CINTA DAN DENDAM.

CINTA DAN DENDAM.
1. Awal Mulai.


__ADS_3

***Kamar Hotel Mewah***


Pov… Elysia Arabella Ardelia.


Namaku adalah Elysia Arabella Ardelia, aku sering di panggil dengan nama Sia. Umur ku kini 28 tahun. Aku anak yatim piatu dari salah satu panti asuhan di negara N. Sejak kecil aku di ajarkan untuk hidup mandiri, hingga aku tumbuh dewasa aku tidak kunjung di adopsi.


Namun itu tidak mengurangi hidupku yang selalu bahagia. Tetapi kebahagiaan itu hancur begitu saja, di saat hangatnya cinta dan kasih sayang yang baru saja aku rengkuh. Semua hancur berkeping-keping, dan hanya menyisakan diriku sendiri yang penuh akan rasa dendam. Cinta di dalam hidupku hilang bersamaan dengan hilangnya akar kebahagiaan ku di dunia ini.


Aku tidak tahu apa yang aku lakukan saat ini? Apakah sudah benar? Tentu saja ini sudah benar.


Rasa kehilangan dua orang yang aku sayangi 5 tahun yang lalu, menjadikan aku pribadi yang berbeda. Aku yang dulu lugu, penurut, ramah, ceria dan selalu bahagia. Itu semua sudah hilang. Yang ada hanyalah aku yang penuh akan rasa dendam, obsesi, dingin dan bisa melakukan apapun yang aku inginkan demi berhasilnya tujuanku.


Di sinilah aku berada saat ini, di sebuah kamar hotel mewah yang penuh akan kemewahan. Aku kini telah berstatus seorang istri kedua dari seorang pengusaha ternama dan terkenal di negara N. Beberapa jam yang lalu, aku dan pria itu telah mengikat janji suci kami, walaupun hanya di hadapan pemuka agama dan beberapa saksi yang telah di atur oleh pria tersebut.


Singkat kata aku adalah wanita kedua yang masuk ke dalam biduk rumah tangga mereka, lebih tepat lagi di sebut dengan seorang wanita penggoda atau pelakor adalah sebutan yang paling tepat bagiku.


Apakah aku peduli akan sebutan itu? Jawabannya adalah tidak sama sekali, aku tidak peduli sama sekali. Sebab inilah yang aku inginkan, inilah jalan yang harus aku tempuh untuk melancarkan semua rencana balas dendam ku, kepada seorang wanita kejam dan jahat di mataku. Wanita yang telah membunuh dua orang yang paling aku cintai dan sayangi di dunia ini.


Aku rela menjadi seorang pelakor, perebut suami orang karena ingin membalas dendam kepada wanita yang telah membunuh suami dan putra ku 5 tahun yang lalu. Kini aku sudah berada dekat dengan tujuanku, selama 5 tahun aku memendam rasa ingin balas dendam ini.


Aku menatap pantulan wajahku di depan cermin meja rias di dalam kamar hotel yang aku tempati. Malam ini adalah malam pertama kami berdua, malam di mana hatiku akan benar-benar hancur karena rasa marah pada diriku sendiri. Aku merasa telah mengkhianati almarhum suamiku yang sudah lama tiada, namun rasa cinta dan sayangku padanya masih seperti dulu kami menjadi pasangan suami istri yang bahagia.


"Apa yang kau lakukan Sia?" Tanyaku pelan melihat ke arah pantulan diriku di dalam cermin.


Aku kembali teringat kepada almarhum suami dan putra semata wayang ku. Aku terpaksa melakukan semua itu, bahkan menjual diri dan tubuhku untuk melancarkan rencana balas dendam ku kepada wanita jahat itu.


"Maafkan aku mas…Aku akan tetap mencintai mu dan putra kita. Aku melakukan semua ini hanya untuk membalas mereka yang telah merenggut kalian berdua dari hidupku." Gumamku pelan sembari menutup kedua mataku.


Tanpa aku dapat tahan air mataku mengalir begitu saja. Aku sakit harus melakukan ini semua, tetapi aku tidak ada pilihan lainnya. Memberikan wanita jahat itu pelajaran, derita dan kehancuranlah yang aku inginkan.


"Semua ini tidak mudah bagiku. Semua ini neraka yang baru saja di mulai, semua ini adalah jalan dan takdir hidup yang baru saja mulai aku jalani. Setelah semuanya selesai dan wanita itu mendapatkan hukuman yang setimpal, aku akan menyusul kalian berdua. Kita akan berkumpul kembali, kita bertiga akan bahagia kembali." Gumamku pelan, untuk sekedar memberikan sebuah semangat dan dorongan untuk terus maju ke depan.


Terdengar suara pintu kamar hotel itu terbuka, aku sudah bisa menebaknya jika yang datang itu adalah suami baruku.


Dua orang pria yang sama sama tampan dengan kharismanya masing-masing, mampu meluluhkan begitu banyak hati kaum hawa. Dua pria tampan yang salah satunya adalah suami baruku sendiri. Tuan muda Justin Andrian Radeya. Tuan muda keluarga Radeya yang terkenal akan perusahaan raksasanya di beberapa negara besar.

__ADS_1


Seorang pria tampan yang sempurna di mata para kaum hawa. Pria tampan dengan rahang tegas, hidung mancung, bibir tipisnya berbentuk hati semerah buah cerry. Memberikan kesan seorang keturunan dewa Yunani, apalagi mata birunya yang sangat indah sekaligus tajam. Begitu dalam dan dingin tidak tersentuh.


Tubuhnya yang tinggi atletis, dengan kulit putih bersih menambah kharisma dari tuan muda Justin Andrian Radeya tersebut. Namun pesonanya itu, tidak membuat mataku sama sekali tertarik ataupun rasa ingin mememilikinya.


Aku menjadi istri keduanya, kami sama-sama memiliki tujuan kami masing-masing. Kami sama-sama di untungkan di dalam pernikahan ini, walaupun pernikahan kami harus di rahasiakan dari publik. Mengingat siapa suamiku itu? Tuan muda pewaris tahta kerajaan keluarga besar Radeya. Keluarga yang sangat berkuasa, terpandang, terkenal, dan kaya raya di beberapa negara besar. Bahkan harta keluarga Radeya tidak akan habis 7 keturunan walaupun di gunakan untuk berfoya-foya.


Aku bangkit dari duduk ku setelah aku menghapus air mataku dengan cepat. Aku saat ini masih menggunakan jubah pakaian tidurku yang terlihat masih sopan. Namun tatapan mata kedua pria yang ada di hadapan ku, memandang aku jijik, rendah dan remeh. Seakan aku wanita kotor yang mereka pungut dari tempat sampah.


Apakah aku peduli? Tentu saja tidak. Aku berusaha menebalkan wajahku, menganggap semua itu tidak berarti bagiku. Aku menganggap dua pria itu hanyalah sebuah patung dewa Yunani yang indah untuk di pandang mata.


Aku berdiri di seberang hadapan kedua pria tampan yang sedang duduk anggun pada ruang tengah kamar mewah tersebut.


"Silakan duduk, nyonya." Perintah dari asisten pria yang sudah resmi menjadi suamiku.


Aku tahu, jika aku harus mengikuti semua perintahnya. Aku pun duduk dengan patuh, akan aku ikuti peraturan dan permainan mereka. Semasih aku berada dekat dengan tujuanku selama 5 tahun ini. Semua akan aku anggap mudah untuk aku lalui.


"Silahkan baca dokumen perjanjian ini, nyonya." Ucap sang asisten yang terlihat sama dinginnya dengan sang tuan.


Tanpa banyak tanya, aku meraih dokumen yang di maksudkan dan membacanya.


Isi di dalam kontrak tersebut adalah, aku hanyalah istri kedua yang akan selalu di sembunyikan.


Aku tidak boleh membocorkan semua rahasia tentang pernikahan kami kepada orang lain. Aku harus selalu mematuhi setiap perintahnya, baik yang tertulis dan yang belum tertulis. Aku harus menjadi istri yang baik dan melakukan semua kewajiban sebagai seorang istri kepada suaminya.


Yang paling utama sebagai tujuannya menjadikan aku istri kedua adalah aku harus bisa memberikan dia seorang keturunan selama satu tahun ini. Itulah tujuan utama pria dingin itu menikahi ku. Seorang anak keturunan bagi keluarga Radeya, anak keturunan yang tidak kunjung ia miliki bersama istri pertama yang sangat ia cintai, sekaligus musuh terbesar yang harus aku hancurkan..


Pernikahan kami hanya akan berlangsung selama 2 tahun saja, dan jika selama 2 tahun aku tidak kunjung hamil. Aku harus rela menjadi budaknya untuk selamanya. Entah itu budak apa, akupun tidak tahu? Hanya pria dingin itu yang tahu.


Aku wanita yang cukup memiliki IQ di atas rata-rata, aku bukanlah wanita yang mereka bisa pandang sebelah mata. Namun aku hanya akan terlihat lemah di mata mereka, selama tujuanku mulai bisa mendekat. Apapun peraturan, dan keinginan serta tujuan dari pernikahan ini? Aku tidak peduli sama sekali.


"Bagaimana dengan pekerjaan saya, tuan?" Tanyaku, aku tidak ingin menjadi wanita pengangguran yang hanya bisa menunggu suaminya datang tanpa tahu waktu kedatangannya kapan?


Tuan Justin merenggutkan alisnya melihat ku, lalu dia melirik sekilas ke arah sang asisten yang duduk di samping pada sebuah sofa tunggal.


"Mulai besok anda akan bekerja di perusahaan, tuan Justin. Sebagai staf marketing perusahaan Radeya Group." Balas sang asisten.

__ADS_1


Kini giliran ku yang merengutkan alis melihat kedua pria yang ada di hadapan ku secara bergantian. Sebelum ini aku bekerja di perusahaan Adithama Group. Sebuah perusahaan yang kini ada di bawah kendali Radeya Group.


Namun karena suatu alasan sebagai jaminan dari perusahaan Adithama group yang tengah mengalami masalah, akulah yang di jadikan bayaran dari bantuan dana yang di berikan oleh Radeya group kepada Adithama group.


Aku adalah putri angkat dari pemilik perusahaan Adithama group sejak 5 tahun yang lalu, sekaligus wakil direktur dari perusahaan Adithama group. Kini jabatan ku di turunkan, hanya sebagai staf marketing perusahaannya. Bagaimana bisa seperti ini?


"Maksud tuan, staf biasa di perusahaan anda. Mulai besok, saya bekerja di perusahaan Radeya group, begitu?" Tanyaku ingin memperjelas.


"Iya, nyonya." Lagi lagi sang asisten yang bernama Adam yang menjawabnya.


Aku tahu jika suamiku itu sangat irit dalam berbicara, tapi apakah dia tidak bisa menjawab dengan mulutnya sendiri? Aku pun hanya dapat mengelus dada untuk bersabar dalam menghadapi pria dingin di depan ku ini.


"Baiklah. Bagaimana dengan kontrak kerjanya?" Tanyaku lagi, aku tidak ingin sangat di rugikan oleh mereka.


"Ini. Silahkan di baca, dan segera tanda tangani." Ucap Adam lagi lagi yang menjawab.


Aku hanya bisa pasrah, lalu meraih dengan sedikit kasar dokumen yang ada di atas meja kaca di hadapan ku.


Sebuah kontrak kerja seperti biasanya, hanya saja posisi ku dapat di pindahkan sewaktu-waktu menurut kebutuhan perusahaan. Selain nominal gaji yang aku dapatkan, semua tidak ada masalah, walaupun kontrak kerja tersebut hanya 2 tahun saja. Gajiku jauh dari gaji yang aku dapatkan di perusahaan Adithama group.


"Bagaimana bisa gajinya seperti ini?" Tanyaku tidak setuju, lalu menatap tidak suka ke arah suamiku yang sejak awal hanya diam seribu bahasa. Matanya saja yang tidak lepas dari mengawasi ku.


Mereka kini berdua melihat ke arahku, aku yang keberatan atas gaji yang tertera di dalam kontrak kerja tersebut. Menarik perhatian mereka berdua, bagaimana tidak? Aku hanya di gaji di bawah gaji seorang karyawan yang paling rendah jabatannya, sedangkan skill yang aku miliki sudah setara dengan seorang wakil direktur.


Bukan aku sombong, tetapi pria dingin ini tidak menghargai kemampuan yang aku miliki. Apakah dia sedang menghina ku? Ataukah dia sedang meremehkan kemampuan ku? Pria sombong, angkuh dan dingin seperti yang di romurkan banyak orang di dunia bisnis.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2