Cinta Buah Simalakama

Cinta Buah Simalakama
Tiga kembara


__ADS_3

"Aisha, boleh minta bantuannya nggak?" Hipjiah berkata kepada Aisha setelah selesai mengikuti kajian di majelis bersama Abi.


"Iya ka," sahut Aisha seraya merapihkan kerudungnya.


"Tolong bawakan kitab yang ada di kardus ke gudang," ucap Hipjiah lalu membawakan tumpukan kitab yang tersusun rapi di dalam kardus.


"Gudang di sebelah mana ya ka?" tanya Aisha karena belum mengetahui letak gudang.


Hipjiah lalu memberitahukan Aisha letak gudang yang berada di samping tempat pengumpulan beras yang berada di belakang asrama. Kemudian, Aisha pergi dengan membawa kardus yang berisi kitab-kitab itu dengan hati-hati menuju tempat yang sudah Hipjiah beritahukan.


......................


Di lorong asrama, terlihat tiga orang perempuan sedang tertawa terbahak-bahak. Mereka adalah Hana, Rahayu dan Anggi yang sedang tertawa karena berhasil menjaili salah seorang temannya sehingga mengakibatkan temannya terjatuh ke kolam ikan yang berada di depan asrama.


"Eh diem dulu deh," ucap Hana kepada mereka berdua sambil pokus menatap ke arah seorang perempuan yang sedang berjalan.


"Itu Aisha ya?" celetuk Anggi.


"Iyaa kayaknya Aisha deh," sambung Rahayu sambil pokus menatap ke arah perempuan itu.


"Mau ke mana ya dia, jalan sambil bawa kardus begitu?" bingung Anggi sambil terus memperhatikannya.


"Aku tau dia mau ke mana," ucap Hana sengit, mereka berdua langsung menatapnya dengan tatapan penasaran.


"Emangnya mau ke mana Na?" tanya Anggi penasaran.

__ADS_1


"Ke mana lagi bawa kardus kalau bukan ke gudang," jawab Hana menatap mereka berdua sambil menyeringai.


"Tau kan kita harus ngapain," sambung Hana di susul oleh tatapan seringai mereka berdua.


......................


Aisha mendorong pintu gudang dengan sekuat tenaganya karena pintu itu macet, mungkin sudah lama tidak dibuka sehingga membuat permukaannya menempel rapat dengan pintu. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya pintu itu terbuka.


Tercium aroma kayu dan buku-buku yang menyengat penciuman ketika Aisha memasukinya, beberapa debu berterbangan ketika ia menyentuh beberapa barang yang ada di dalam gudang itu, terdapat tumpukan buku yang sangat berdebu di sebuah rak yang sudah tua.


Aisha mencari tempat yang pas untuk menaruh kardus yang berisi tumpukan buku. Namun, ia dikagetkan dengan buku yang terjatuh dari atas rak yang jatuh tepat di hadapannya, Aisha terus berpikir positif bahwa buku itu terjatuh karena angin atau karena ia telah menggeser rak itu sambil terus menyebutkan asma Allah, tapi sepertinya dugaannya salah karena di atas rak muncul makhluk yang berwarna hitam yang menjijikan makhluk itu kemudian menunjukkan wajahnya yang moncong dengan cakarnya yang panjang, Aisha melepas nafas lega karena itu hanyalah seekor tikus.


Setelah menaruh kardus, Aisha bergegas untuk segera keluar dari tempat yang pengap itu. Namun, tinggal beberapa langkah lagi jaraknya dengan pintu, tiba-tiba pintu tertutup dengan cepat disertai suara yang menggelegar seperti di dorong dengan sekuat tenaga dari luar, suara yang menggelegar membuat Aisha sangat terperanjat, ia langsung berlari menuju arah pintu sambil berusaha mendorongnya tapi sepertinya usahanya itu sia-sia karena pintu itu tidak bergerak sedikit pun.


"Siapa di luar!!" seru Aisha sambil menggedor pintu itu dengan sekuat tenaga. Namun, sepertinya tidak ada yang mendengar teriakannya itu.


"Siapapun tolong buka pintunya!!" jerit Aisha sambil terus menggedor pintu itu, tapi sepertinya semua usahanya hanya menjadi sia-sia karena tidak ada satupun orang yang membuka pintu gudang itu untuknya.


......................


"Kamu nggak apa-apa?" Zahra mengulurkan tangannya kepada perempuan yang pakaiannya sudah basah kuyup karena terjebur ke dalam kolam, perempuan itu hanya mengangguk kepada Zahra dengan ekspresi yang pasrah sambil menggapai uluruan tangan Zahra. sedangkan, beberapa orang di depan asrama sedang menertawakannya.


"Terima kasih ka," ucap perempuan itu setelah Zahra berhasil mengangkatnya.


"Nama kamu siapa?" tanya Zahra kepada perempuan yang mempunyai tubuh yang pendek dan warna kulit seperti sawo matang dengan pipi yang bulat.

__ADS_1


"Namaku Ashila ka, bisa di panggil Shila," jawab perempuan yang bernama Ashila sambil membersihkan pakaiannya.


"Kenalkan nama saya Zahra," ucap Zahra.


"Oh iya ka salam kenal," tutur Ashila sambil menundukkan bahunya, "aku mau ke kamar mandi dulu ya ka," lanjut nya lalu pergi meninggalkan Zahra dengan berlari kecil menuju kamar mandi, gerakannya membuat cipratan air terjatuh di sekitarnya sementara beberapa orang masih menatap sambil menertawakannya.


Zahra memandangnya dari kejauhan. Namun, hidungnya mencium aroma yang kurang sedap di tangannya, ia baru sadar bahwa tangannya basah karena air kolam itu sehingga Zahra juga ikut pergi ke kamar mandi sambil berjalan cepat.


......................


Aisha masih mencari cara untuk bisa keluar dari gudang yang pengap dan gelap itu, ia mencoba untuk membuka jendela tapi sepertinya jendela yang ada di gudang itu sudah rusak karena mungkin sudah ditelan masa, sementara jika lewat atap bagaimana mungkin karena dirinya tidak bisa merayap di dinding.


Aisha lalu duduk tepat di rak buku yang sudah lapuk sambil mengumpulkan staminanya yang cukup terkuras untuk berteriak dan mendorong pintu. ia terus memperhatikan ruangan di sekitarnya dengan pokus amun tidak ada satupun celah untuknya untuk bisa keluar dari tempat itu.


Aisha mulai pasrah dengan keadaannya saat itu, ia menatap ke atas langit-langit ruangan itu yang telah dipenuhi oleh jaring laba-laba dan melihat ke arah lantai ruangan itu yang sudah berdebu. Namun, pandangannya teralihkan kepada buku yang tadi terjatuh dari atas rak karena tikus, Ia lalu menghampirinya dan menggenggamnya seketika debu-debu langsung berterbangan dari atas cover buku itu.


Aisha penasaran dengan isi buku itu yang terlihat sudah lapuk. lalu, ia pun mulai membuka halaman pertama dari buku itu dengan hati-hati karena debu masih menempel di buku itu. Seketika jantung Aisha berdetak kencang dan perasaannya tidak karuan ketika melihat halaman pertama dari buku itu yang bertuliskan Buku Diary Hipjiah, dengan cepat Aisha langsung membersihkan buku itu dengan pakaiannya dan langsung membuka buku itu dengan penuh penasaran.


"Aisha apakah kamu di dalam?" Suara yang tidak asing terdengar sambil mengetuk pintu dengan keras.


"Ka Hipjiah! buka pintunya ka!!" Aisha berteriak sambil berlari menuju arah pintu, setelah beberapa saat pintu itu pun terbuka lebar, membawa hembusan angin segar ke dalam ruangan.


"Kenapa kamu ada di sini Sha?" tanya Hipjiah penasaran dengan apa yang terjadi terhadap Aisha.


"Aisha juga nggak tahu kak, setelah aku menaruh kardus tiba-tiba pintunya terkunci dari luar," jawab Aisha, Hipjiah hanya mengangguk mendengar pernyataan Aisha.

__ADS_1


"Itu buku apa sha?" tanya Hipjiah menatap buku yang di pegang oleh Aisha.


"Ini buku bacaan ka, ketika di dalam gudang aku tertarik buat baca isinya," jawab Aisha sambil menunjukan sebuah buku yang berjudul Wanita Shalihah, Hipjiah hanya mengangguk pelan. Lalu, mereka pun pergi dari gudang yang pengap itu sambil bercerita mengenai apa yang tadi terjadi.


__ADS_2