara meraih tangan suami nya untuk di ciumnya dengan takzim, evan terpaku melihat sikap dara, dia merasa sudah menjadi imam sebenarnya, evan mengingat almarhum istrinya, dulu evan dam istrinya tidak pernah melakukan solat berjemaah seperti yang dilakukannya dengan dara saat ini.
entah lah, evan merasa nyaman saat di perlakukan dara seperti ini, se akan dia di hormati sebagai suami.
lalu dara memejam kan matanya dan memajukan kepalanya ke arah evan.
"apa yang kamu lakukan," tanya evan.dara pun membuka mata nya manatap suaminya, ada perasaan aneh saat dara menatap suaminya, dara merasa nyaman,apa dara mulai menyukai suaminya.
"aku menunggu suamiku mencium kening ku," ucap dara tersenyum sambil menatap lekat wajah evan. lalu dara kembali memejamkan mata nya, berharap suaminya akan mencium kening nya.
evan memajukan kepala nya untuk mendekat ke wajah dara, dan sebuah kecupan menempel di kening dara. evan bertahan sejenak sambil memejamkan matanya.
dara merasa nyaman dan jantung nya berdetak hebat, ini pertama kalinya evan mencium nya.setelah menyadari nya evan melepaskan ciuman nyan dan bergegas berdiri untuk kembali ke kamar nya,
"suamiku" panggil dara. evan menoleh menatap ke arah dara,
"Terimakasih mas", ucap dara tersenyum tulus, rasanya dara tidak ingin evan keluar dari kamar nya, dara ingin evan berada bersama nya di sini, tapi itu tidak mungkin. evan pun mengagguk kaku, dan keluar dari kamar.
evan menutup pintu kamar nya dengan perasaan tak karuan, entah apa yang dia rasakan saat ini. tiba-tiba evan teringat almarhum istrinya dulu. evan berjalan ke sebuah lemari dan membuka nya. evan mengambil selembar foto nya dan istrinya saat pernikahan dulu. tiba-tiba evan merindukan nya.
"mas, ayok kita makan malam"panggil dara di depan pintu kamar evan. tidak ada sahutan dari dalam kamar evan, beberapa kali memanggilnya tidak ada jawaban, pintu pun tak kunjung dibuka.
" huuhh, mungkin sudah tidur,"gumam dara.dara pun terpaksa menuju dapur sendirian buat makan malam,nanti sisa makanan buat evan akan di panas kan besok, sayang di buang.
__ADS_1