Cinta Di Toko Kopi

Cinta Di Toko Kopi
15#Festival malam ini!


__ADS_3

Aku berdiri di depan kamar Clara,menunggunya mengganti baju.


Leo ".... cepat sedikit, yang lain sudah menunggu di bawah"


Clara "sebentar..."


Leo "hh..."


Clara "baik aku sudah selesai"


Clara keluar dari kamar dan bertanya padaku.


Clara "bagaimana? aku cantik tidak?"


Leo "...."


Clara "???"


Ahhh!! aku tidak bisa berkata cantik... itu terlalu memalukan.


Apa yang harus aku katakan.....


Leo "Lumayan..."


Clara "huh... cuma lumayan!...."


Ah sial... dia kesal sekarang.


Aku melihatnya memakai jepit rambut yang aku belikan.


Leo "kau masih memakai jepit rambut itu?"


Clara "Iya! karena Leo yang bilang ini cocok denganku jadi aku suka memakainya!"


Oke itu membuatku memerah sesaat. Dia sangat menyukai jepit rambut yang aku berikan itu.


Leo ".... baguslah kalau kau suka!"


Setelah itu kami turun dan berkumpul bersama yang lain.


Kirana "awas sepasang kekasih mau lewat..."


Leo "cihh... berhenti berkata seperti itu.."


Dino "hei! Leo wajahmu memerah loh!"bisiknya kepadaku.


Ema "kalian terlihat cocok..."


Leo "kau jangan ikutan!!!"


Letto "sudahlah. Ayo semua kita ke tengah desa!"


****************


Kami sampai di tengah desa. Nek,Okari berbicara pada seluruh warga desa untuk bersenang-senang selama Festival.


Festival akan di adakan selama 3 hari.


Setelah Festival di selenggarakan aku dan Clara berkeliling untuk menikmati festival.


Okari "hoho~ apa kalian menyukai Festivalnya?"


Leo "tentu!"


Clara "tentu! Karena aku bisa bersama Leo seharian!"


Leo ".... Kau terus terang sekali.."


Okari "kalau begitu selamat bersenang-senang kalian berdua!"


Clara membawaku ke seluruh tempat yang ia mau, dia membawaku ke kebun bunga,toko suvenir khusus festival,dll.


Leo "... Harus kah aku memakai karangan bunga ini di kepalaku Clara.."


Clara yang sedang memakan roti menjawabku.


Clara "hmm!!, ya! Leo jadi lucu kalau pakai itu!"


Leo "hhh... Mau kemana lagi sekarang aku sudah membelikanmu anting dan gelang. Bisakah kita beristirahat aku lelah"


Clara "kalau begitu ayo ke danau!"


Leo "danau.."


Clara menarik tanganku dan membawaku ke dekat danau.


Clara "Leo suka melihat pemandangankan!. Leo pasti suka melihat pemandangan ini!"


Leo "...darimana kau tau. Yah aku memang suka melihat pemandangan"


Kami duduk di atas pohon yang tumbang di pinggir danau.


Clara menyenderkan kepalanya ke badanku.


Leo "...."

__ADS_1


Secara tidak sadar aku ikut penyenderkan kepalaku di atas kepalanya.


Leo "hm... Bangun-lah kita ke sini untuk beristirahat bukan untuk tidur siang"


Clara mengambil makanan dari keranjang yang ia bawa.


Clara "..ini!. Mau aku suapi?"


Leo ".....aku bukan anak-anak,sini aku bisa makan sendiri"


Clara "huff!.."


Leo "..kenapa!"


Aku melihat wajahnya terlihat dia sangat ingin menyuapiku.


Leo "hhh... Baik-baik. Kau boleh menyuapiku, tapi! Hanya satu kali"


Clara sangat senang dan menyuapiku Roti yang ia beli tadi.


Saat sedang menyuapiku Clara bertanya padaku.


Clara "Leo..."


Leo "hmm.... Ya!?"


Dia menatapku dengan matanya yang berwarna biru itu.


Leo "..... Kenapa? Ada yang kau mau lagi hah!"


Clara "a-apa aku boleh bertanya satu hal?..."


Leo "um..tentu?"


Clara "apa Leo... A-apa Leo menyukaiku..."


Wajahnya benar-benar memerah.


Aku terdiam dan memikirkan apa yang harus aku katakan.


Clara "tolong katakan yang sebenarnya!"


Dia memegang pundakku.


Dia menatapku dengan serius.


Leo "hhh.... Bohong kalau aku berkata tidak" jawabku dengan pelan.


Clara "!!!"


Clara melepas tangannya dari pundakku dan melompat kedepan memelukku.


Clara "aku senang.. Senang sekali!!"


Aku melepas pelukannya dan berkata padanya-


Leo "Clara!.. Walau kita saling menyukai tapi aku tidak bisa terlalu romantis...."


Clara "???"


Clara terlihat kebingungan dengan perkataanku tadi.


Leo "hh... Intinya aku pemalu Clara!.... j-jadi..."


Saat aku sedang memalingkan wajah ke kanan Clara berkata-


Clara "tidak apa! Aku sudah senang melihat Leo yang biasa!. Tapi.. Aku akan membuat Leo bisa sedikit romantis!"Ucapnya dengan semangat.


Aku berdiri dan mengelus kepalanya Clara.


Leo "sudah. Ayo kita lanjutkan menikmati Festival!"


Setelah itu kami berpegangan tangan dan berkeliling memakan kue dan menonton pertunjukan tarian saat malam.


Kami duduk bersama teman-teman yang lain.


Dino dan Kirana terlihat bersenang-senang, begitu pula dengan Letto dia terlihat bersemangat memasak bersama warga desa yang lain.


Ema "halo kalian berdua.."


Ema muncul di samping kanan kami dan mengejutkan aku dan Clara.


Leo "hh!! Kau membuatku kaget!"


Clara "benar!!"


Ema "maaf!"


Clara "Ema! Apa kau juga menikmati Festival?"


Ema "tentu..."


Leo "kalau begitu duduk lah bersama kami Ema!"


Ema duduk di samping kami,lalu kami pun menyaksikan tarian yang di tampilkan oleh warga desa Rora.

__ADS_1


Mereka menari menggunakan baju putih khas desa Rora dengan motif yang unik nan indah.


Juga menggunakan Kristal sebagai hiasan di pakaian mereka, itu membuat baju yang mereka kenakan terlihat sangat indah dan berkerlap-kerlip di bawah sinar bulan.


Clara menyandarkan kepalanya ke bahuku.


Clara "hm..."


Kami sedikit canggung setelah berbicara sore tadi.


Aku membiarkannya bersandar, Lalu aku mengelus kepalanya.


Leo "....entah kenapa aku mengelus kepalamu.."


Clara "??.... Apa malam ini aku bisa tidur di samping Leo.."


Leo "tidak!"


Clara "huff..."cemberut.


Leo "aku tetap tidak bisa membiarkanmu seenaknya tidur kamar cowok..."


Clara "...."


...****************...


Setelah pertunjukan berakhir kami dengan warga desa Rora memasak bersama, kami membuat sup dengan dengan resep milik warga desa Rora.


Letto mendekati warga dan menanyai tentang resepnya.


Letto "boleh aku tau isi resepnya?"


"tidak! Ini resep rahasia milik keluarga kami"


Letto "huhu~"sedih.


Yah aku melihat Letto berusaha mengetahui resep sup itu. Dan karena dia gagal dia terlihat sangat kecewa.


Aku mendekatinya dan berbicara dengannya.


Leo "ada apa?..."


Letto "huhu~ aku benar-benar ingin mencatat resepnya!"


Leo "...... Kau maniak resep makanan hah?"


Letto "ahk!! Kalau begini aku tidak akan bisa tidur malam ini. Ahhh!!!"


Yah aku rasa lebih baik membiarkannya sendiri... Lagi pula aku tidak ingin kena masalah.


Kalau begini pasti dia aka-.


Tuhkan.... Dia fokus memperhatikan setiap bahan yang di masukkan ke dalam sup itu, bahkan matanya tidak berkedip.


Mengerikan....


...****************...


Setelah sup jadi ,sup di bagikan kepada seluruh orang yang mengikuti Festival.


Saat sedang menikmati sup... Suara kendaran terdengar.


Clara "suara mobil..."


Leo "aku tau.."


Kami kami berlima bersama Ema dan Nek,Okari pergi menuju gerbang masuk desa.


Lampu mobil itu membuatku silau.


Leo "ah silau!"


Seseorang turun dari mobil itu.


Karena di gerbang masuk minim cahaya aku jadi tidak bisa melihat siapa yang turun dari mobil itu.


Listo "Tuan muda!!"ucap Listo sembari berjalan mendekat dan langsung memelukku.


Leo "... Listo..Bisa tolong lepaskan pelukanmu... Geli lah!"


Listo "ah maaf Tuan muda! Saya hanya khawatir karena Tuan melarikan diri dari rumah. Biasanya saya dapat menemukan Tuan muda... Tapi kali ini Tuan bersembunyi di tempat yang saya tidak dapat perkirakan"


Leo ".... Ah ya apa kau sudah bawa semua yang aku minta?"


Listo "sudah Tuan!"menunduk.


Listo "ini Tuan! Buku cek dan para pekerja akan sampai esok pagi!"


Leo "ah baiklah... Kau datang ke sini sendirian.."


Listo "iya Tuan!!"


Yang lain hanya kebingungan saat melihatku berbicara dengan Listo.


Clara "a-anu... Tuan siapanya Leo?"

__ADS_1


Listo "pelayannya!"


Clara "hh!?"


__ADS_2