Cinta Di Toko Kopi

Cinta Di Toko Kopi
10#(Liburan bersama)bagian 3


__ADS_3

Setelah 2 hari perjalan akhirnya kami sampai di desa Rora, tempat yang terlihat sangat klasik dan sederhana.


Aku sedikit terkejut bahwa ada desa seperti ini, aku fikir di dunia yang mulai serba modern desa seperti ini tidak ada ternyata aku salah.


Kami berdiri di depan gerbang masuk desa.


Di atas dronenya kirana berbicara.


Kirana ".... aku baru tau ada desa yang masih sederhana seperti ini"


Leo "yah aku juga sedikit terkejut... kalian semua tidak masalah bukan?"


Dino "tentu tidak! lagi pula aku juga bosan melihat kota setiap hari....."ucap dino.


Letto "wahh apa ada masakan khas desa ini!! aku ingin belajar bila ada!"ucap Letto dengan wajah bersemangat.


Clara turun dari mobil.


Leo "hei Clara kau lama sekali..."


Clara "m-maaf..."jawab Clara sembari berlari ke arah kami.


Leo "um Clara apa ini benar desamu?"tanyaku padanya.


Clara "Iya! ayo masuk!! warga sini ramah-ramah loh!"


Clara menarik tanganku dan berlari masuk ke dalam desa.


Warga desa mulai melihat kami.


"wah Clara kau sudah kembali! hei semua Clara kembali!!!"


Warga desa mulai banyak yang keluar dari rumah mereka dan berkumpul di sekitar Clara dan diriku.


Clara "semua perkenalkan ini Leo! aku bertemu dengannya di kota dan dia yang menjagaku selama di kota!!"ucap Clara kepada warga desa.


Leo "....uhhh halo"aku menunduk memberi salam.


"wah terimakasih nak! Clara beruntung bisa bertemu orang baik sepertimu di kota"ucap salah satu warga desa kepadaku sembari memegang tanganku.


Leo "umm... bukan masalah besar Clara juga banyak membantuku"


Teman-teman kami yang lain tidak di sambut... dan mereka hanya berdiri melihat aku dan Clara yang di sambut dengan ramah.


"Clara apa yang di sana juga kenalanmu?"tanya salah satu warga.


Clara "iya mereka juga Temanku!"


"ohh maaf kami tidak menyambut kalian"warga mulai memberi salam pada teman-teman kami.


...****************...


Setelah menyambut kami, Warga desa kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


Saat memasuki desa lebih jauh Kami di sambut oleh pemimpin desa Rora yang bernama Okari, lalu kami semua di ajak ke rumah pemimpin desa.


Okari "bagaimana kabarmu Clara sayang"


Clara "aku baik nek Okari! Leo selalu menjagaku selama di kota!"


Okari "oh Terimakasih nak"ucap nenek Okari kepadaku.


Leo "sama-sama. saya juga mendapat banyak bantuan dari Clara selama dia bersamaku"


Okari "baik ini rumahku, ayo masuk"ucapnya sembari membuka pintu.


Yang lain masuk dan meninggalkan aku dan Kirana di luar.


Kirana "hhh... sesekali menghirup udara di perdesaan menyenangkan juga, benar begitu bukan? Leo?"


Leo "... Y kau benar"


Angin dingin berhembus ke arah kami.


Leo "brrr.... dingin... ayo masuk Kirana"


Kirana "untungnya aku memakai jaket"ucap kirana sembari turun dari Dronenya.


Leo "kau enak ya duduk di atas Dronemu itu sepanjang waktu..."


Kirana "...... aku mendengar nada iri dari ucapanmu itu"ucapnya dengan nada meledek.


Leo "......."


Kami berdua masuk dan melihat nek Okari sedang menyajikan Teh hangat pada teman-temanku di bantu Clara.

__ADS_1


Okari "masuk nak! duduk di sini,udara di luar masih dingin walau sudah musim panas ya!"ucap nek okari sembari tertawa kecil.


Aku duduk dengan yang lain.


Leo "ya benar walau sudah musim panas daerah ini masih tertutup salju"


Okari "hoho! seperti ini saja kami sudah bersyukur. biasanya tumpukan saljunya bisa lebih banyak!"


Leo "oh..."


Okari "ah kalian pasti kedinginan dan kelaparan,apa mau aku masakkan sesuatu?"


Leo "ah tidak perlu repot-repot nek okari!"ucapku dengan lembut.


Dino "....."perutnya berbunyi.


Leo "cihh... dino!!"


Dino "m-maaf..."


Okari "hoho~ ternyata kau sudah lapar ya, tunggu disini aku akan membuatkan makanan"


Leo "ah kalau tidak keberatan saya bisa membantu memasak makanan"


Okari "oh kalau begitu silahkan... ayo ikut aku kebelakang"


Letto "aku juga mau membantu!"ucap Letto sembari berlari mengejarku.


Okari "boleh-boleh!"


Tentu Clara juga ikut membantu, Kami bertiga bersama nek Okari memasak di belakang.


Okari "uhk uhk .... maaf kami di sini masih menggunakan tungku api untuk memasak"


Aku benar-benar terkejut melihat betapa tertinggalnya teknologi di sini.


Leo "...... ah tidak masalah, saya akan menyiapkan bumbu dan bahannya"


Letto "saya akan mencuci bahan-bahannya!"


Clara "aku akan menyiapkan kentang!"


Leo "umm nek Okari kita mau memasak apa ya?"


Leo "umm.... masakan apa itu???"


Clara "kentang yang di potong dadu lalu di campur dengan bumbu-bumbu dan di cetak pada cetakan lalu di panggang!!"


Letto "wahh sepertinya menarik!!,aku akan mencatat setiap langkahnya!"


Okari "baik tolong siapkan.... dan.... dan potong dadu kentang-kentangnya ya!"


Leo "baik!"


Letto "siap nek!!"


Aku dan Letto membantu nek Okari membuat "Soluby" makanan yang asing bagiku tapi sepertinya enak!.


Aku tidak sabar untuk mencobanya.


Di Ruang tamu teman-temanku menunggu dengan bermain kartu.


Seperti biasa Dino-lah yang memulai permainannya.


...****************...


Setelah 30menit lebih aku dan Letto kembali ke ruang tamu.


Kirana dan Dino kebingungan karena melihat aku dan Letto tidak membawa makanan satupun.


Dino "uh Leo? kau benar-benar memasak?"


Leo "ya"


Dino "lalu mana! mana makanannya?"


Leo "sabar lah! Clara yang akan membawakannya"


Dino "oh!"


Kami semua berkumpul duduk melingkar.


Kirana "hm... aku mencium bau yang enak..."


Dino "um... benar!!"

__ADS_1


Clara datang dengan membawa banyak "Soluby" yang masih panas.


Clara "semua! ini namanya Soluby!, semoga kalian suka!!. Aku,Leo,Letto dan nek Okari yang membuatnya"


Nek Okari datang dan duduk bersama kami.


Okari "ayo-ayo dimakan! lebih enak selagi panas!"ucap nek okari dengan senyuman.


Aku mengambil Satu "Soluby" dan meniupnya sedikit karena masih panas.


Saat di gigit, rasa dari rempah-rempah sangat terasa...


Dan juga Kentang yang di potong dadu terasa enak! Gurih,manis,lembut... Makanan yang luar biasa.


Dan makanan ini juga sangat sederhana.


Aku tidak bisa berhenti menikmati setiap gigitannya.


Leo "mm....enaknya......"


Clara "enakkan!! sini aku suap!! buka mulutnya!"ucap Clara sembari mengarahkan Soluby ke arahku.


Aku membuka mulut dan memakan Soluby yang ia beri.


Leo "mmm..mm...."


Clara "!!!"wajah senang.


Aku lupa bahwa yang lain melihatku.


Dino "Dino kepada Leo! apa kau di sana? halo??"


Leo ".... Y kenapa!"


Dino "wah irinya di suapi!"ucapnya dengan nada meledek.


Leo "kenapa kau mau aku suap? nih !!"


Dino "ogah!!!"


Kirana,Clara,Letto tertawa melihat aku dan dino.


Okari "hahaha~ Aku senang Clara mendapat teman-teman yang baik seperti kalian ini"


Setelah makan bersama kami mengobrol sebentar dengan nek Okari.


Okari "kalian jauh-jauh dari kota ke sini pasti untuk liburan ya?"


Leo "benar,apa nek Okari tau tempat yang bagus untuk bersantai dan bersenang-senang di sini?"


Okari "ah soal itu kalian bisa tanyakan pada Clara ,dia pasti tau!"


Clara "t-tapi..."


Clara mulai murung,dan membuatku tau kenapa.


Leo "ah baiklah itu nanti saja dulu, nek Okari apa di sini ada penginapan?"


Okari "ada! di atas sana!"


Leo "ah baik terimakasih untuk makanan dan bantuannya"


Kami semua bediri dan pamit melanjutkan perjalanan untuk mencari penginapan.


Kami berjalan mendaki gunung salju, Penginapan ada di atas sana... karena sedang musim panas jalan menuju ke atas sana menjadi sedikit lebih mudah.


Leo "Clara apa itu tempatnya?"tanyaku.


Clara "hm iya!!"jawab Clara dengan menganggukkan kepalanya.


Aku melihat yang lain di belakang, mereka bersenang-senang dengan Berfoto bersama.


Kirana "hei kalian berdua coba lihat kemari!!"


Aku dan Clara berbalik.


Klik suara dari Kamera Kirana.


Kirana "nah sekarang kita punya foto dari sepasang kekasih ini! hahaha~"


Dino "mana-mana aku mau lihat!"


Sejenak aku Aku merasa kesal... namun.


Melihat mereka semua tertawa membuatku senang, Rasanya seperti sesuatu yang hangat dan menenangkan di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2