CINTA DAN DENDAM.

CINTA DAN DENDAM.
7. Mengenang Dan Rasa Trauma.


__ADS_3

POV Author…


Tanpa ia sadari sudah berlalu satu jam. Sia yang baru saja selesai dan memakai jubah mandinya, ingin keluar dari kamar mandi. Namun sayang, pintu kamar mandi itu tidak terbuka sama sekali.


Beberapa kali gerakkan tangannya dengan kuat menarik gagang pintu, tetapi nihil tetap saja pintunya tidak terbuka.


"Tuan…!" Panggil Sia dengan keras sembari memukul-mukul daun pintu yang tertutup.


"Tuan…tolong bukakan pintunya. Ini terkunci dan tidak bisa terbuka sama sekali." Panggil Sia berharap Justin membantunya membuka pintu tersebut.


"Tuan…tuan Justin…!" Panggil Sia kembali.


"Nikmati hukuman selanjutnya dariku. Kau tidur malam ini di dalam kamar mandi. Selain lama di dalam sana, sepertinya kau lebih suka berlama-lama berada di dalam kamar mandi. Ok, aku pergi dulu, sampai bertemu besok." Ucap Balasan Justin dengan tenang dan berlalu dari kamar itu.


Dengan senyum kemenangan Justin pergi begitu saja meninggalkan Sia, yang sengaja ia kunci di dalam kamar mandi. Ia begitu puas akan kenikmatan pelayanan dari istrinya dan hukuman yang ia berikan terhadap istri keduanya yang membangkang itu.


Sedangkan Sia membulatkan matanya sempurna akan perkataan Justin. Menikmati hukuman selanjutnya dengan cara tidur di dalam kamar mandi. Apa itu masuk akal? Baru saja selesai bercinta beberapa jam yang lalu, kini dirinya di hukum lagi. Apakah layanannya malam ini kurang memuaskan bagi Justin?


Begitu Sia mendengar suara pintu yang tertutup, Sia meluapkan kekesalannya terhadap Justin.


"Dasar pria brengsek…!" Teriak Sia kesal di saat Justin sudah keluar dari dalam kamar itu.


"Sialan, pria brengsek, pria mesum." Gumamnya meluapkan kekesalan hatinya sembari menendang keras pintu yang ada di hadapannya.


Ia sadar hukuman itu tidak akan bisa di tawar lagi. Sia tahu dirinya kini seorang diri di dalam apartemen mewah itu, pada siapa ia akan meminta bantuan?


Beberapa kali Sia membuang nafas kasarnya ke udara, ingin melepaskan beban di hatinya dan mengurangi gejolak amarah yang kini masih ia rasakan.


Sia melihat di sekelilingnya, tidak ada tempat yang nyaman untuk dia tidur di dalam kamar mandi itu.


"Dia pikir aku apa? tidur di dalam kamar mandi, dia sungguh pria kejam yang pernah aku kenal." Ucapnya.


Sia terduduk di lantai dan bersandar pada pintu, dia menekuk kedua kakinya dan memeluk agar mendapatkan kehangatan pada tubuhnya yang hanya memakai jubah mandi.


"Mas…!!" Gumamnya pelan. Sia teringat akan sosok almarhum suaminya yang sudah tiada.

__ADS_1


Tanpa sadar air matanya jatuh. "Mas apakah tindakan ku ini sudah benar? Maafkan aku Mas…aku sudah mengkhianatimu…!!" Ungkapnya merasa bersalah pada sosok suaminya tersebut.


"Mas, tuntun aku untuk melewati semua ini. Berikan lah petunjuk mu sedikit saja untuk semuanya yang telah terjadi padamu dan putra kita. Aku sendiri di sini, Mas…Adek…!! Mama merindukan kalian…!!" Ucapnya sedih.


Sia menyembunyikan wajah sedihnya di antara lututnya. Sia menangisi nasibnya selama ini. Takdir hidupnya sungguh tragis dan tidak ada kebahagiaan sedikitpun.


"Apa salah kita Mas, kepada mereka? Mengapa mereka tega memisahkan kita seperti ini? Mengapa kau tidak mengajakku ikut serta bersamamu dan putra kita. Mas…Mengapa aku harus hidup seorang diri di dunia ini?" Ucapnya berlinang air mata.


Sia kembali mengingat kejadian, di mana dirinya yang masih dalam suasana duka atas kehilangan suami dan putranya. Sia yang merasa kehilangan dan seorang diri, melakukan tindakan bunuh diri dan menceburkan tubuhnya ke dalam sungai yang memiliki kedalam cukup dalam.


Namun sayangnya tindakan itu tidak berhasil, saat siuman dirinya sudah berada di dalam sebuah kamar mewah dengan beberapa peralatan medis di tubuhnya. Ia yang sempat koma tidak sadarkan diri selama 2 minggu, sadar dan di selamatkan oleh seorang wanita paruh baya. Mama angkatnya saat ini. Wanita yang juga kehilangan seorang putri akibat ulah dari nyonya muda keluarga Radeya yang begitu sombong dan arogan.


Putri dari nyonya Adhitama yang seorang model dan artis ternama beberapa tahun yang lalu tengah naik daun. Namun karena kecemburuan dari nyonya muda Radeya yang merasa dirinya kalah saing oleh putri nyonya Adhitama, dia pun menjebak gadis itu dalam kasus asusila yang di rekayasa dan telah di susun rapi oleh nyonya muda Radeya.


Kasus asusila yang di alami oleh putri tunggal nyonya Adhitama, membuatnya depresi dan tidak kuat menjalani hidupnya lagi dengan karier keartisan yang hancur begitu saja. Sang putri memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menggantung dirinya di ruang perawatan tempatnya di rawat.


Setelah kejadian tersebut, setahun kemudian tuan Adhitama yang sangat menyayangi sang putri sangat merasa kehilangan. Tuan Adhitama terlalu depresi yang memicu sakitnya semakin parah, dan akhirnya meninggal dunia. Kebencian dan rasa ingin balas dendam nyonya Adhitama begitu besar terhadap perbuatan nyonya muda Radeya yang menjadi awal mulai kehancuran keluarganya.


Sia dan nyonya Adhitama memiliki dendam yang sama terhadap nyonya muda Radeya yang kini menjadi madunya. Atas dasar itu, Sia setuju di angkat menjadi anak oleh nyonya Adhitama serta di didik menjadi wanita kuat dan mandiri seperti sekarang ini. Kedua wanita yang berbeda usia itu sepakat bekerja sama untuk membalaskan dendam mereka.


"Kau harus kuat, Sia. Justru sebuah balas dendam tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua perlu usaha dan pengorbanan. Kalau kau terus mengeluh seperti ini, tidak pantas untuk kamu hidup dengan memakai alasan balas dendam kepada wanita jahat itu." Gumamnya kepada diri sendiri. Ia ingin menguatkan tekad dan hatinya untuk kuat menjalani semua cobaan itu.


"Baiklah aku harus kuat. Untuk bisa menghancurkan wanita itu, aku harus bisa merebut suami yang sangat dia cintai menjadi milikku dan berada di pihakku. Kehancurannya karena kehilangan orang yang berharga di dalam hidupnya, harus ia rasakan dan dapatkan. Seperti yang aku dan mama alami." Ucapnya menguatkan tekad dan hatinya untuk bangkit lebih kuat lagi.


Sejak itulah tekat Sia besar untuk merebut suami dari musuhnya itu, dengan cara menjerat, merayu dan memberikan apa yang pria itu inginkan. Seorang putra keturunan keluarga Radeya. Walaupun dia harus menjadi wanita murahan dan penggoda di mata pria kejam yang sekarang menjadi suaminya. Sia tidak peduli. Satu yang pasti, Justin harus menjadi miliknya dan berada di pihaknya bagaimana pun caranya.


Saat Sia sibuk dengan pemikirannya sendiri, entah sudah berapa jam berlalu. Sudah tengah malam, bahkan Sia melewatkan makan malamnya. Perutnya kini kelaparan.


"Pria brengsek, bahkan dia tidak memberikan aku makan malam dulu sebelum mengurung ku di kamar mandi ini. Lihat saja, aku bersumpah untuk membuat mu tunduk padaku suatu saat nanti. Akan aku buat kau menyesal telah melakukan ini padaku." Kesalnya saat mengingat kembali pada suaminya yang kejam.


Tiba-tiba gelap karena seluruh lampu padam.


"Aaaaaaa…!!!Tidak…Jangan sekarang, jangan mati…Hidupkan lampunya…Siapa saja yang ada di luar…tolong hidupkan lampunya…!!" Teriak histeris Sia dengan kuat memukul-mukul daun pintu.


Sekuat apapun Sia untuk balas dendam, tidak dapat ia hindari rasa trauma akan suasana gelap dan sepi. Sia memiliki trauma yang parah akan suasana gelap dan sepi. Tubuhnya keketika merinding dan bergetar akan rasa takut dan traumanya kini kembali.

__ADS_1


Nafas Sia mulai sesak, dia mulai panik dan tidak dapat mengendalikan perasaan serta pikirannya untuk tenang.


"Tidak…tolong nyalakan lampunya…!" Mohon Sia dengan sekuat tenaga di sela-sela nafasnya yang terengah karena sesak dan panik.


Tubuhnya mulai lemas akan sesak, panik dan kelelahan akan perasaan dan pikiran yang tidak tenang. Sia berusaha terus untuk memukul pintu meminta bantuan seseorang. Namun sampai matanya tertutup karena rasa takut dan lelahnya, Sia pingsan tidak sadarkan diri di dalam suasana dingin gelapnya kamar mandi.


...--------------------------------...


Sedangkan di dalam sebuah club malam mewah langganan para tuan muda dan orang-orang kaya di negara itu, di mana Justin sedang minum bersama dengan ke tiga temannya.


Mereka sering berkumpul sekedar merilekskan tubuh, pikiran dan membahas beberapa masalah yang mereka hadapi. Tentunya ketua mereka adalah Justin Andrian Radeya, tuan muda yang paling sukses dan kaya di antara mereka berempat.


"Rio…Apakah kau sudah mendengar tentang rumor perusahaan Dimitri Grup yang akan membuka cabangnya di kota ini?" Tanya Dude pria tampan yang juga sukses dan kaya raya.


Perusahaan Dimitri Grup adalah salah satu perusahaan luar negeri yang juga sangat di segani oleh beberapa perusahaan sekelas perusahaan Radeya Grup dan beberapa perusahaan lainnya.


Memiliki kerja sama dengan perusahaan raksasa tersebut, akan sangat menguntungkan. Namun jangan sampai mempunyai masalah terhadap perusahaan yang memiliki latar belakang dunia mafia seperti Dimitri Grup. Itu sama halnya dengan perlahan menggali lubang kuburan mereka sendiri.


"Iya aku sudah dengar, presdir perusahaan itu tidak jauh berbeda usianya dengan kita. Tuan muda Verdian Dimitri, tuan muda yang hingga kini masih melajang dan memiliki rumor bahwa dia sesuka sesama jenis. Uuuu…itu sangat mengerikan…" Ucap balas Rio bergidik ngeri akan gosip yang beredar tentang tuan muda Verdian Dimitri.


"Iya kau benar, Rio. Semoga tuan muda gila itu, tidak melirik perusahaan ku…tidak dapat aku bayangkan apa jadinya jika aku harus bekerja sama dengan pria yang menyukai sesama jenis. Walaupun aku masih lajang, aku masih suka pada wanita cantik." Balas Dude.


Di antara mereka berempat hanya Justin dan Rio yang sudah berkeluarga. Sedangkan Dude dan Kevin masih pria lajang yang sedang mencari jodoh mereka. Kevin seorang dokter yang memiliki beberapa rumah sakit ternama di kota itu dan di beberapa negara lainnya.


Sedangkan Rio memiliki beberapa hotel dan mall besar di beberapa kota dan di luar negeri. Mereka berempat adalah teman sejak kecil, karena 4 keluarga ternama dan terpandang itu sudah berteman sejak kakek buyut mereka masing-masing.


Mereka cukup dekat dan akrab satu sama lainnya. Hanya urusan pribadi masing-masing yang tidak akan mereka ceritakan terlalu banyak. Itu sudah masuk dalam privasi pribadi, kecuali mereka memang ingin menceritakannya. Itu tergantung oleh orangnya sendiri.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2