
pagi ini alya bangun lebih dahulu, ia menyiapkan sarapan dan air hangat untuk Micheal mandi.
" mas, mas bangun " ucap Alya sambil menggoyang tubuh suaminya tersebut.
" 5 menit lagi ya " gumam Micheal dengan suara yang samar samar.
" mas kamu mau aku mandiin di atas tempat tidur atau mah mandi sendiri di kamar mandi " gumam Alya masih menggoyang tubuh suaminya tersebut.
" gak mau dua duanya maunya tidur " gumam Micheal dengan nada yang lebih samar samar.
mendengar ucapan Micheal Alya langsung menarik tangan Micheal dengan sekuat tenaganya agar Micheal ddk, dan akhirnya Micheal ddk akan tetapi masih dengan mata tertutup.
" mass, bangun ngapa, kamu kan mau nemenin aku ke toko " rengek Alya kepada Micheal.
" iya iya, aku bangun " gumam Micheal lalu berjalan ke kamar mandi.
tak lama setelah itu Micheal sudah berada di meja makan menyantap sarapan yang sudah di siapakah oleh Alya, dan setelah itu mereka berangkat ke toko Alya.
__ADS_1
di perjalanan mereka habiskan dengan bernyanyi lagu lagu romantis dan tertawa ria. tah apa yang membuat mereka menjadi seperti ini, Tah mereka lupa akan perjanjian mereka ataupun mereka sudah mulai belajar melupakan masa lalu dan membuka lembaran baru.
" mas kamu ikut ke dalam kan, gak lama kok palingan cuma 10 menit setelah itu kita akan ke Armada untuk melaporkan barang ku yang akan datang untuk bulan depan " ucap Alya sambil merapikan pakaiannya.
Alya dan Micheal berjalan memasuki toko, memang bangunannya tidak begitu besar hanya memiliki 3 lantai dan itu hanya satu lantai yang kosong. Akan tetapi toko Alya di tata dengan rapi dan bersih.
sepasang suami istri itu di sambut dengan hangat oleh para karyawan yang sudah menunggu ke datang Alya.
" mbak Alya, ini toh suami nya " tanya Caca yang baru tau saja pulang dari kampung halamannya jadi gak tau yang mana suami Alya.
" iya ca ini suaminya mbak " jawab Alya lalu membawa Micheal naik tangga hingga masuk ke lantai 3.
" iya ini kantorku, tapi ini lebih cocok jadi ruangan pribadiku, sini ikut aku mas " gumam Alya sambil menarik tangan suaminya tersebut.
dan alangkah terkejutnya Micheal yang ia sangka lemari ternyata pintu untuk masuk ke sebuah ruangan tidur.
" karyawan kamu tau tentang lemari ini " dengan nada yang masih terkejut.
__ADS_1
" tidak mas, gak ada yang berani masuk ke sini kecuali aku yang nyuruh " gumam Alya lalu menyelonong masuk ke dalam kamar tersebut dan mengambil berkas berkas pengecekkan barang baru.
setelah mengecek ke seluruhan barang yang baru datang, Alya dan Micheal pun pergi toko dan melanjutkan perjalanan ke dermaga tradisional.
" biar aku aja, ntar langsung aku laprorin ke anak buah ku yang kerja di isini " gumam Micheal dan melarang Alya untuk turun.
Alya menunggu Micheal di mobil, baru saja Micheal turun tiba tiba ada dua wanita berseragam nahkoda langsung menempel padanya seperti perangko.
entah mengapa Alya rasanya ingin memakan dua wanita itu, karena tak tahan lagi Alya keluar dan mengambil tindakan sendiri.
dengan santainya Alya menarik rambut kedua wanita tersebut, ia melihat suaminya tak bisa berbuat jasa ke pada wanita jadi Alya seperti pahlawan di siang bolong.
" ehhh j4lang rambut gw " ucap salah satu wanita tersebut.
" ahh j4lang, lu kali " ucap ya kembali menarik rambut dengan level kekuatan yang lebih tinggi.
sudah puas menjambak dan berkelahi dengan wanita tersebut Alya kemudian menggandeng suaminya tersebut menuju meja informasi dan pelaporan barang.
__ADS_1
" kamu gak takut kalo di bawa ke meja hijau tentang masalah perkelahian barusan " gumam Micheal yang masih ingin mengerjai istrinya tersebut.
sebenarnya dua wanita tersebut adalah orang suruhan Micheal karena ia ingin melihat seperti apa wanitanya tersebut berharapan dengan lawannya