
Hari yang di nanti telah tiba, Widia sedang berada dikamar nya untuk di dandani oleh MUA terkenal di kotanya, dia di dandani menggunakan Adat sunda.
"Wah.. Sayang kamu cantik sekali " ucap Mama Winda memuji anaknya.
"Ah mama bisa aja" ucap Widia tersipu
"Beneran Wid, lo cantik banget kak Dimas
pasti kelepek-kelepek lihat kecantikan lo" ucap Vidia.
"Duh malah di tambahin, aku takut terbang ini" ucap Widia..
Widia pun selesai di dandani dia menatap dirinya dalam cermin sambil tersenyum.. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pada pukul 08.30 pagi, itu artinya ada waktu 30 menit lagi untuk acara akad nikah di langsungkan.
"Sayang mama keluar dulu sebentar. Mama mau lihat apa pa penghulu dan rombongan mempelai pria nya sudah datang" ucap Mama Winda.
"Iya Mah.. " ucap Widia
"Aku temani Widia disini aja ya tante? " ucap Vidia.
"Tante titip Widia ya sayang " ucap Mama Winda, dan pergi meninggalkan mereka.
Sebenarnya sejak pagi tadi Ardi sudah berada di rumah Widia, melihat Mama Winda keluar akhirnya Ardi memberanikan diri meminta izin pada mama Winda untuk bisa menemui Widia, karena mama Winda tidak tega melihat Ardi yang memohon padanya, akhirnya mama Winda pun mengizinkan Ardi masuk dan menemui Widia.
Ardi pun masuk ke rumah Widia, dia berdiri di depan kamar Widia, Ardi tercengang melihat kecantikan Widia.
"Seandainya aku yang akan menikah dengan mu hari ini, aku pasti akan menjadi lelaki yang paling bahagia di dunia ini" Batin Ardi sambil menatap Widia.
"Ardi.. Ngapain berdiri disitu?? Masuklah" ucap Vidia pada Ardi.
__ADS_1
Mendengar kata Ardi di sebut, Widia pun langsung membalikkan pandangannya, hatinya langsung merasa lemah melihat sosok laki-laki yang pertama kali mengisi hatinya, datang di hari penting nya.
Ardi pun masuk kedalam kamar Widia, dia menghampiri Widia namun tetap menjaga jarak nya.
"Kamu cantik banget Wid " ucap Ardi.
"Makasih Di " ucap Widia
"Wid, sebenarnya aku kesini mau minta maaf sama kamu, maafin aku karena udah nyia-nyiain kamu, dan selamat ya semoga kamu bahagia" ucap Ardi memberikan kotak kecil dari dalam saku kemejanya, hadiah yang dia siapkan untuk Widia.
"Makasih yaa.. Tapi ini apa?? " tanya Widia. Menerima hadiah dari Ardi
"Ini cuma hadiah kecil dari aku, semoga kamu suka, sekali lagi selamat ya.. Aku permisi dulu" ucap Ardi dan pergi meninggalkan Widia.. Dia tetap tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya.
"Dia ngasih apa Wid? " tanya Vidia.
"Coba kamu buka aja.. " ucap Vidia.
Widia pun membuka hadiah dari Ardi, ternyata itu Cincin yang dulu di inginkan Widia saat mereka masih berpacaran.
"Cincin?? " ucap Vidia
"Ini Cincin yang aku minta ke Ardi untuk mas kawin kalau suatu hari kita menikah" ucap Widia menunduk.
"Ada suratnya baca Wid?? " ucap Vidia.
" Hai Widia.. Hari ini kamu pasti cantik sekali, memakai kebaya yang indah dan pastinya dengan hiasan tangan bunga mawar, bunga yang kamu suka, akhirnya aku bisa beli cincin ini buat kamu.. Aku udah cari cincin model ini ke beberapa kota dan aku seneng banget bisa kasih ke kamu, seperti yang kamu minta di hari pernikahan kamu, walaupun bukan aku yang jadi mempelai pria nya, Wid maafin aku, aku ingkar janji.. Aku gak bisa jadi lelaki yang selalu bahagiain kamu, maafin aku, aku bohongin kamu, maafin aku, aku nyia-nyiain kamu dan maafin aku, aku tidak memperjuangkan cinta kita, tapi percayalah, hati ini selamanya hanya milik kamu, selamat hari pernikahan yaa Widia.. Sayangku.. Semoga kamu selalu bahagia.. Dari aku, Ardi yang selalu mencintaimu.. " Isi surat dari Ardi..
##Flashback..
__ADS_1
Widia dan Ardi sedang berada di dalam Mall, Ardi menepati janjinya untuk mengajak Widia menonton film favoritnya.
Mereka pun berjalan bergandengan tangan, melewati beberapa toko, saat melewati toko perhiasan Widia pun menghentikan langkah nya, ternyata ada satu benda yang menarik perhatiannya.
"Sayang.. Lihat deh itu cantik banget yaa.. " ucap Widia pada Ardi menunjuk sebuah benda yang ada di etalase toko perhiasan tersebut.
"Yang mana?? " tanya Ardi.
"Yang itu sayang.. " ucap Widia.
"Cincin yang itu?? " ucap Ardi.
"Iya.. Itu Cantik yaa.. " ucap Widia
"Kamu mau?? Mau kita tanyain aja?? " ucap Ardi
"Engga usah sayang.. Aku cuma suka model nya, aku ingin saat menikah nanti aku bisa memakai cincin itu" ucap Widia sambil menatap Cincin itu, padahal Widia memang menginginkan Cincin itu, tapi dia tau harga cincin itu pasti mahal sekali, mereka pasti tidak punya cukup uang untuk membelinya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan foto cincin ini (mengeluarkan handpone nya, dan memfoto Cincin tersebut) nanti kalau aku sudah ada uang, aku akan jadikan cincin ini sebagai mas kawin buat kamu " ucap Ardi menatap Widia.
"Beneraann?? " ucap Widia
"Aku janji.. " ucap Ardi yakin.
"Aku pegang ya janji kamu?? " ucap Widia.
##Flashback off.
Bersambung...
__ADS_1