Cinta Diantara 3 Bunga

Cinta Diantara 3 Bunga
09 Upacara Pembukaan UKT Paling Kacau


__ADS_3

Persiapan upacara pembukaan pun berjalan dengan baik mulai dari pembuatan menara pandang kaki tiga untuk bendera Merah-Putih dan Bendera Pramuka. Dapat dilihat barisan peserta upacara, hingga petugas upacara sudah siap pada posisinya masing-masing.


*******


"Zul sekali lagi tolong bisa gantikan aku nggak jadi pemimpin upacara?


"Alah San kan kamu yang latihan? Kenapa sih emangnya?"


"Pokoknya aku merasa nggak niat aja, nggak enak badan aja Zul?


"Emangnya nggak enaknya kenapa San? Ngomong biar aku ngerti? Malah diem-diem bae!" Zulmi pun sedikit emosi dengan perilaku ku yang sangat absurd itu menurutnya."


*****


"Siap Grak! Kepada Sang Saka Merah Putih Hormat Grak! Ucapku pada seluruh barisan.


"Brettt....vehehhdhdhhd


"Brut.... Bruttt ....wbehhhwhe


"Brettt... Wkdhdhsghwggs


"Hahahahahah......"hahahahahah....." Sorak ketawa jahat, gagal sudah kegiatan pembukaan upacara ini.


Aku panik seketika, huhh aku harus merasakan betapa melilitnya perutku. Sial. Aduh gimana ini perutku rasanya begitu sakit.


Aku melihat sekitar betapa ramainya keadaan begitu ramai sorak-sorai menertawai ku. Anjir malu sampai ujung ubun-ubun.

__ADS_1


"Pangeran Kentut.. "Pangeran Kentut...!" Sorak anak-anak mengatai ku.


Anjir aku begitu panik tak terhingga. Akupun langsung balik kanan bubar barisan lari ke sungai untuk buang hajat.


Gila ini pengalaman paling membagongkan bagiku. Malu minta ampun kurasa seumur hidup aku rasakan.


"Pangeran Kentut...!


"Pangeran Kentut!.


Sesaat aku lari tunggang-langgang turun ke sungai.


Kemudian saat aku buang hajat turun ke sungai dibawah lapangan, ada hal lebih gila lagi yaitu ketika saya tongkrong di sungai.


"Ahhhhhh..." Rasanya perutku terasa begitu lega setelah mengeluarkan hajatku.


Eh ternyata.... Oh ternyata ...


Gila si King Kobra berdiri tegak di diatas batu Sungai. Gede banget ularnya berdiri tegak kepalanya nongol, seketika ularku langsung keriput melihat si King Kobra.


"Anjir.!!!!!!!!!


"Ularr... King Kobra..!


"Aduh gimana.... Gimana ini ada si King lagi!" Aku membatin begitu takut dengan Si King yang tetap menatapku.


Mau ku adu dengan ularku yang hanya sebesar pisang ambon rasanya tidak mungkin juga. Wkwkkwkw.

__ADS_1


Mana mungkin ularku menang melawan Si King Kobra itu. Yang ada aku langsung pindah alam terkena bisa ular King Kobra. Kalau bisa ularku bukanya mematikan malah justru menciptakan proses kehidupan baru di guwa Hiro seorang wanita Awwowkwowkwk...


Aku mencoba menenangkan diriku dari ketakutan ku terhadap ular itu.


Kondisiku masih tegang berdiri mematung ketika melihat ular itu. Gimana lari nggak ya? Atau aku lempar aja dengan batu kali ini.


"Lari atau lempar ya?"


"Lari atau lempar ya?"


"Lari atau lempar ya?"


Ah mending lempar terus lari aja. Aku bersiap-siap mengambil batu dan mencoba melempar batu pada si King Kobra yang sebesar lengan anak remaja, kurang lebih panjangnya kira-kira hampir 7-6 meter.


"Satu, Dua, Tiga!! Plakk.. Kedebuk!" Tenyata lemparanku head shoot mengenai Si King Kobra yang sedang berpose setelah mengintip Pangeran Kentut ini berak.


["Anjir manusia ga ada akhlak, bukanya tahu diri aku biarin boker di wilayahku eh malah melemparkan batu ke kepalaku seenaknya saja, akan aku beri pelajaran dia, Eh tapi ganteng juga sih remaja itu, awas kau ku patok mapus!" Kira-kira begitulah ucapan ular misterius itu dalam hati"]


"Ehhh... Ehhhm. Ehhhh..." Kok kepalanya gerak-gerak seperti aca-aca goyang kepala orang India.


Eh si King Kobra sudah ke getok kepalanya pakai Head Shoot batu kok bangun lagi ya? Aduh bisa berabe nih.


Mending aku keluarin aja deh jurus langkah kaki seribu...


"Jiah..... Kabur!!!!!!!"


****

__ADS_1


__ADS_2