
Clara menatapku dengan wajah penuh tanya. Aku menaruh tanganku di pundaknya dan berkata-
Leo "hhh... Nanti aku jelaskan"
Aku mengajak yang lain kembali menikmati Makan malam. Selagi yang lain sedang makan malam bersama warga desa Nek,Okari mengajak Aku dan Listo untuk berbicara di rumah Nek,Okari.
Setelah menjelaskan semuanya Nek,Okari sudah paham mengapa Listo datang kemari.
Aku membawa Listo ke penginapan untuk berisitirahat.
Di dalam kamar aku berbicara dengannya.
"maaf aku jadi merepotkanmu"ucapku dengan pelan.
"tidak perlu minta maaf tuan!,saya dengan senang hati melayani tuan"jawabnya Listo dengan lembut.
Aku menuangkan segelas anggur untuknya.
"minum ini! kau pasti lelah bukan berkendara 2 hari tanpa henti"ucapku.
Listo menerimanya lalu meminumnya sedikit.
"Tuan muda memang selalu baik seperti ini!"ucap Listo dengan suara kecil.
Aku bergerak menuju pintu lalu berkata "aku akan meninggalkanmu untuk beristirahat"
setelah itu aku pergi kembali ke kamarku.
...****************...
Pagi harinya Listo berjalan munuju kamarku,dia memanggil-manggil namaku.
"tuan Leo! halo? tuan?"
Listo terus mencariku ke seluruh penginapan, saat sedang berjalan ia bertemu dengan Ema.
"apa kau melihat tuan Leo!?"tanyanya kepada Ema.
"ya dia ada di taman di belakang"jawab Ema dengan dingin.
"ahh baik terimakasih"
Listo bergegas menuju taman di belakang.
Dia membuka pintu dengan keras membuatku terkejut.
"eh! ada apa itu?" aku berbalik dan melihat ke arah Listo yang kelelahan.
"t-tuan... Leo.. saya mencari tuan.." ucapnya dengan nafas terengah-engah.
Aku menyuruh Listo untuk duduk dulu dan meminta Clara memberinya air.
Leo "ada apa Listo..."
Listo mengelap keringatnya dengan sapu tangannya.
Listo "saya kira tuan menghilang lagi..."
Leo "...."
Dia berfikir apa sih?... memangnya aku akan menghilang kemana.
Beberapa saat kemudian Clara datang membawa air untuk Listo.
"ini! silahkan di minum"ucap Clara dengan senyuman di wajahnya.
Setelah itu Listo berdiri dan berkata padaku.
"tuan! pekerja yang tuan minta sudah datang!"
Aku meminta Clara untuk ikut bersamaku pergi melihat para pekerja itu.
Di depan gerbang masuk banyak pekerja yang berkumpul di dekat bus mereka.
Listo pergi mendekati para pekerja dan berbicara dengan mereka.
Beberapa saat kemudian Listo kembali dan berbicara denganku.
__ADS_1
"tuan! mereka semua siap bekerja namun... apa yang akan mereka kerjakan??"tanya Listo kepadaku.
Aku berbalik melihat ke arah Clara, dia balik melihat ke arahku dengan wajah kebingungan.
"Clara.. kapan orang yang menagih hutang keluargamu datang"tanyaku dengan lembut.
"um... seharusnya hari ini. T-tapi aku tidak tau kapan dia akan sampai..."jawabnya Clara.
Listo tampak kebingungan,dia kembali bertanya padaku "apa yang akan di kerjakan oleh para pekerja".
Aku meminta Listo mengikutiku pergi ke rumah Clara.
"t-tunggu! tuan!. kita mau kemana!?"tanya Listo.
"um... ini seperti mau ke rumahku.."ucap Clara.
"kita memang pergi ke rumahmu Clara!"ucapku dengan tegas.
Listo dan Clara diam sesaat.
Sesampainya kami di rumah Clara, Gala dan Anne langsung memeluk Clara dengan erat.
"oh Clara!ibu rindu sekali"
"ayah juga nak..."
"ibu!ayah!"
Mereka Keluarga yang baik.
Setelah itu Anne dan Gala bertanya padaku siapa orang yang bersamaku dan Clara.
Aku menjelaskan bahwa dia adalah Listo, pelayanku dan dia datang untuk membantu mengurus masalah ini.
Dan di saat kami sedang berbicara,beberapa orang berpakaian hitam masuk dengan kasar.
"bayar hutangmu!! kalau tidak aku bakar rumah ini!!"ucap orang itu dengan kasar.
Aku maju dan berhadapan dengan mereka.
Aku tanya dengan sopan.
"siapa kalian"
Mereka menjawab bahwa mereka adalah bawahan yang di utus untuk menagih hutang tempat ini untuk yang terakhir kali.
"hutang keluarga ini akan aku bayar"
Clara terdiam saat mendengar aku berkata seperti itu.
"cihh memangnya kau siapa hah!hutang keluarga ini sudah menumpuk memangnya kau sanggup ha?"tanya orang itu dengan nada meremehkan.
Aku mengambil buku cek dan menunjukkannya kepada mereka.
"kau tau apa ini?"ucapku dengan sombong.
"....."
mereka terdiam saat melihat logo A di buku cek itu.
"baiklah... sini!, cihh nyebelin"gumam orang itu sembari menulis jumlah hutangnya.
Aku meminta Listo mengurus ceknya.
Aku berjalan ke arah Clara dan keluarganya.
"paman-bibi. Tidak perlu khawatir lagi! aku sudah menyelesaikannya!"kataku sembari memberi senyuman.
Orang-orang itu membawa ceknya dan pergi.
Sebelum mereka pergi, mereka berkata
"kalian beruntung kali ini.." di depan pintu,setelahnya mereka pergi.
Clara dan keluarganya berpelukan sambil menangis haru.
Aku membiarkan mereka sendirian sesaat, aku menunggu di luar bersama Listo.
__ADS_1
Listo terlihat gelisah.
"tuan! saya masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di sini... bisa tuan jelaskan?"ucap Listo dengan muka khawatir.
"selama kabur dari rumah...aku menjalankan bisnis toko kopi. Dia saat aku mulai menjalankannnya aku bertemu dengan Clara-"
Listo memotong pembicaraan dengan bertanya.
"gadis itu?"
"Ya.. saat aku bertemu dengannya dia seperti gelandangan yang terjebak di tengah kota besar. Aku mengajaknya pergi ke rumah temanku sejak itu dia terus bersamaku untuk "membantuku" itu yang ia katakan"
".... kenapa tidak menyuruhnya kembali ke tempatnya waktu itu?"tanya Listo.
"hhh.... waktu itu aku masih bersembunyi dari ayah. Kau lupa ya??"
".....lalu apa lagi tuan?"
"saat itu aku bertanya padanya.. kenapa jauh-jauh ke kota sendirian. Dia menjawab karena keluarganya memiliki masalah hutang. Karena dia sudah membantuku, membayar hutang keluarganya adalah ucapan rasa terimakasih yang bagus bukan?"
Listo terlihat semakin bingung.
"tuan memang tidak salah,namun kenapa repot-repot?"
"hmm... kenapa ya. Aku rasa.. karena dia terus menempel denganku aku jadi memiliki rasa sayang dengannya...."ucapku dengan suara pelan.
"ohh,saya mengerti tuan! tenang saya akan membantu tuan!"ucap Listo sembari berdiri dan dan berkedip kepadaku.
"...... kau ini-"
"tenang tuan Leo!,saya yakin dia pasti suka dengan tuan"
"um..."
"ada apa,apa saya salah tuan?"
Aku berbisik ke telinga Listo.
"sebenarnya... kami saling menyukai......"
Wajahku benar-benar memerah saat itu.
Ahk rasanya memalukan,tapi Listo sudah seperti keluarga bagiku.
"wahh selamat tuan!!"ucap Listo sambil memegang kedua tanganku.
".... tapi.. masalahnya"
"???m-masalahnya?"
"aku pemalu kau tau itu Listo!..."
"ahh tenang tuan! pasti nanti terbiasa untuk tidak malu-malu"ucap Listo bagaikan itu mudah di lakukan.
Sesaat kemudian Clara beserta ayah ibunya keluar untuk berterimakasih padaku.
Aku meminta mereka tidak berterimakasih padaku tapi berterimakasih pada Clara.
Clara di peluk oleh Ayah ibunya, ayah ibunya mengucapkan terimakasih pada Clara.
Setelah itu Clara mendekat dan bertanya padaku.
"sejak kapan.. sejak kapan Leo pergi ke rumahku untuk bertemu ayah dan ibu" tanyanya dengan serius.
"um dua hari yang lalu, kenapa?"
"k-kenapa tidak mengajakku!!"
Clara memukul-mukul dadaku dengan pelan, dia terlihat kesal karena aku merahasiakannya.
Aku memegang kedua tangannya dan berlutut.
"hei kenapa kau kesal begini, lap air matamu itu.. aku melakukan ini untuk mengejutkanmu tau"ucapku dengan lembut.
"t-tapi seharusnya jangan merahasiakan ini dariku..."
"memangnya kau siapa.. aku akan melakukan apapun yang aku mau Claraa. Sudah jangan menangis lagi aku sudah menepati perkataanku-kan!" ucapku dengan pelan sembari mengelus kepalanya.
__ADS_1