Cinta Bukan Cinta

Cinta Bukan Cinta
Harapan Cinta Dan Rania


__ADS_3

Samuel Argantara adalah seorang pewaris keluarga Argantara. Dia menempuh sekolah bisnis manajemen diluar negeri dan saat ini kembali ke negaranya untuk mulai mengambil alih perusahaan keluarganya.


"Tuan Sam, saya sudah mendapatkan informasi yang anda minta". Beni bicara sambil menyerahkan sebuah dokumen pada Sam.


"Kerja bagus". Sam mengambil dokumen yang diberikan Beni dan mulai membacanya.


"Kalau begitu saya akan kembali ke meja kerja saya", ujar Beni yang hanya dibalas anggukan oleh Sam.


"Jadi namanya Cinta? Cinta Kiara Leksmana, nama yang cantik. Sesuai dengan orangnya", gumam Sam sambil membaca dokumen ditangannya, senyum manis juga terlihat diwajahnya.


"Gadis kecil, aku harap bisa kembali berjumpa denganmu"


...****************...


Malam harinya, Rania baru saja pulang setelag bekerja dikafe. Dia pulang sekitar pukul 10 malam.


"Aku pulang". Kata Rania begitu dia membuka pintu rumahnya.


"Kamu baru pulang? Bukannya hari ini kamu menerima gaji dari kafe?", sang ibu langsung menanyakan gaji Rania begitu dia tiba bahkan dia masih belum duduk.


"Ini Bu". Rania pun memberikan sebagian gajinya pada sang ibu.


"Hanya segini? Mana cukup uang segini? Ibu harus membayar sewa rumah, uang sekolah adikmu dan hutang yang dimiliki ayahmu. Uang segini cukup apa? Berikan semua uangnya pada ibu!". Ibu Rania langsung memarahinya karena Rania hanya memberikan setengah dari gajinya saja.


"Tapi Bu. Aku juga memiliki keperluan yang harus aku beli", ujar Rania berusaha menjelaskan pada sang ibu.


"Keperluan apa? Kamu sekolah dengan beasiswa. Kamu juga tidak pernah membeli pakaian atau apapun. Jadi ibu rasa, kamu tidak perlu memegang uang terlalu banyak. Berikan saja pada ibu". Sang ibu langsung merebut tas Rania dan mencari sendiri uangnya.


"Bu, berikan padaku. Jangan diambil semua. Ibu bisa minta sebagian lagi pada kakak". Rania berusaha merebut uang dari tangan ibunya namun dia tak berhasil mengambilnya.


"Kakakmu memiliki banyak keperluan. Ini, kamu hanya perlu untuk biaya transportasi saja kan?". Ibu Rania memberikan sedikit uang pada Rania untuk naik bus lalu pergi meninggalkan putrinya itu.


"Keperluan apa? Bu, kenapa aku bekerja untuk untuk memenuhi semuanya sedangkan kakak hanya bekerja untuk dirinya sendiri?!", teriak Rania pada sang ibu.

__ADS_1


Ibu Rania menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Rania.


"Kakakmu itu bekerja dikantor dan teman-temannya berasa dari kalangan berada jadi dia harus tampil cantik dan menarik agar tidak memalukan. Sedangkan kamu hanya bekerja di kafe, jadi tidak memerlukan banyak uang!", jawab sang ibu lalu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Rania.


Air mata Rania perlahan mengalir sambil menatap uang yang ada di tangannya. Dia berjalan menuju kamarnya dengan langkah kaki yang lemas.


"Apa yang bisa aku lakukan dengan uang ini? Bahkan ini tidak akan cukup untuk ongkos bus selama sebulan. Aku juga harus membeli buku sekolah dan juga makan sendiri. Kenapa hidupku seperti ini? Disekolah aku selalu ditindas karena aku miskin. Dirumahpun ibu sama sekali tidak memperhatikanku dan hanya peduli pada kakak juga adikku saja. Andai aku terlahir sebagai gadis cantik dan dari keluarga kaya, mungkin rasanya akan menyenangkan dan tidak terlalu berat seperti sekarang", gumam Rania sambil berbaring menatap langit-langit kamarnya yang sempit dan pengap.


...****************...


Sementara itu dirumah Cinta. Lampu warna-warni ditata sedemikian rupa untuk menyambut hari ulang tahunnya. Bunga-bunga dipajang disetiap sudut ruangan untuk menambah keindahan. Diatas meja makan panjang telah tersusun berbagai macam makanan dan minuman untuk para tamu. Kue ulang tahun yang besarpun sudah tersedia disana. Alunan musik mengiringi pesta agar semakin meriah. Para tamu undanganpun terlihat menikmati suasana yang ada.


Cinta masih bersiap dikamarnya agar tampil cantik dan memukau.


"Bi, apa papa dan mama sudah kembali?", tanya Cinta yang masih dirias oleh penata rias dari salon terkemuka.


"Belum, Non. Mungkin tuan dan nyonya sedang dalam perjalanan. Saya akan coba menghubungi beliau dan menanyakannya".


"Ada apa? Kenapa kamu berjalan mondar mandir didepan kamar non Cinta?", tanya Pak Juan yang penasaran dengan hal yang terjadi.


"Pak Juan, apa tuan dan nyonya sudah memberi kabar kapan mereka akan pulang?". Bi Susi bertanya dengan panik pada Juan.


Pak Juan menggelengkan kepala dan menjawab Bi Susi dengan raut wajah menyesal.


"Tuan bilang pekerjaannya masih belum selesai. Beliau tidak bisa pulang sekarang dan merayakan ulang tahun nona".


"Apa?! Bagaimana ini? Nona pasti sangat marah dan sedih jika tahu kalau ulang tahunnya hari ini juga tidak bisa dihadiri oleh kedua orang tuanya. Ini sudah kesekian kalinya beliau mengadakan pesta tanpa tuan dan nyonya".


Bi Susi sangat terkejut dan panik mendengar kalau orang tua Cinta tidak bisa pulang. Dia sudah membayangkan kalau nonanya itu pasti akan sangat sedih mengetahui hal itu.


"Kamu harus bisa tenangkan nona dan biarkan dia menikmati pestanya. Jangan sampai nona tahu kalau tuan dan nyonya tidak bisa pulang sekarang". Pak Juan bicara pada Bi Susi dengan hati-hati. Dia sudah bisa menebak reaksi nonanya jika tahu kedua orang tuanya tidak bisa datang.


"Kalian bicara apa? Papa dan Mama tidak akan datang? Bagaimana kalian tahu? Apa mereka menghubungi kalian? Cepat jawab?! Kapan mereka bilang kalau mereka tidak bisa datang?!"

__ADS_1


Cinta yang kebetulan selesai berias dan akan turun keruang pesta mendengar percakapan antara pak Juan dan Bi Susi.


"Nona … itu … itu …". Pak Juan dan Bi Susi saling menatap satu sama lain ketika melihat Cinta berdiri dihadapan mereka.


"Itu apa?! Katakan yang sebenarnya padaku!". Cinta bertanya dengan raut wajah kesal dan nada bicara yang dingin.


"Tuan mengatakan pada saya kalau pekerjaannya masih belum selesai. Beliau tidak bisa meninggalkannya begitu saja sebelum masalahnya selesai". Pak Juan menjelaskan pada Cinta dengan ragu-ragu karena takut sang nona akan marah.


Cinta terdiam dengan raut wajah kesal. Dia terlihat sangat marah berjalan menuruni tangga dan menuju ruang pesta. Dia berjalan menuju kue ulang tahunnya lalu menyalakan lilinnya dan meniupnya sendiri


"Perhatian semuanya. Kue ulang tahunnya sudah aku tiup, itu artinya pesta ini telah selesai. Dan kalian semua bisa pulang sekarang! Bagikan souvenir dan bingkisan sebelum mereka pergi"


Semua orang saling menatap satu sama lain lalu menatap Cinta dengan tatapan heran. Mereka tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Cinta.


"Tunggu apa lagi?! Cepat bubaar!". Cinta yang semakin kesal melihat orang-orang yang diam saja tanpa meninggalkan ruang pesta. Diapun kembali berteriak dengan penuh amarah.


"Ayo pergi … cepat … cepat …".


Para tamu undangan pun berhamburan keluar dari rumah Cinta dengan tergesa-gesa. Mereka dibantu para pengawal dan pelayan yang membagikan sovenir dan bingkisan sebelum pergi.


Cinta yang sedang kesal langsung kembali ke kamarnya dengan penuh amarah.


"Aaaah!!! Kalian jahat! Kalian hanya mementingkan bisnis saja! Kalian sama sekali tidak sayang padaku!".


Cinta meluapkan amarahnya dengan berteriak sambil menghancurkan barang-barang yang ada dikamarnya. Pelayan yang ada hanya diam didepan pinti kamar Cinta tanpa berani mengganggunya.


"Kenapa kalian tidak bisa menyisakan sedikit waktu untukku? Bahkan satu hari untuk ulang tahunku pun tidak bisa kalian lakukan... Aku tidak hanya butuh harta, tapi aku juga butuh kalian disampingku. Sejak kecil hanya bi Susi saja yang ada untukku. Apa kalian sama sekali tidak menginginkanku?.. hiks hiks hiks. Aku tidak butuh banyak harta, aku hanya ingin dicintai oleh semua orang saja".


Semua orang yang ada didepan kamar Cinta ikut bersedih mendengar jeritan Cinta. Mereka bisa mengerti kesedihan yang dirasakan oleh gadis remaja itu.


Cinta yang bersedih terus menangis dalam waktu lama hingga dia tertidur karena lelah. Tiba-tiba saat dia sedang tertidur lelap dan semua orang juga tertidur, sebuah cahaya putih masuk kekamarnya dan juga kamar Rania.


Aku akan mengabulkan keinginan kalian berdua untuk menjalani hidup sesuai dengan harapan kalian masing-masing

__ADS_1


__ADS_2