
Namaku Cinta Kiara Leksmana. Aku adalah seorang putri dari konglomerat ternama dinegara ini. Aku memiliki segalanya, rumah megah bak istana, mobil mewah, barang-barang branded. Orang tuaku selalu memberikan apapun yang aku inginkan. Bahkan jika aku minta dibelikan pulau sekalipun, mereka pasti akan memberikannya padaku.
Semua orang akan merasa iri padaku karena harta yang dimiliki keluargaku, tapi bagiku … semua itu percuma saja jika hanya harta yang dimiliki tapi tidak dengan waktu orang tuaku. Dalam sebulan bisa dihitung dengan jari berapa kali aku bertemu dengan mereka.
Suatu hari … setelah pesta ulang tahunku yang ke 17. Sesuatu yang tak masuk akal terjadi padaku.
"Ehm ... Kenapa penglihatanku sedikit buram ya? Bagaimana bisa penglihatanku rusak hanya dalam 1 malam? Eh, kacamata". Cinta terbanguj disebuah kamar kecil. Dia mengusap matanya berkali-kali karena penglihatannya yang tidak jelas. Dia langsung meraih kacamata diatas nakas begitu melihatnya.
"Ini dimana? Jelas-jelas semalam aku tidur dikamarku, kenapa sekarang aku tidur ditempat kumuh seperti ini? Bahkan jika dibandingkan dengan kamar pembantu dirumah … ini jauh lebih kecil. Iiuuh … baju lusuh ini, bagaimana bisa aku pakai baju tidur seperti ini?". Cinta tersadar saat dia tidak mengenali kamar yang dia tempati. Dia pun beranjak dari tempat tidurnya untuk melihat sekeliling, namun saat dia melewati cermin … ada sesuatu yang membuatnya sangat terkejut.
"Hah! Siapa itu?" Cinta menatap dirinya dicermin dengan wajah yang berbeda. Dia memegangi pipinya sendiri untuk memastikan.
"Apa ini aku? Bagaimana aku bisa jadi itik buruk rupa begini?! Tidaaaaaaak!!!"
__ADS_1
...****************...
Ditempat lain. Seorang pelayan berniat membangunkan nona mudanya.
"Nona. Bangun. Ini sudah pagi. Anda harus segera pergi ke sekolah. Bukankah anda bilang hari ini anda akan jadi awal baru karena anda berusia 17 tahun?". Pelayan itu membangunkan nona mudanya dengan lembut.
"Eum …"
Gadis itu mulai bangun dari tidurnya. Tangannya meraba-maba mencari sesuatu. Bahkan sebelum dia membuka matanya.
Pelayan disampingnya merasa bingung.
"Nona, apa yang anda cari?"
__ADS_1
"Kacamataku" Gadis itu menjawab dengan mata yang masih belum terbuka.
"Eh? Anda siapa?" tanyanya setelah tersadar ada seseorang disampingnya.
"Ini … dimana? Apa aku disurga? Tidak. Ini seperti kamar tuan putri? Apa aku ada disebuah istana dalam novel? Apa ini mimpi? Aww. Ini sakit". Gadis itu terlihat bingung dengan kamar yang dia tempati.
"Nona, apa anda baik-baik saja? Nona tidak boleh bercanda seperti itu. Jangan buat Bibi takut, Non". Pelayan tiu bicara dengan sopan pada gadis muda didepannya.
"Saya serius. Bibi ini siapa?". Gadis itu masih tidak mengerti dengan situasinya.
"Ini tidak lucu, Non. Nona harus bangun sekarang dan bersiap pergi ke sekolah. Nona bisa terlambat jika terus seperti ini". Pelayan itu menarik selimut sigadis dan membantunya pergi ke kemar mandi. Gadis itu masih menoleh kesana kemari mengangumi kamar yang saat ini dia tempati.
"Saya akan siapkan pakaian Nona, jadi cepatlah mandi". Bibi itu mendorong dengan pelan nona mudanya kedalam kamar mandi
__ADS_1
"Woow … bahkan kamar mandinya aja sangat indah dan luas. Apa ini benar-benar nyata?" gadis itu terus saja mengamati setiap sudut kamar mandi beserta barang-barang yang ada disana. Tapi dia sangat terkejut saat menatap cermin.
"Eh? Siapa ini? Dia sangat cantik. Iih … apa ini … aku? Bagaimana bisa wajahku berubah? Tidaaaaakkkk"