
Tak terasa waktu semakin berlalu. Hari-hari berganti dengan cepatnya. Masa-masa SMP bisa dibilang masa-mas paling berharga. Setiap anak Adam sudah bergolak mengenal warna.
Kelas 8 semester 1, begitu cepat kami menyelesaikan masa kelas 7 lalu. Tak disangka kami, Aku dan Sarah ditakdirkan menjadi 1 kelas di kelas 8C, entah itu acak atau sengaja diatur oleh dewan guru yang usil.
Dahulu saat kelas 7 aku kelas A sedangkan Sarah kelas B. Yupps kami bersebelahan. Namun entah kenapa sekarang justru satu kelas.
Lambat laun kujalani hariku sebagaimana air mengalir. Deras dan syahdu begitu indah.
*******
Pov Ikhsan
Juli 2010 kelas VIII Semester 1
Dihari yang cerah pada bulan Juli tahun 2010 hari-hariku terasa begitu indah. Penuh warna nan gairah. Lambat laun aku menikmati kisah asmaraku dengan Sarah membuatku begitu nyaman menjalani hidup.
Siang itu suasana kelas begitu semarak setelah istirahat. Satu kata kelas idaman semua Siswa yaitu kelas 8 C. Mungkin bisa disebut pula kelas C singkatan kelas Cintaku dengan Sarah.. Ea.. Ea...
"Sar ohya gimana nih aku bingung sama Teorema phytagoras yang dijalankan Pak Hendro". Gunggamku ke arah Sarah sambil tersenyum manja.
" Hemm.. Kamu ya San pura-pura bodoh atau mau caper sama aku nih??" Gertak Sarah sambil tersenyum begitu manis padaku.
Disisi lain Pak Hendro datang melangkah perlahan.. Tap.. Tap... Dari depan menuju arah paling belakang
"Haii... Pangeran dan Cindera, ngapain kalian malah asyik-asyikan bukanya dikerjakan!" Gertaknya penuh penekanan.
"Ehhh Pak Hendro, tumben Pak kebelakang? Ujarku basa-basi padanya.
"Ehhh iya juga Pak bagaimana Pak?" Tanya Sarah Canggung.
"Huh kalian tuh tiada hari tanpa bucin!!! Sindir Pak Hendro padaku dan Sarah.
"Nggak juga Pak aku kan cuman nanya sama Sarah, emang Salah Pak?
"Masih saja alesan kamu San?"
__ADS_1
"Iyya beneran tadi Pak Ikhsan nanya ke Aku? Suer dia nggak bohong kok Pak?
" Idih-idih malah dibelain lagi? Emang bapak pikun apa sampai nggak tau siapa Ikhsan itu?
Kami nyengir sambil menggelengkan kepala.
"Yah dasar kalian, sok pura-pura. Kamu tuh ya San, kan juara Olimpiade tingkat Provinsi? Apalagi lombanya kalian berdua sama sarah. Mau pura-pura jadi goblok gitu? Yo Ndak mungkin!!!" Cecar Pak Hendro menatap tajam kami.
"Ehh. Iyya ding Pak, saya lupa. Abisnya saya gregetan pengin ganggu Sarah. Heheheh".
" Healah.. Ada aja kamu mau modusin San."
"Kamu juga Rah mau-maunya ditanyain hal nggak penting sama Ikhsan."
"Kan nggak gitu juga Pak, saya hanya berusaha membantu menjawab orang yang sedang kesusahan. Heheheh" ujar Sarah sambil menyengir ala kuda.
" Hehhhh alah .. Kamu ya sama aja kayak Si Ikhsan bucin gak ketulungan, untung kalian pinter ditambah lagi berprestasi, kalau nggak sudah saya bejek-bejek kalian." ujarnya sedikit emosi.
" Eh yang sabar Pak nanti cepat tua." Selaku ringan.
" Bukan gitu juga Pak, Ikhsan kan hanya menasehati Bapak. Demi kebaikan bapak juga kok." Celetuk Sarah sambil membekap mulutnya.
"Bisa kamu ini belain terus, pangeranmu itu. Untung kalian pintar. Kalau. Tidak??
" Kalau tidak apa Pak? Selaku ringan
" Kalau tidak ya kalian jelas bapak hukum sampai jadi rempeyek hehehe. Ya sudah sana mending bantuin temen yang lain agar lebih mudah untuk paham, biar nggak kalian aja yang paham!" Perintah beliau dengan lugas.
Tap.. Tap.. Suara langkah Pak Hendro pergi menjauh dari kami.
Dengan semangat Aku dan Sarah menjalankan perintah beliau untuk membantu teman-teman lain dalam memahami materi.
Hari-Hariku terasa begitu indah. Semangat belajarku bergairah. Apalagi didampingi cewek cantik dan pintar seperti Sarah. Sungguh masa pubertas manalagi yang ku dustakan. Setiap hari itu loh dapat senyum manis dari dia. Wkkwkw. Satu semeter kelas 8 tak terasa begitu dilewati.
Begitulah kami kesehariannya dikelas selalu saja menjadi bahan sensasional tiada habis.
__ADS_1
Ditambah lagi letak duduk kami bersebelahan paling belakang. Aku di kiri barisan putra dan Sarah sebelah kanan barisan putri, tepatnya kami bersebelahan di bangku paling belakang dengan posisi ditengah dimana menjadi batas dengan area putra dan putri.
Waktu terus saja berjalan sesuai tanggung jawabnya. Pagi menuju sore. Siang menuju malam. Minggu menuju bulan. Dan bulan menuju tahun. Entah mengapa apakah ini memang sebuah takdir indah bagi awal kehidupanku di masa-masa SMP ku. Aku tak tau itu, kebahagiaan kah atau justru ujian hidup yang membawa diri pada keterlenaan.
*****
Pov Sarah
" Hemm.. Hari berlalu begitu saja. Tanpa terasa aku sudah kelas 8 saja. Mungkin karena aku terlalu semangat belajar dengan pangeranku. Hehehheh... Kok tambah Bucin ya aku hadehhh...
"Eehhh ternyata aku udah hampir satu tahun nih jadian mau anniversary, tepatnya 9 bukan, kayak orang hamil aja 9 bulan." wkkwkw ujarku
"Hari ini cukup berwarna tidak kalah dengan hari- hariku sebelumnya juga demikian. Tapi ehh tidak Ding, tadi cukup kocak juga saat ada Pak Hendro. Hih menyebalkan tapi seru juga sih kalau bareng Ikhsan Mah." ujarku sambil tersenyum menatap kaca rias dikamarku.
"Ehh ehh kok aku melamun sendiri njir? Tanyaku pada diri sendri. "Nggak nyangka juga sih bisa jadian sama cowok kayak Ikhsan, kok bisa ya? Ah masa bodolah. Tapi lama-lam sayang juga nih. Ah Ikhsan bikin masa SMPku jadi nano-nano aja banyak rasa."
Hehehe." Gunggam batin Sarah sambil cekikikan
*****
Taukah mungkin setiap orang yang sekolah pernah mengalami yang namanya kegiatan pramuka? Ya bukan? Kegiatan penuh adrenalin? Apalagi kalau untuk Ujian Kenaikan Tingkat. Huhh betapa serunya itu?
"Zul kamu siap nggak persiapan UKT lusa hari?
"Tenang aja bro, gua mah selalu wkwkkw, apalagi kegiatan menyenangkan seperti ini."
Pertengahan Juli pun datang. Bulan pembukaan menuju padatnya berbagai kegiatan di Agustus mendatang.
Di bulan inilah kami mempersiapkan diri untuk mengikuti UKT menjadi penggalang tingkat 3 agar kami dapat mengikuti Lomba Tingkat Penggalang Ramu.
__ADS_1
\*\*\*\*