
.. Lanjjuutttt..
Setelah pesanan mereka datang, Tiba-tiba Seseorang dari panggung music yang berada di dalam cafe tersebut memanggil nama Dimas, dan Dimas langsung pergi ke panggung tersebut dan membuat teman-teman nya kebingungan.
" Sayang kayanya kita harus siap-siap kamera deh, kamu bawa engga? " Bisik Alan pada Vidia.
" Bawa sih tapi Buat apa?? " Tanya Vidia kebingungan
" Udah cepet setting aja, Kayanya Dimas mau menjalankan aksinya sekarang " Jawab Alan pelan namun Ardi yang di dekatnya masih bisa mendengar nya.
" Maksud nya apa nih, Dimas mau ngapain? " Batin Ardi.
" Mohon maaf sebelumnya, saya mau minta waktunya sebentar " Ucap Dimas dan seketika membuat para penghujung dan teman-temannya fokus memperhatikan nya tak terkecuali Widia.
" Disini saya akan membawakan sebuah lagu untuk salah satu Gadis yang berada di sana, Widia lagu ini buat kamu " Ucap Dimas menatap Widia membuat semua mata orang yang berada disana memandang Widia seketika.
Alunan lagu mulai terdengar, Dimas mulai menyanyikan lagu tersebut dengan merdu, lirik demi lirik Dimas Hayati seolah-olah lirik itu ada curahan hatinya untuk Widia.
Melamarmu
Badai Romantic Project
Di ujung cerita ini
Di ujung kegelisahanmu
Kupandang tajam bola matamu
Cantik, dengarkanlah aku
Aku tak setampan Don Juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini 'ku tak ragu
'Ku sungguh memintamu
__ADS_1
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Kuingin melamarmu
Aku tak setampan Don Juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini 'ku tak ragu
'Ku sungguh memintamu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Kuingin melamarmu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku (di sampingku)
__ADS_1
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Oh, satu yang kumau
Kuingin melamarmu.
Widia yang mendengar itu matanya mulai berkaca-kaca karena terharu, Namun beda dengan Ardi dia mulai kesal dengan apa yang di lihatnya hari ini, Vidia dan Alan malah sibuk merekam.
" Widia Boleh engga maju kesini sebentar " Panggil Dimas pada Widia, dan seketika Widia maju ditemani Airin dan Alan yang terus merekam.
" Widia kita memang baru mengenal satu sama lain, namun sejak awal hati ku sudah memilih kamu, aku udah ga mau main-main lagi, hari ini disaksikan oleh semua orang, Aku Ingin MELAMARMU WIDIA, Kamu mau engga jadi ISTRI aku IBU daria Anak-anak aku?? " Ucap Dimas sambil berlutut mengeluarkan kotak Cincin berbentuk Love
" Mauu... mauu... mauu.. "
" Terimaa, Terimaa "
" Ayoo dong jawab Mau... "
Ucap semua pengunjung disana, membuat Widia malu-malu.
" Aku mauu.. " Ucap Widia pelan
" Apa aku ga denger " Ucap Dimas sengaja
" Aku mau jadi ISTRI kamu dan IBU dari Anak-anak kamu " Ucap Widia dengan mata yang berkaca-kaca karena terharu.
" Yeeaaassshh makasih sayang " Ucap Dimas memakaikan cincin di jari manis Widia dan memluk Widia. Daan mendapatkan tepukan meriah dari pengunjung disana
Seketika Widia melihat Ardi yang menunduk sedih disana, Widia jadi tidak tega namun ini sudah takdir mereka karena bukan Ardi jodoh Widia dan walaupun masih ada perasaan yang tersisa itu hanya masa lalu selamanya akan menjadi kenangan.
" Semoga lo bahagia Wid, maafin gue yang ga bisa perjuangin lo, semoga Dimas yang terbaik buat lo " Ucap Ardi pelan dan pergi dari tempat itu dengan kecewa yang mendalam.
***Jangan menyepelekan sebuah Kejujuran atau kamu yang akan menyesal nantinya..
**To Be Continued
__ADS_1
Salam manis
.. Niandraa***..