
Kamis, 10 Juli 2023
Pukul 10.20 WIB
Seluruh peserta UKT kali ini sudah tiba di tempat yang di tuju. Sekitar 100 orang lebih kini berdiri di lapangan tangsi. Lapangan desa yang cukup luas dan asri ini berada di dataran yang cukup tinggi.
Suasana sudah beranjak terik siang hari itu. Seluruh peserta kini berbaris rapi dilapangan tersebut.
Kali ini aku ditunjuk menjadi petugas upacara dengan Zulmi.
"Bro, sudah siap jadi petugas upacara apel pembukaan ini?" Aku bertanya pada Zulmi sambil merapikan baju dan atribut lengkap kami.
"Siap Bro!" Jawabnya singkat.
"Ohya bro kamu bisa gantiin aku untuk jadi pemimpin apel nggak? Please?" mohon ku padanya sambil ku beranjak merangkul bahu nya.
"Alah kamu aja, kan kamu udah latihan San?"
"Aduh ini urgent beneran!" Ujarku memohon pada Zulmi dengan puppy eyes.
"Bro ya nggak bisa bro, kamu yang latihan masa aku yang gantiin kamu?" Tolak Zulmi sambil melototiku.
Zulmi pun masih terus menolak ku. Akhirnya aku pun pasrah pada keadaan yang sedang menimpaku, tubuhku sedang tidak bisa diajak berkompromi. Semoga saja tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
*********
Pov Sarah sebelum upacara dimulai.
Beberapa peserta putri terlihat sedang sibuk mendirikan pionering menara pandang kaki tiga untuk mengibarkan bendera Pramuka, sedangkan satu menara pandang kaki tiga didirikan oleh peserta putra disebelah barat.
Disela-sela perbincangan itu aku dan Sari mengobrol sesuatu yang unfaedah. Ya biasalah perempuan kalau kumpul pasti gosip walaupun itu tengah melakukan pekerjaan.
"Rah, kamu senyum-senyum mulu Rah? Lihatin sang pangeranmu ya?" Ujar Sari padaku, sambil tersenyum meledekku.
"Ihhh apaan sih Ri! Aku nggak liatin dia kok! Cuman lagi seneng aja, habis nggak nyangka bisa dapet pengalaman kayak gini, seru-seruan bareng kalian, apalagi di desaku lagi." Ujar Sarah membantah pertanyaan Sari.
"Alah nggak usah ngeleslah kamu? Kayak aku nggak tahu aja kelakuan lucknutmu! Hahahahahah." Sari tertawa renyah sambil memegangi perutnya.
"Iya tuh Sarah, nggak usah pura-pura lah, diam-diam nyawang (memperhatikan) Ikhsan?" Ujar salah seorang teman Sarah.
"Hihhh. Apaan sih kalian! Sirik aja, makanya cari cowo sana". Balasku penuh percaya diri.
"Ohya Rah, kamu perhatiin nggak kalau Si Ikhsan itu jago banget loh tali-temalinya. Tiba-tiba Sari membahas topik lain sambil menunjuk kearah Ikhsan yang sedang merangkai pionering dengan tali-temali itu.
"Ikh bener tuh kata si Sari!". Ujar salah seorang team pionering yang lain.
"Ih... Cari cowok sana jangan lihatin Ikhsan terus." Sela ku memotong pembicaraan mereka, calon emak-emak tukang gosip.
__ADS_1
"Hehhhh... Ngeselin banget mereka."Batinku menggelegar panas.
"Nggak usah terlalu protektif keles!" Balas Sari mengejek.
"Tau nggak menurut buku primbon Jawa yang aku baca katanya cowok yang jago tali-temali itu tandanya jago merangkai simpul cinta! Ea... Ea...." Agnes meledek dengan banyolannya.
"Ihhh, ih kayanya bener nih mitos itu sampai-sampai teman cantik kita kecantol sama dia, sampai bucin lagi!" Sekilas seluruh team pionering tertawa lepas.
"Akh... Aku cuman salut aja sih sama Ikhsan, walaupun konyol tapi romantis tau! Nggak bisa deh aku jelaskan dengan kata-kata.
"Ilih-ilih belain terus tuh Si Ikhsan! Cinderella kita bucin guys..!" Seketika Sari membantah hal itu.
"Kalau dilihat-lihat sahabat Ikhsan ganteng juga tuh , Zulmi. Kamu nggak pengen Ri jadian juga sama tuh anak, biar kalian double date gitu."
"Nggak lah aku mau nggak suka cowok kaku kayak dia, kayak jadi ekornya Si Ikhsan aja tu si Zulmi." Bantah Sari.
"Hus ngga boleh bilang begitu tau Ri, ntar kamu juga bunci lagi tuh kayak Cinderella yang awalnya gedek Eh malah Bucin, ciahh hahaha"." Agnes kembali mengkounter balik pernyataan Sari.
"Ya sudahlah, ayo segera kita selesai pionering menara pandang kaki tiga ini, gosipnya di tunda dulu." Ucapku coba kembali mengkondisikan suana yang lebih gaduh dengan gosip ngalor-ngidul (utara-selatan).
Beberapa saat kemudian menara pandang yang kami buat pun selesai, tapi tidak lebih cepat dengan menara pandang yang dibuat oleh team putra.
"Dari sini aku paham bahwa tenaga laki-laki jauh lebih cekatan dan bertenaga. Apalagi ada Ikhsan yang jago banget tali-temalinya. Jadi pengin aku di simpul cinta mati oleh". Dadaku berdetak lebih cepat disebabkan oleh rancauan batinku sendiri."
__ADS_1
Persiapan upacara pembukaan pun berjalan dengan baik mulai dari pembuatan menara pandang kaki tiga untuk bendera Merah-Putih dan Bendera Pramuka. Dapat dilihat barisan peserta upacara, hingga petugas upacara sudah siap pada posisinya masing-masing.
******