
setelah menyelesaikan semua pekerjaan dapurnya pada siang itu Alya memutuskan untuk menyusul suaminya ke dalam kamar
kamar
Micheal yang berbaring dengan bertelanjang dada menoleh ke arah Alya yang baru saja masuk.
ia melihat kaos yang Micheal gunakan tergeletak di lantai, ia memunguti kaos yang tergeletak tersebut.
setelah meletakkan kaos tersebut di tempat pakaian kotor Alya berjalan dan ddk di samping suaminya.
Alya menyenderkan kepalanya di bahu kekar suaminya tersebut.
" mas aku gak mau kamu tau hal ini dari orang lain " ucap Alya gelagapan karena ia masih gugup untuk mengakui kebenaran tentang masa lalunya.
saat mendengar itu Micheal langsung ddk dan mengangkat Alya, sekarang posisi Alya berada di pangkuan suaminya.
" iya katakan lah " ucap Micheal dengan nada penasaran.
__ADS_1
" tapi kamu jangan membenci ku, nantik setelah aku mengatakan hal yang sebenarnya kamu gak mau bicara dengan ku, kamu merasa malu dan jijik memiliki istri seperti ku " gumam Alya kecil dan tanpa ia sadari air matanya sudah mengalir sangat banyak.
karena Micheal melihat istrinya menangis, ia pun memeluk dan mengelus lembut rambut istrinya tersebut serta di iringi dengan kecupan di bagian dahi sang istri.
" aku tidak akan membenci dan merasa malu memiliki istri seperti mu, sekarang katakan yang sebenarnya tentang dirimu " gumam Micheal tetap memeluk Alya.
flashback-on
setelah 3 bulan kepergian rafi, Alya menjadi sedikit tidak terkontrol awalnya, ia sudah mulai keluar masuk bar dan kadang ia tak pulang kerumahnya.
waktu berputar begitu cepat dan tidak terasa Rafi meninggalkan nya sudah menginjak angka 1 tahun.
segerombolan laki laki tersebut sebagian dari mereka adalah algojo yang di suruh rossa untuk membunuhnya tadi.
" cantik sini dehh main sama om " goda salah satu mereka sambil melingkarkan tangannya di pinggang Alya.
karna Alya tak merasa risih, Alya tak menghiraukan laki tersebut. laki laki tersebut mulai memasukkan tangannya kedalam kaos longgar yang Alya pakai, meraba raba yang harusnya ia tak raba.
__ADS_1
mencium leher Alya, menggigit telinga Alya yang membuat pekikan seksi yang membuat laki laku bergairah ingin lagi ingin lagi.
karena Alya sudah tak tahan lagi, Alya membalikkan badannya dan bergelayutan manja di dada kekar laki laki tersebut, memainkan jari telunjuk nya dengan gaya menggoda.
" aku gak tahan lagi " ucap Alya sambil melingkarkan tangannya di bahu laki laki tersebut.
laki lai tersebut menggendong Alya seperti seorang putri di ikuti dengan laki laki lainnya.
mereka memasuki lift di dalam tangn salah satu laki laki lainya mencolek bagian dagu Alya. kemudian Alya dengan spontan nya mencium pipi laki lai tersebut sambil mengedipkan salah satu matanya dengan manjanya.
tak berapa lama mereka sudah berada di lantai 3 bar tersebut, di lantai ini banyak kamar mewah akan tetapi pintu kamar tidak tertutup dengan rapat dan membuat desahan desahan yang di keluarkan para wanita terdengar jelas di lorong lorong.
setelah sampai di kamar laki lai tersebut mulai mencolek colek Alya mulai dari paha, leher hingga bagian dada Alya.
salah satu laki lai tersebut sudah siap untuk memangsa Alya hidup hidup. jujur saja laki laki tersebut memang tampan sekali. dengan ABS dan otot otot yang kekar membuat Alya menelan salivanya berkali kali melihat pemandangan yang memanjakan matanya tersebut.
Alya melepaskan kaos nya secara perlahan, dan sekarang Alya hanya menggunakan bra dan celana pendek jeans. dua gunung yang tergantung di dada Alya kini bergerak ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
Alya mengambil posisi ddk manja dan memainkan rambutnya. salah satu laki laki mulai berjalan ke arah Alya. ia mendekat kan wajahnya ke gunung besar tersebut dan tangannya merangkul pinggang Alya.
ia tarik Alya agar lebih dekat dengannya, hal hasil wajah laki laki tersebut menempel di antara gunung yang begitu indah teri