
Lanjutt....
"Wid lo engga apa-apa?? " tanya Vidia karena melihat Widia melamun sambil menatap cincin yang di berikan oleh Ardi.
"Dia menepati janji nya Vid " ucap Widia meneteskan air matanya.
"Wid?? Apa lo masih mencintai Ardi?? " ucap Vidia sambil memegang pundak sahabatnya.
"Kenapa dia harus datang di saat seperti ini sih Vid?? Bertahun-tahun aku mencoba melupakannya, tapi kenapa harus di waktu sekarang ini" ucap Widia menangis.
"Belom terlambat kalau lo mau ngejar Ardi?? " ucap Vidia memeluk Widia.
"Sekarang udah engga mungkin, akan banyak hati yang kecewa kalau sampai aku meninggalkan acara ini, aku memang mencintai nya Vid, tapi tidak sebesar dulu, dulu dia yang menyerah dengan hubungan kita, lalu kenapa aku harus mengejar nya lagi" ucap Widia.
"Aku akan tetap menikah dengan kak Dimas Vid, mungkin jodoh ku memang bukan Ardi " ucap Widia.
"Lo yakin Wid? " ucap Vidia.
"Semoga ini keputusan yang tepat Vid" ucap Widia.
"Amin.. Semoga kebahagiaan yang lo ambil " ucap Vidia memeluk Widia sekali lagi.
Saat Widia dan Vidia sedang berpelukan tiba-tiba mama Winda datang dan masuk ke dalam kamar.
"Wah.. Wah.. Wahh.. Anak-anak ibu lagi peluk-pelukan yaa" ucap Mama Winda.
Mereka pun langsung melepaskan pelukan mereka.
"Kamu menangis sayang?? " tanya mama Winda pada Widia.
"Enggak tante kita cuma sedih aja, takut nya gak bisa berduaan lagi" ucap Vidia.
"Oh gitu.. Eh iya.. Kamu siap-siap lagi gih, itu pak penghulu sama nak Dimas udah nungguin kamu di bawah " ucap mama Winda.
"Widia udah siap ko mah" ucap Widia.
__ADS_1
Mama Winda pun menggandeng tangan kanan Widia sedang kan Vidia menggandeng tangan sebelah kiri Widia, mereka keluar kamar bersama.. Saat Widia memasuki ruangan yang dimana Ijab kabul akan berlangsung.. Semua tamu undangan menatap ke arah Widia dengan penuh kagum, tak terkecuali dengan Dimas matanya tidak beralih sedikit pun dari Widia, sampai Widia duduk di sampingnya.
"Kamu Cantik sekali sayang.. " bisik Dimas tepat di telinga Widia.
Widia pun menunduk malu, mendengar ucapan Dimas. Dimas pun masih terus memandangi Widia sampai suara pak penghulu terdengar dan mengagetkannya.
"Apa betul nama Mas adalah Dimas anggara?? Akan menikah dengan mbak Widia Aurellia?? " tanya pak penghulu sambil melihat buku catatannya.
"Iya betul pak " jawab Dimas.
"Kalau begitu, apakah mas sudah siap menjadi kepala keluarga?? " ucap pak penghulu.
"Siap pak " ucap Dimas.
"Baiklah kalau begitu boleh kita mulai aja acaranya?? Mas Dimas apa mau latihan dulu atau langsung saja?? " tanya pak penghulu.
"Langsung saja pak " Jawab Dimas tegas.
"Kalau begitu langsung saja ya.. Bissmilahirohmannirohim, saya nikahkan engkau Dimas Anggara Bin Rama Anggara dengan Ananda Widia Aurellia Binti David Baskoro dengan Mas kawin satu unit Rumah dan seperangkat alat Sholat di bayar TUNAII!! " ucap pak penghulu sambil menekan tangan Dimas.
" Bagaimana Saksi?? SAHH?? " Tanya penghulu pada kedua Saksi.
"SAH.. SAHH!!!! " Ucap para Saksi.
"Alhamdulilah " ucap mereka berbarengan dan
Pak penghulu pun membaca doa serta meminta Widia dan Dimas untuk tanda tangan berkas-berkas surat nikah. Setelah selesai pak penghulu pun memberikan surat nikah pada Widia dan Dimas dan memberitahukan apa saja Hak dan kewajiban mereka masing-masing dalam berumah tangga.
"Selamat ya, Mas Dimas, mbak Widia, kalian sudah SAH menjadi sepasang suami istri" ucap pak penghulu.
"Terimakasih ya pak " ucap Mereka berbarengan.
"Baiklah, pengantin laki-laki silahkan memasangkan cincin pernikahan di jari pengantin wanita dan juga pengantin Wanita memasangkan cincin di pengantin pria " ucap pemandu acara.
Dimas pun mengambil Cincin yang sudah di siapkan dan memasangkannya di jari Widia begitu juga sebaliknya.
__ADS_1
.. Ciumm... Ciumm... Ciumm (terkak para tamu undangan)
Dimas pun menatap wajah Widia dan mencium kening Widia lembut, sebenarnya Dimas ingin sekali mencium bibir Widia yang seksi, namun di tahannya karena banyak tamu undangan yang sedang melihat mereka.
Acara pun dilanjutkan dengan resepsi pernikahan, setelah selesai sungkeman kepada orang tua masing-masing. Widia dan Dimas pun duduk di pelaminan, dengan semua tamu undangan yang sedang mencicipi jamuan yang sudah di siapkan, dan banyak juga yang memberi selamat pada mereka sambil berfoto bersama.
"Ardi.. Lo mau kemana?? " ucap Vidia yang melihat Ardi menyelinap keluar.
"Gue mau keluar Vid, gue takut hati gue makin sakit kalau masih tetap disini" ucap Ardi.
"Lo masih belum bisa lupain Widia? Tadi gue udah liat hadiah yang lo kasih buat Widia" ucap Vidia.
"Jujur gue masih belom bisa lupain Widia Vid dan mungkin engga akan bisa, gue masih sangat mencintainya, kalau aja waktu bisa di putar kembali, gue gak akan nyia-nyiain Widia" ucap Ardi menahan sesak di hatinya.
"Gue ngerti.. Tapi lo tau kan kalau waktu engga bisa di ulang, gue harap lo bisa ikhlasin Widia, biarkan dia Bahagia dengan pilihannya " ucap Vidia.
"Kalau memang Dimas kebahagiaannya, gue janji gue gak akan ganggu Widia, tapi jika bukan.. Gue Akan ambil kesempatan itu lagi, karena gue udah mengikhlaskan Widia sekali, gue gak akan mengikhlaskan Widia untuk kedua kalinya" ucap Ardi sambil menatap ke arah Widia.
"Tapi dia kan udah istri orang, lo harus nya doain dia bahagia dong?? " ucap Vidia.
"Lo pikir gue dateng kesini buat apa?? Buat doain kebahagiaannya, tapi akhir kebahagiaannya kita belom tau, tapi kalau Dimas bukan kebahagiaan Widia gue akan rebut balik walaupun Widia udah punya anak gue akan terima anak nya " ucap Ardi.
"Lo jangan macem-macem ya Di?? " ucap Vidia.
"Lo tenang aja gue engga segila itu untuk hancurin rumah tangga orang lain, gue cuma akan mengawasi sampai Widia benar-benar bahagia baru gue akan tenang" ucap Ardi.
"Kenapa engga lo cari yang lain aja sih Di? " ucap Vidia.
"Lo bukan gue, jadi lo ga tau rasanya jadi gue?? " ucap Ardi dan pergi meninggalkan Vidia.
"Seandainya dulu lo gak patahkan hati Widia, mungkin kalian memang benar akan bersatu, semoga lo bahagia sama pilihan lo Wid, gue akan selalu ada di sisi lo, dan semoga lo cowok yang baik untuk Widia kak, gue sangat berharap sama lo! " ucap Vidia menatap Widia dan Dimas bergantian.
Diluar Ardi meneteskan air matanya Walaupun dia sudah menahan sekuat mungkin tapi dia tetap tidak bisa membohongi hatinya yang sedang hancur saat ini.
Bersambung...
__ADS_1