Cinta Karena Cinta

Cinta Karena Cinta
Part 30


__ADS_3

**Hallo teman-teman aku kembali lagi, maafkan aku yang tidak pernah updet cerita ini, karena kemarin aku masih fokus pada cerita aku yang lain, tapi sekarang aku akan melanjutkan cerita ini, tapi maaf ya kalau belom bisa sering-sering updet nya, terimakasih untuk yang terus mendukung cerita ini, jangan lupa vote, like dan coment nya karena semua saran kalian mungkin akan membantu aku untuk dijadikan updet-updet selanjutnya..


*Langsung aja yaaa***....


***********


Setelah malam lamaran widia, Dimas dan Widia tidak di perbolehkan untuk bertemu karena mereka masih dalam masa pingitan, ritual adat yang di laksanakan sebelum hari pernikahan.


Widia dan Vidia masih harus bulak-balik ke luar kota karena mereka harus mengurus segala kontrak kerja mereka, sama hal nya dengan Dimas dia juga masih harus mengurus usaha barunya di luar kota.


Setelah berita pertunangan mereka dan hari pernikahan mereka tersebar, di sambut gembira oleh para fans mereka, walaupun banyak juga yang tidak rela harus kehilangan idola mereka, mereka menyebut hari pernikahan Dimas dan Widia dengan hari patah hati.


Sama hal nya dengan Ardi, sejak tau kebenaran berita tentang Dimas dan Widia, mampu membuat Ardi menjadi orang yang depresi dia berubah menjadi orang yang arogant, dia masih belum mengikhlaskan Widia menjadi milik orang lain, apalagi orang itu adalah teman satu kerjanya. Ardi selalu mencoba menemui Widia, bahkan dia selalu mengikuti Widia kemana pun Widia pergi namun hasilnya nihil, Widia selalu menghindar setiap kali bertemu dengan Ardi, Widia tidak mau menjadi bimbang karena menemui Ardi, bagaimanapun Ardi adalah yang pertama mengisi hati Widia, namun sekarang semua itu sudah berlalu.


..........


Malam sebelum pernikahan Widia dan Vidia membantu mamanya Widia untuk menghias beberapa perintilan yang belum terpasang.

__ADS_1


"Makasih banyak ya Ma.. Maaf Widi engga bisa banyak bantu mama buat dekor pesta pernikahan Widi" ucap Widia sambil duduk di sebelah mamanya.


"Engga apa-apa sayang, lagian ada banyak orang yang bantu dekor semuanya, mama juga seneng banget, sebentar lagi anak mama akan menjadi seorang Istri, semoga kelak kamu bahagia selalu ya nak, suami mu akan menjadi suami yang selalu melindungi dan mengayomi kamu, langgeng sampai akhir nanti" ucap mama Widia mengusap rambut Widia.


"Makasih ya ma, mama emang paling the best" ucap Widia memeluk mamanya.


"Dasar anak manja. " ucap Vidia, Vidia hanya tersenyum saja melihat perlakuan Widia


"Sama-sama sayang (membalas pelukan Widia) apapun yang buat kamu bahagia, mama juga akan bahagia.. " ucap mamanya.


"Udah ah.. Kamu cepet Istirahat sana, mau jadi istri ko manja banget.. Besok jangan sampai bangun telat, karena besok kan kamu akan menjadi Ratu.. " ucap Mama Widia sambil melepaskan pelukannya.


"Vida juga istirahat yak nak" sambung mama widia


"Siaappp tante... " ucap Vidia memberi hormat.


"Baiklah.. Widia juga sudah lelah, mama juga istirahat yaa.. Kan besok juga mama akan menjadi Ibunya Ratu.. " ucap Widia mencium kening mamanya sekilas.

__ADS_1


"Ayo Vid.. " sambung Widia pada Vidia


Mereka pun masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya, Widia terus menatap langit-langit kamarnya.


"Apa pilihan ku sudah tepat ya.. Apa aku tidak salah pilih?? " Batin Widia..


"Woy... Ngelamun lagi lo" ucap Vidia menyenggol Widia.


"Isshh kaget tau.. " ucap Widia.


"Eh selamat ya Wid.. Gue ikut bahagia atas pernikahan lo.. " ucap Vidia menatap Widia.


"Makasih ya.. Vid.. Kamu memang sahabat sejati aku.. Aku juga berharap kamu secepatnya nyusulin aku " ucap Widia tersenyum.


Mereka pun melanjutkan obrolan panjang mereka.. Mungkin saja ini akan menjadi malam terakhir mereka tidur bersama, karena besok Widia akan menjadi seorang Istri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2