
Hari-hari terus berlalu sudah 1 minggu Widia dan Dimas tinggal dirumah mama Winda, semakin hari Dimas semakin menunjukan perhatiannya kepada Widia, pagi ini mereka akan kembali ke rumah yang Dimas belikan untuk mahar Widia.
Mereka ingin hidup mandiri disana, rumah itu juga dekat dengan butik Widia dan Caffe Dimas.
"Sayang.. kamu udah siap? Mana lagi yang harus aku masukan ke bagasi? " ucap Dimas di pinggir Widia.
"Sudah semua kak " ucap Widia sambil mengemas sisa barang pada tasnya.
"Yaudah kalo gitu kita berangkat sekarang aja ya, kalau siang takutnya nanti kejebak macet lagi " ucap Dimas
"Iya kak.. Pamit mama dulu ya" ucap Widia
"Iya sayang.. " ucap Dimas
Widia dan Dimas berjalan ke arah ruang tamu, disana sudah ada mama Winda dan adiknya Widia
"Ma.. Widia pamit ya.. Widia sama kak Dimas mau menempati rumah yang diberikan oleh kak Dimas" ucap Widia pada mama Winda
"Sayang ko cepet banget sih pindahannya, kenapa tidak lebih lama tinggal disini saja?? " ucap Mama Winda
"Kita sudah satu minggu ma disini.. Ka Dimas juga harus mengurus caffe nya, tapi mama tenang aja Widia akan sering-sering kemari" ucap Widia
__ADS_1
"Baiklah sayang.. Kalian harus sering-sering kemari loh ya?? " ucap mama Winda
"Iya ma.. Kami akan sering kemari, mama jaga kesehatan ya.. Jangan kerja terlalu berat" Widia memeluk mamanya.
"Iya sayang.. Kamu juga hati-hati ya.. Jadi istri yang baik.. Yang rukun ya.. " membalas pelukan Widia sambil meneteskan air matanya
"Jagain mama ya lo! " ucap Widia pada adik semata wayangnya.
"Iya bawel" ucap Adik Widia
"Ma kita berangkat dulu ya.. " ucap Dimas menyalami mama Winda
"Pasti Ma Dimas akan jaga Widia" ucap Dimas
Setelah berpamitan mereka pun berangkat menggunakan mobil milik Dimas. Di dalam perjalanan mereka mengobrol.
"Sayang kitakan sudah menikah, sampai kapan kamu manggil aku dengan sebutan kakak? " tanya Dimas di sela-sela obrolannya.
"Terus Widia harus panggil apa? " ucap Widia
"panggi, sayang, suamiku, aya, mas atau apalah gitu " ucap Dimas
__ADS_1
"Emm.. Gimana kalau aku panggil mas aja ya?? " ucap Widia
"Mas juga sepertinya tidak masalah " ucap Dimaa
"Baiklah Mas Dimas.. " ucap Widia tersenyum
Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan canda dan tawa, 2 jam kemudian mereka tiba di rumah, rumah yang lumayan besar dan berada di kawasan elite.
"Sudah sampai.. " Dimas turun terlebih dahulu, lalu berlari mengitari mobilnya untuk membukakan pintu Widia.
"Besar sekali Mas rumah nya? Apa ini tidak terlalu mewah? " ucap Widia setelah turun dari mobil
"Sama sekali tidak sayang.. Rumah ini aku beli dengan hasil jerih payah ku sendiri, aku menabung uang sedikit demi sedikit ingin memberikan tempat yang nyaman untuk istriku, karena memang ini kan sudah kewajiban seorang suami" ucap Dimas berjalan menggandeng tangan Widia untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Ayo masuk.. Sayang" membuka pintu rumah nya.
"Assalammualaikum, selamat datang di rumah sayang.. Semoga kamu betah ya tinggal disini?? Rumah ini milik kamu" ucap Dimas
"Wah Rumah ini indah sekali, terimakasih ya ma, ini rumah kita berdua mas, Insyaallah aku akan betah tinggal disini " ucap Widia tersenyum bahagia.
Bersambung..
__ADS_1