Cinta Di Toko Kopi

Cinta Di Toko Kopi
13# Bantuan datang


__ADS_3

Leo "hei bangun..."


Clara tidur di atasku lagi tanpa sepengetahuanku.


Clara "hm.."


Leo "jangan hanya hm! Bangun dan cepat kembali ke kamarmu sana!"


Clara "... Tidak mau"ucapnya dengan pelan.


Leo "...."


Aku mengangkat Clara dan membawanya keluar.


Clara "turunkan aku! Turunkan!"


Aku membawanya ke kamarnya dan melemparnya di atas tempat tidurnya.


Dino dan Kirana terkejut dan hanya memperhatikan.


Leo "dah diam di sini!"ucapku dengan tegas.


Aku kembali ke kamar dan mengganti bajuku.


Letto "kau mau kemana?"


Leo "aku punya urusan lain hari ini,bawa yang lain jalan-jalan ya.


Aku mengandalkanmu!"


Letto "uh.. Baiklah..."


Aku keluar dari kamar dan pergi ke bawah.


Ema "anda mau kemana tuan Leo"tanyanya padaku dengan suara halus.


Leo "saya akan keluar sebentar"


Ema "tuan Leo tidak makan pagi?"


Leo "ah tidak perlu, nanti aku makan di luar. Ah ya tolong panggil Leo saja.."


Ema "baik.. Leo"


Aku keluar dan berjalan ke atas gunung mencari rumah keluarganya Clara.


Menaiki tangga yang jumlahnya sangat banyak,dan semakin ke atas udaranya semakin dingin.


Aku menyadari ada seseorang yang melihatku dari atas.


Orang itu berjalan turun ke bawah.


Leo "....."


Kami berpapasan dan tidak memperdulikan satu-sama lain.


Saat di atas aku melihat dua orang yang sedang menangis.


Aku berjalan mendekat dan bertanya.


Leo "permisi, apa ini rumah keluarganya Clara?"


? "i-iya.. Maaf tapi kamu siapa?. Apa kau juga dari mereka itu, aku mohon kami sudah tidak mampu membayarnya"


Dia mengira aku orang jahat?.. Atau yang turun tadi adalah orang yang menagih hutangnya.


Dia bahkan langsung memohon,padahal aku belum memperkenalkan diri.


Leo "maaf bu.. Tapi saya bukan orang jahat...."


? "... Benarkah?!"tanyanya.


Leo "Ya.. Nama saya Leo, saya teman dari putri ibu Clara. Saya datang untuk membantu"


Anne "oh syukurlah... nama saya Anne dan ini suamiku Gala"


Gala "apa kami bisa mempercayaimu nak?!" tanyanya padaku dengan wajah penuh keraguan.


Leo "ini kartu nama saya"


Mereka memintaku masuk ke dalam.


Didalam rumahnya keluarganya Clara  benar-benar tidak terawat, beberapa bagian di rumah ini sudah rusak.


Anne "maaf kami hanya bisa memberi teh.."

__ADS_1


Wajahnya Anne tampak sedih.


Leo "tidak masalah, ini saja sudah cukup"


Gala "apa kau benar-benar ingin membantu kami nak?"


Leo "Ya !"


Gala & Anne "tapi kenapa?"


Mereka berdua bertanya kepadaku secara bersamaan.


Leo "putri anda sudah banyak membantu saya selama di kota!, ini hanya sebagai ucapan terimakasih dari saya"


Anne dan Gala berterimakasih padaku.


Leo "sudahlah.. Jangan berterimakasih padaku tapi pada putri anda Clara yang berjuang keras selama di kota"


Aku berjalan mendekati jendela.


Melihat tempat yang cocok untuk tempat ski.


Leo "apa ini adalah tanah milik paman dan bibi?"


Anne & Gala "iya ada apa?"


Leo "tempat ini sangat bagus untuk di buka sebagai tempat ski, apa tertarik untuk memanfaatkan tempat ini sebagai tempat liburan?"


Anne dan Gala saling melihat dan diam sesaat.


Gala "sayangnya... Kami tidak bisa"


Leo "ada apa?"


Gala "untuk membayar hutang kami saja kami kesulitan, apalagi ingin membuka tempat ski"


Leo "paman tidak perlu menghawatirkan biayanya! Biar saya yang urus soal itu"


Aku menghubungi pelayan keluargaku.


Leo "halo listo. Tolong datang ke Desa Rora di utara, bawakan aku buku Cek dan beberapa pekerja!"


Listo "tuan muda! Anda dimana selama ini Nyonya mencari tuan!... Baik tuan akan saya siapkan. Saya akan ke sana!"


Leo "sudah. Masalah uang sudah beres!, apa ada masalah lain?"


Anne & Gala "mm... Kau sebenarnya siapa nak?...."


Leo "balik kartu namaku itu maka paman dan bibi akan tau"ucapku sambil tersenyum.


Listo menghubungiku lagi.


Listo "tuan muda! Berapa jumlah pekerja yang tuan mau?"


Leo "hm... bawa semua pekerja yang bisa kau bawa"


Listo "baik tuan muda"


Leo "ah Ya. Satu hal lagi! Rahasiakan ini dari ayah dan ibu... Aku tidak ingin mereka tau!"


Listo "... B-baik!"


Aku menutup penggilannya.


Anne & Gala "ada apa, apa ada masalah?"


Leo "tidak!, ah ya apa sudah lihat yang di balik kartu?"


Anne & Gala "...!!"


Anne dan Gala menunduk dan memberi hormat.


Leo "sudah jangan begitu... Aku bukan seperti keluargaku. Aku sedang kabur dari rumah, perlakukan aku seperti orang biasa saja!"


Anne & Gala "b-baik. Kabur??"


Leo "Ya.. Seperti mengasingkan diri!"


Anne "t-tapi kenapa?"


Leo "aku bosan tinggal di rumah... Jadi aku kabur untuk hidup seperti orang biasa"


Sesaat Anne dan Gala terdiam.


Lalu aku berdiri dan pamit untuk kembali ke penginapan.

__ADS_1


Leo "permisi paman dan bibi. Saya akan kembali ke penginapan"


Anne "baik nak.. Aku dan suamiku benar-benar berterimakasih!"


Leo "aku akan datang lagi lusa! Bibi tolong istirahat saja!"


Gala "bagaimana kami berterimakasih padamu nak!?"


Leo "cukup dengan menjaga kesehatan paman dan bibi!.


Aku akan kembali dengan pelayanku lusa untuk membayar hutang paman dan bibi!"


Anne dan Gala merasa bingung karena aku tau batas waktu pembayarannya.


Anne "dari mana kau tau itu nak?"


Leo "semua masalah paman dan bibi sudah Clara ceritakan, jadi tolong tenang saja!"


Aku pergi dan turun kembali ke penginapan.


Penginapan kosong karena semua pergi keluar.


Aku memutuskan untuk berjalan sendirian ke hutan di dekat desa.


Saat berjalan aku melihat Ema sedang duduk di dekat danau. Aku berjalan mendekatinya dan berbicara padanya.


Leo "hhh... ini memang tempat yang bagus untuk bersantai. Apa yang kau lakukan di sini Ema?"tanyaku padanya.


Ema ".... Tidak ada"jawabnya dengan dingin.


Leo "Apa kau sendirian yang menjaga penginapan?"


Ema "Iya"


Leo "..... Kau tidak kesepian sendirian di bangunan sebesar itu?"


Ema "sejak dulu aku sudah sendirian"


Leo "mau menceritakannya padaku?"


Ema "....."


Dia diam dan menundukkan wajahnya, apa aku berlebihan? Aku tau tidak benar bertanya tentang masalah hidup orang lain... Tapi aku ingin membantunya dan satu-satunya cara agar dapat membantu adalah mengetahui inti masalahnya terlebih dahulu.


Dia mengangkat wajahnya dan mulai bercerita.


Ema "dulu aku hidup sebagai orang biasa tinggal di desa dan hidup layaknya orang normal. Namun,itu semua berubah sejak aku di jual orang tuaku dan di jadikan budak dan pelayan orang kaya."


Leo "..."


Ema "lalu suatu hari aku di pekerjakan di penginapan ini dengan 4 orang yang sama sepertiku. Namun,4 orang itu sudah tiada dan menyisakan aku seorang. Sampai sekarang aku tidak bisa keluar dari desa ini karena-"


Ema membuka syalnya dan menunjukkan kalung pengekang.


Kalung itu di pasang agar dia tidak bisa keluar dari desa.


Leo "cihh Keparat. Siapa yang memperlakukanmu seperti ini!"


Ema "a-aku tidak tau namanya... Kami tidak pernah melihat wajahnya ataupun mendengarkan suaranya"


Leo ".... Aku akan mencoba mencari cara agar kau bisa bebas dari kalung itu"


Ema "K-kenapa.. Kenapa kau peduli pada sampah buangan seperti diriku ini"


Leo "setiap orang memiliki hak untuk hidup dengan cara yang mereka mau!. Kau bukan sampah! Buktinya kau bertahan hidup sampai sekarang bukan?"


Ema "...."


Mata Ema berkaca-kaca.


Leo "k-kau kenapa..."


Ema "T-terimakasih.. Selama ini tidak ada yang peduli padaku. Dan kau adalah orang pertama yang peduli padaku, aku benar-benar berterimakasih!"


Dia mengatakan itu semua sambil menangis...


Aku mengambil sapu tanganku dan mengelap airmatanya.


Leo "sudah! Kau ini kuat dan berwibawa, jangan perlihatkan airmatamu pada orang lain. Kan jadi tidak keren!"


Ema "k-kau konyol!... Aku begini karena tersentuh kepedulianmu tau"


Leo ".... Ah ya ini!. pakai sapu tanganku lap bersih airmatamu itu! Aku pergi dulu"


Aku berdiri dan berjalan ke arah desa,Ema terus melihatku dari belakang sambil mengelap airmatanya.

__ADS_1


__ADS_2