
Pov Sarah
Di siang terik angin berhembus dengan Sepoi. Amboi aku rasakan betapa nikmatnya semilir angin berhembus. Dilapangan Tangsi menjadi saksi nyata perjalanan kisah ku di putih biru.
Hari ini hari yang kutunggu untuk mengikuti UKT yang begitu berharga bagiku. Tak terasa semua persiapan upacara apel pembukaan UKT pun segera dimulai.
Semua persiapan mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar sudah dilaksanakan dengan baik.
Persiapan pembuatan menara pandang kaki tiga untuk Bendera Merah Putih dan Bendera Tunas Kelapa Pramuka pun sudah dilakukan dengan begitu apik dan ciamik.
Aku bersama sari dan teman-teman pun begitu gesit membuat menara pandang sehingga cepat selesai. Walaupun jiwa emak-emak diri kami sebagai bibit tukang gosip tak terekkan lagi.
Kami mengobrol ngalor-ngidul (Dari Utara-Selatan) ngggak karuan membahas hal random mulai dari tipe cowo sampai dengan paling banyak ngobroling tentang Ikhsan.
Ketika mereka ngobrolin sesuatu tentang Ikhsan aku kadang merasa panas dalam tubuhku melonjak, eh mungkin juga bisa di sebut cembukurr!!
"Ehh.. Lihat Tuh si Ikhlan pangerannya Sarah cekatan banget ya!" Ujar seorang temanku.
__ADS_1
" Eh Iyya tuh, pandai betul menyimpul tali pada bambu! Ujar Sinta.
"Iyya nggak Rah, lebih hebat lagi nyimpul mati hatimu ya? Hehehehe, Sampai si Putri Cinderella yang tadinya benci jadi cinta mati Ea ea ea..!" Timpal sari meladeni ujaran si Sinta. Sari memandangiku sambil ketawa ketiwi, ngeselin banget menurutku. Teman-teman yang lain pun ikut tertawa.
"Apaan sih kamu Sar, sotoi banget Lu! Nggak usah gitu ya, belum pernah dapet doi yang mode unag bin ngeselin gitu." (unag artinya: konyol dan aneh) Aku menimpali celotehan Sari dengan jawaban retorisku.
Di saat itu pula aku menggeplak atau menonyor jidat Sari.
"Udah nggak usah main KDPRTM, Sarah!! lerai Sinta padaku.
"Apa itu KDPRTM?" Beberapa team pionering putri kompak bertanya penarasaran tengtang singkatan itu.
" Huhhh. Gaje ....!" Sorak Semua team pionering putri yang sedang menuat menara pandang kaki tiga. Begitu pula pola tampolan dan banyolan dari masing-masing anak mengenai bahu Sinta, tidak luput pula lemparan kerikil kepada Sinta. Semua merasa gedek terhadap tingkah laku Sinta barusan.
" Sudah-sudah kasian anak orang kalau di KDPRTM, wkwkkwkw! Apalagi Sinta itu baru diputus sama pacarnya kemarin!" Ujarku membongkar aib Sinta yang baru putus sama pacarnya tempo hari gara-gara si mantan pacar itu ketahuan selingkuh sama anak SMPN 1 Bumiayu.
" Huhhh. Sarah! kamu tuh ya, diajak curhat malah bongkar aib!!! Dasar sahabat Lucnut!"
__ADS_1
Sinta tak terima curhatannya malah dibongkar oleh Sarah pada saat kegiatan gosip calon emak-emak geng pionering ini.
"Sudalah... Sin semua sudah tahu kok soal masalah kamu!! Kita juga dukung keputusan kamu putus sama si Bagas itu alias babbi ganas alias buaya buntung dari Zimbabwe!" Sinta mengepic come back celotehan Sinta dengan begitu elegan.
"Betul.. Betul.. Betulll!" ledek semua team emakem-emak rempong anak pionering pembuat menara pandang kaki tiga.
"Ayo berpelukan ala teletubis!" Ujarku pada seluruh team pionering yang berjumlah 6 anak putri. Kami berpelukan berusaha memotivasi Sinta supaya always keep strong.
"Makasih ya temen-temen bestiekyuuu! Aku jadi terharu nih!" Jawab Sinta dengan terharu di saat kami berpelukan ala teletubis.
Begitulah drama dan gosip emak-enak rempong. Sesibuk apapun pasti ghibah and gosip receh nomor Wahid. Tak terasa pembuatan menara pandang kaki tiga pun selesai.
Persiapan upacara apel pembukaan UKT pun sudah semakin dekat, tinggal menunggu beberapa menit saja akan segera dilaksanakan.
Aku bertugas sebagai pembawa bendera merah putih kali ini sedangkan Ikhsan sangat gagah terlihat menjadi pemimpin upacara.
"Aduh kok aku perhaitiin dia terus ya! Manah kayak kelihatan ganteng banget lagi, Issh apa-apaan sih kamu Rah kok bucin gini!" tanpa sadar aku bermonolog sendiri sambil tersenyum melihat Ikhsan yang begitu menarik. Ihhhk dasar aku!!!!
__ADS_1
Angin masih berhembus begitu sepoi nya, daun daun melambai riang mengepak sebuah harmoni indah. Ranting-ranting dan dedaunan pohon beringin di sekeliling lapangan begitu menarik memberikan begitu banyak pasokan oksigen bagi makhluk lainya.