Cinta Di Balik Perjanjian

Cinta Di Balik Perjanjian
mati lampu


__ADS_3

hujan turun sangat deras, Guntur menggelegar begitu keras di susul dengan angin yang menghembus sangat kuat memaksa masuk di antara pentilasi rumah.


di dalam kamar terlihat sepasang suami istri sedang menikmati pekerjaan nya masing. Alya yang sedang mengejar target untuk pemesanan bulan depan sekaligus menghapus data datanya dari dunia intertaiment sedangkan Micheal sibuk mempacking barang untuk keberangkatan mereka lusa.


" mas, kamu kok cepet sihh packing barangnya " gumam Alya dengan tatapan masih fokus mengarah ke laptop.


" gak ada, aku kan juga pingin santai santai besok kita ke asrama bentar ya " jawab Micheal setelah ia selesai mempacking barang.


Alya hanya mengangguk dan kembali hanyut dalam pekerjaan nya. malam semakin tinggi Alya masih larut dengan pekerjaan nya dan Micheal membaringkan kepalanya di atas paha Alya sambil memainkan gamenya.


tiba tiba saja mati lampu di komplek rumahnya tersebut hujan semakin deras dan petir menghiasi malam tersebut.


" mass mass mati lampu " gumam Alya sambil mengalihkan pandangannya kepada suaminya tersebut.


" truus, emangnya pekerjaan kamu udah selesai " jawab Micheal kemudian mematikan ponselnya dan ddk di samping istrinya tersebut.

__ADS_1


" belum, tapi aku takut, udah ahh aku besok aja deh lanjutin tinggal 10% lagi kok " ucap Alya cepat cepat mematikan laptop dan membaringkan tubuhnya.


melihat istrinya tersebut membaringkan tubuh, Micheal pun ikut membaringkan tubuhnya.


Alya memeluk erat pinggang suaminya tersebut dan membenamkan kepalanya di dada sang suami.


" mas takut " gumam Alya sambil terus memeluk dengan erat


" udah udah, kan aku disini tutup mata kamu " ucap Micheal kemudian mengecup kening sang istri.


" kamu gak bisa tidur ya " gumam Micheal memecah keheningan di antara mereka. ga hanya mengangguk kan kepalanya


" apa yang kamu rasakan " gumam nuchek kemudian bangkit dari tidurnya


" panas " jawab Alya

__ADS_1


" ya sudah ganti bajunya dengan bahan yang lebih tipis lagi " ucap Micheal kemudian menghidupkan senter ponselnya.


mereka berdua berjalan ke arah kamar ganti dan mencari pakaian yang berbahan tipis, Alya ingat pada malam sebelum acara pernikahan ibu mertuanya datang dan memberikan sebuah tas yang berisi pakaian tidur.


Alya mengambil koper yang ia letakkan di samping lemari. ia meminta suaminya untuk keluar dari kamar tersebut karna ia ingin mengganti pakaiannya.


tak lama setelah itu Alya keluar dengan meraba raba, ia berharap lampu tetap mati agar suaminya tak terlalu memperhatikan pakaian yang ia kenakan


saat di perjalanan menuju tempat tidur tiba tiba lampu yang tadinya mati kini sudah hidup dengan terangnya di sambut dengan angin yang Tah dari mana menerka wajah Alya dan membuat beberapa helai rambut Alya terbang.


Michel tak henti hentinya memandangi Alya, pakaian yang berwarna merah berpadu dengan kulit putih Alya dan tak tertinggal menampakkan body Alya yang begitu menggoda para kaum Adam.


" mass jangan melihat ku seperti itu " celoteh Alya setengah berteriak karena malu


Micheal hanya tersenyum nakal melihat pemandangan yang jarang terjadi diantara mereka. pada saat Alya akan kembali ke ruang ganti tiba tiba saja badannya yang mungil di angkat. entah sejak kapan Micheal turun dari tempat tidur tersebut.

__ADS_1


__ADS_2