Cinta Di Balik Perjanjian

Cinta Di Balik Perjanjian
Rossa


__ADS_3

keesokan harinya Micheal sudah mulai membaik Alya dan Micheal memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


mereka berdua di bantu pak Joko untuk sampai di sebuah halte bis terdekat, untung saja dompet dan ponsel Micheal tidak ia titipkan di dalam tas Alya.


" pak Joko terima kasih banyak ya, kali bukan karna bapak mungkin kamu sudah mati kelaparan dan juga suami ku tak tertolong " ucap Alya kepada pak Joko


" sudah lah nak Alya, kalian orang baik " jawab pak Joko dan mengelus lembut kepala Alya.


Alya dan Micheal memakai baju petani agar tidak di kenali banyak orang, yang pastinya orang orang yang Ingin membunuh mereka pasti akan kembali mencari jasat mereka kali seandainya mereka sudah meninggal.


tak beberapa lama bis angkutan kota datang, bis tersebut di penuhi banyak sekali pedagang yang akan berjualan ke kota besar.


perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam di karenakan banyak sekali pemberhentian penumpang.


dan akhirnya sampailah Micheal di pemberhentian mereka tepatnya di pemberhentian simpang kota besar, tempat gedung gedung menjulang dan tempat orang konglomerat.


Micheal menarik Alya ke sebuah butik dan b tapa angkuh nya para pelayan itu pada saat mereka belum tau siapa yang mereka hadapi

__ADS_1


" ehh maaf ya kita gak Nerima orang mintak sumbangan " sambil mendorong Micheal dan Alya.


Micheal yang terbawa emosi langsung membuka topi petaninya alangkah terkejutnya mereka melihat lelaki yang di hadapan nya.


" maaf kan kami tua, kami tidak tau " belum sempat para pelayan itu berbicara Micheal menyingkirkan mereka dari jalan.


mereka membersihkan tubuh mereka di dalam butik itu membeli beberapa pakaian tertutup karena, nyawa mereka masih dalam bahaya.


Micheal menelpon sekretaris Gio untuk menjemput mereka di butik tersebut menyuruh gio untuk memberikan kritikan kepada para pelayan yang bekerja di toko tersebut agar mereka di pecat.


di sepanjang perjalanan menuju rumah banyak sekali lelaki berpakaian jas hitam menggunakan kaca mata hitam berjejeran seperti menunggu seseorang.


" mereka adalah bawahan musuhku, yang sedang menguasai kota " ucap Micheal sambil memperhatikan sekitar.


tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di rumah megah milik Micheal. Alya dan Micheal berjalan ke kamar mereka.


di dalam rumah Micheal tidak ada asisten rumah tangga, hanya saja ia memiliki 10 bodyguard dan 4 orang tukang kebun.

__ADS_1


di dalam kamar Alya langsung membuka laptop nya mencoba memasukkan alamat email yang ada di ponsel untuk menghapus data data penting.


" Alya mulai hari ini kamu harus lebih hati hati ya, nantik aku akan menyuruh 2 bodyguard mengawasi mu dari jauh " ucap Micheal memecahkan keheningan di antara mereka.


Alya hanya mengangguk lalu ia berjalan untuk menghampiri suaminya.


" kamu tidak akan menceraikan ku bukan " tanya Alya tiba tiba kepada Micheal.


kemudian Micheal menggeleng kan kepalanya kemudian mencium lembut bibir istrinya tersebut.


tidak terasa malam pun datang Alya yang sudah tertidur dari sore, sedangkan Micheal masih sibuk dengan keberangkatan mereka untuk Minggu depan dan melacak orang yang telah mencelakainya.


ponsel Micheal bergetar dan ternyata ada panggilan suara dari asisten gio


" ada apa " tanya Micheal dengan suara datar.


" itu tuan nona Rosa sudah kembali " jawab gio gemetar karena ia takut bosnya tersebut akan marah

__ADS_1


mendengar hal tersebut seluruh tubuhnya yang mengingatkan seperti apa Rossa mencampakkan nya dan meninggalkan nya begitu saja.


sebelum ia bertemu dengan Feby, Micheal pernah berpacaran dengan Risa selama 1 tahun akan tetapi Rossa mencampakkan nya demi laki laki yang lebih mapan dan lebih kaya darinya.


__ADS_2