Cinta Di Balik Perjanjian

Cinta Di Balik Perjanjian
the end


__ADS_3

pagi ini matahari bersinar begitu indah, langit biru di hiasi oleh awan awan putih sekaligus kicauan burung membuat semua orang yang mendengar nya merasakan kehangatan tersendiri.


" sayang kamu masak apa sih " Michel


" ini lagi nyoba bikin SOP " Alya


di meja makan terlihat 2 pasang manusia yang sibuk dengan persiapan balas dendam mereka. Alya dan Micheal membawa nampan dengan ukuran besar kemeja makan.


" Widih kita makan SOP dunk " Richo


" wahh Alya lu istri idaman " elena


" yang, kamu juga harus belajar masak ya " Kevin mengelus pucuk kepala elena.


mereka memakan makanan dengan hikmat tak ada suara kecuali suara sendok yang sedang bertempur dengan piring dan nasi.


di sisi lain, Rossa sedang sibuk dengan party besar besaran nya. menghamburkan uang hasil jual diri dan penipuan bersama rekan rekan bisnisnya tersebut.


" Ross, besok kita bakalan dapat uang tip lebih besar lagi, soalnya bakalan banyak bule bule kaya " Renata


" iya tuh, badan gw ga sabar pengen di mainin " tari


" sttt, nikmatin aja dulu. sekarang kita lagu nikmatin hasil kerja kita selama 2 hari " Rossa.


tiba tiba saja pintu ruangan tersebut ambruk. duarrrtt


semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut seketika kaget.

__ADS_1


asap tebal masuk kedalam ruangan tersebut, diikuti dengan wangi wangian bunga melati. tiba tiba saja feeling Rossa memburuk. teman temannya tiba tiba menghilangkan begitu saja.


pintu yang tadinya ambruk kini sudah terpasang kembali, Lambu yang ada di ruangan tersebut kini perlahan mati ssatu persatu. hingga akhirnya semua lampu mati.


asap semakin tebal wangi bunga melati semakin kuat, seketika suasana berubah menjadi dingin sekaligus horor.


dari arah jendela ruangan tersebut terlihat wanita menggunakan gaun merah sedang melihat. wajah wanita tersebut tertutup cadar dan wanita tersebut menggunakan penutup kepala yang sudah di lapisi dengan warna perah.


entah dari mana asalnya kini air berwarna merah mulai jatuh dari plafon ruangan tersebut. Bau bunga melati berganti menjadi bau amis yang begitu pekat. Wanita yang tadinya ada di jendela kini hilang tak tau kemana.


buku kuduk Rossa seketika berdiri, seakan ada yang meniupnya dari arah belakang. kini tak ada cahaya yang menerangi rungan tersebut. satu persatu lilin hidup dari arah kiri memutari dirinya.


bau amis semakin menyengat, diiringi dengan Asahan pisau yang menggema di seluruh ruangan. dari arah susut kanan terlihat seseorang menggunakan pedang panjang dan jubah hitamnya tengah berjalan ke arahnya.


" Hay siapa Lo, gw ga takut sama Lo " teriak Rossa. tak ada respon sedikit pun dari orang tersebut. saat di lihat lebih jelas ternyata itu adalah seorang pria, akan tetapi ia tak bisa melihat karena pencahayaan yang kurang.


dan dari arah belakang, terdengar langkah kaki. seketika Rossa kebalikan badannya. ia melihat seorang orang sedang berjalan ke arahnya kini sedang membawa tombak.


duarrr


pintu yang tadinya tertutup rapat kini kembali terbuka dan ntah dari mana datanya air berwarna merah memenuhi lantai ruangan tersebut.


" Hay lu siapa, gw ga ada nge ganggu kalian semua " pekik Rossa, namun tak ada respon dari keenam orang tersebut. seketika sebuah cahaya memantul di dinding ruangan tersebut.


kini Rossa berteriak seperti wanita tak waras, melihat semua yang ia lakukan selama ini. " Alya udah mati hahahah, ga ada yang tau hahahahaha gw yang udah ngebunuh dia " teriak Rossa


" oh kamu yng telah ngebunuh saya " suara dengan nada rendah tersebut kini berdesir di telinga Rossa, ia balikkan badannya.

__ADS_1


matanya sontak tak bisa berkedip melihat wanita bergaun merah yang sedang memegang lilin tersebut.


" a a Al y a " Rossa gugup.


Alya hanya menunjukan senyum liciknya, dan lilin yang tadinya ia pegang kini sudah jatuh kelantai.


Alya membalikan badannya dan semua orang yang ada di ruangan tersebut berjalan mengikuti Alya dan meninggal Rossa di tengah ruangan tersebut.


" LO UDAH SALAH, GW BELUM MATI " Alya.


api kini menyambar bagian pinggir ruangan tersebut, dan kini dengan cepatnya ia mulai melahap dan sudah mulai mendekat ke arah rossa.


Wanita tersebut memekik meminta tolong namun naas tak ada yang bisa menyelamatkan, karena semua orang Yanga di sekitar itu telah di evakuasi bke daerah yang sangat jauh.


kini nama Rossa tinggal kenangan, kehidupan Alya dan Micheal kembali ke semula. menjalani kehidupan dengan tenang dan damai.


4 tahun berlalu dan kini mereka sudah memiliki keluarga masing-masing Alya dan Micheal sudah memiliki seorang putra kecil bermana Xander. Richo dan Richa sudah menikah dengan pasangan mereka masing masing. Kevin dan elena sedang hamil muda.


kebahagiaan bertubi-tubi datang kepada mereka semua, Tah ini berkat dari yang maha kuasa.


***the end


makasih ya buat yang udah baca cerita author kali ini, maap banget kali ada kesalahan dalam penulisan dan mungkin akhirnya kurang memuaskan.


author bakalan update chat history di tunggu yaa...


salam dari author untuk readers semua***

__ADS_1


__ADS_2