Cinta Di Toko Kopi

Cinta Di Toko Kopi
12#(Liburan bersama)bagian 5


__ADS_3

Keesok paginya Aku terbangun dengan rasa sakit di leherku.


Leo "ahk.. Seharusnya aku tidak tidur dengan posisi duduk seperti ini..."


Aku menyadari Clara tidak ada di kamar.


Letto "uh... Pagi Leo.."


Letto bangun,lalu kami mencuci muka dan pergi ke bawah bersama.


...****************...


Kami berjalan mendekati tangga.


Leo "ayo tanya Ema apa kita bisa meminjam dapur untuk memasak!"


Letto "ah Ya! Aku sudah lapar.."ucapnya sembari memegang perutnya.


Saat kami sampai di bawah,Ema sudah menunggu kami di bawah.


Dia melihat ke arah kami,dan di saat aku ingin bertanya..


Leo "... Ema apa kami bisa-"


Ema memotong pertanyaanku.


Ema "mohon ikut saya.."ucapnya dengan dingin.


Aku dan Letto mengikutinya ke sebuah ruangan, Ema membuka pintu dan di dalamnya Clara,Dino dan Kirana sudah berada di dalam.


Clara "Leo!! Sini duduk di sini!" ucap Clara sambil melambaikan tangannya.


Leo "........"


Ema menyuruh kami berdua duduk,dia akan membawakan makanan untuk kami semua.


Beberapa saat kemudian Ema datang dengan membawa banyak makanan.


Ema "silahkan.. Saya akan kebelakang sebentar"ucapnya setelah menyajikan makanan di atas meja.


Leo "um baik.. Terimakasih untuk makanannya"


Ema pergi ke belakang dan kami semua mulai makan bersama.


Setelah makan,kami semua keluar untuk bersenang-senang.


Berjalan di Desa melihat-lihat desa tua ini.


Saat ini aku berjalan hanya bersama Clara, entah kemana teman-temanku yang lain.. Mereka tiba-tiba menghilang.


Leo "hm.. Sudah kuduga aku akan terjebak bersamamu...." ucapku dengan wajah lemas.


Clara "hihi~"


Leo "hhh....."


Clara "yuk ke sana!... Ada suvenir yang sedang di jual" ucapnya sembari berjalan dan menarik tanganku.


Leo "hei t-tunggu.."


Kami berdiri di depan tempat penjual suvenir.


"hai nak! Ayo di lihat! Mungkin ada yang kamu suka" kata penjual dengan ramah.


Leo "umm..."


Clara "lihat ini Leo! Bagus bukan?!" bertanya kepadaku sembari memegang suvenir.


Sesaat aku melihat wajahnya yang tampak bersenang-senang.


Leo "mm... Bagus. Tapi.. Ini lebih bagus" ucapku sembari memasang jepit rambut di rambutnya.


Clara "...!!" terkejut.

__ADS_1


Clara "um..."


Leo "kristal biru itu sangat cocok dengan mu" ucapku dengan senyuman.


Dia melihat ke arah kaca milik rumah warga untuk bercermin.


Clara ".....a-aku suka!!"


Dia langsung memelukku sebentar.


Leo "kami beli yang ini. Ini uangnya!"


Aku membayar jepit rambut itu dan kami berdua lanjut berjalan melihat-lihat desa.


Clara berjalan dengan wajah sangat gembira, dia memegang tanganku dan terus membawaku tempat yang ia mau.


Clara "yuk ke sana!"


Dia membawaku ke sebuah taman bunga.


Leo "uhh... Tunggu sebentar bagaimana bunga-bunga ini bisa mekar di  tempat sedingin ini?" tanyaku pada Clara.


Clara "ah ini bunga Kristal! Bunga ini hanya mekar saat musim panas di daerah ini. Kristal di jepit rambut ini juga berasal dari bunga ini!" jawab Clara.


Aku hanya diam karena masih tidak mengerti.


Clara "nah bunga ini belum mekar!, kalau di buka biasanya ada kristal di dalamnya!" ucap Clara dengan lembut sembari memberikan bunga kristal padaku.


Leo "..... Kau yakin ini aman"tanyaku karena ragu.


Clara "y aman! Coba buka!"


Saat aku membukanya terdapat sebuah kristal yang terpecah menjadi tiga bagian. Dan memilik tiga warna yang berbeda pula warnanya ,yaitu Kuning, Hijau , Biru.


Clara melihat kristalnya lalu mengambilnya.


Clara "aku pinjam ya!! Nanti aku jadikan hadiah buat Leo!"


Leo "..... ya.. Boleh..."


Kami menaiki menara itu hingga puncak.


Aku melihat pemandangan yang sangat indah dari sini.


Pohon,desa,jalanan,bahkan Kota dapat kami lihat dari sini.


Clara ".... Ini tempat yang selalu ingin ku perlihatkan kepada Leo"


Leo "oh ya" aku berbicara dengan lembut.


Clara menjadi diam sejenak.


Aku berjalan ke belakangnya dan memeluknya.


Leo "kau ingat perkataanku dulu..?"


Clara "hm?"


Aku melepas pelukanku dan memegang bahunya.


Leo "aku akan membantu menyelesaikan masalahmu!.


Jadi besok aku akan membantumu, apa kau mau membawaku ke tempatmu besok?"


Clara "benarkah! Baik! Besok aku akan bawa Leo ke rumahku!"


Dia kembali memelukku dan berterimakasih karena aku mau membantunya.


Aku melepas pelukannya dan bertanya padanya.


Leo "Dimana rumahmu?"


Clara "...di atas sana!...." tunjuk ke atas gunung.

__ADS_1


Gunung ini seperti bertingkat, dan desa ada di bawah lalu penginapan dan di atas penginapan ada rumah tempat Clara dan orangtuanya tinggal.


Leo "oh baiklah, aku mau kau menjelaskan masalahmu lebih detail padaku"


Clara "kami memiliki hutang yang menumpuk.. Lalu setiap kami membayarnya.. Hanya dapat menutupi bunganya saja"


Leo "lalu apa lagi?"


Clara "kami memiliki tanah di sebagaian besar daerah di gunung ini, bila kami tidak dapat membayarnya dia akan mengambil tanah milik keluargaku.."


Leo "kapan batas waktu pembayarannya?"


Clara ".... Minggu depan.. Dari awal aku ingin pulang saat musim panas, tapi kebetulan Leo membawaku liburan ke Desaku"


Leo "baik.. Aku sudah mengerti semuanya"


Clara "apa Leo benar-benar bisa membantu menyelesaikan masalah ini?!"


Aku mengelus kepalanya dan berkata.


Leo "tenang saja.. Aku pasti menyelesaikan masalahmu ini"


Setelah itu kami melihat pemandangan dari atas menara dan menikmati udara segar pegunungan.


Sesaat semuanya menjadi sunyi.


Lalu aku menanyakan hal yang ingin aku ketahui dari Clara.


Leo "ah ya Clara.. Apa kau akan tetap tinggal di desamu atau tinggal di kota?"


Clara "hh?... Um aku ingin-"


"Hei!!!"


Kirana dan Dino berteriak dari bawah.


"apa yang kalian lakukan di atas sana!, ayo ke bawah kita balik ke penginapan untuk makan malam" ucap Kirana dari bawah.


Hhh... Karena Kirana dan Dino pertanyaanku tidak di jawab oleh Clara.


Aku semakin bingung, padahal tadi adalah moment yang bagus untuk bertanya.


Hh.. Yah sepertinya aku hanya bisa berharap dia mau tinggal bersamaku di kota setelah masalahnya selesai.


...****************...


Kami kembali ke Penginapan.


Ema menyambut kami, lalu Kirana dan Dino memberi Ema "Soluby".


Ema "... Terimakasih" ucapnya dengan ekspresi datar.


Kirana "kami mendapat banyak dari nek,Okari. semoga kau suka"


Dari perkataan Kirana aku sudah tau siapa yang memberi ide untuk bermain ke rumah nek,Okari.


Sudah pasti itu Dino karena dia pasti ingin makan Soluby buatan nek,Okari.


Kami berjalan kembali ke kamar masing-masing untuk mengganti baju.


Setelah mengganti baju kami semua turun ke bawah dan berkumpul di ruang makan.


Ema datang dan menyajikan makanan.


Aku penasaran apa Ema pemilik tempat ini atau dia hanya pelayan di sini..


Yah itu semua masih menjadi misteri.


Dia selalu menghilang saat kami mencarinya lalu muncul tiba-tiba.


Dia juga tidak tersenyum ataupun berekspresi.


Setiap aku ajak bicara dia selalu dingin, bahkan saat aku menjadi orang yang dingin aku tidak pernah sedingin dia.

__ADS_1


Dia benar-benar gadis yang misterius.


__ADS_2