
Gita sudah berada di atas pelaminan untuk memberikan selamat pada Dimas dan Widia
"Selamat ya Dim, ternyata kamu menikah dengan Widia " Sambil menyalami Dimas, terlihat oleh Widia ada rasa yang beda dari Gita untuk Dimas.
"Terimakasih ya udah mau dateng" menyambut salam tangan Gita
"Selamat ya Wid, semoga bahagia sampai kakek nenek" sambil memeluk Widia
"Amiinn,, terimakasih, bukan kakek nenek, tapi sampai maut memisahkan dan menyatukan kembali di alam yang berbeda" ucap Widia membalas pelukan Gita.
Gita hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Widia
"Amin sayang.. " ucap Dimas merangkul pinggang Widia
"Udah.. Mesra-mesraan nya nanti aja, masih ada gue disini." ucap Gita
"Semoga cepet nyusul yaa.. " ucap Dimas
"Nyusul sama siapa?? Pacar aja engga ada" ucap Gita
"Aku doain semoga kakak cepat dapat jodoh ya?? " ucap Widia
__ADS_1
"Amin.. Tapi kayanya harus nunggu pisah dulu, soalnya sekarang dia udah ada yang punya" melirik ke arah Dimas
Seketika Widia langsung menatap Gita, hatinya terasa tidak enak, Dimas pun menyadari itu.
"Udah Sayang, jangan dipikirin, dia emang suka ngawur" ucap Dimas menenangkan Widia
Widia hanya membalasnya dengan senyuman, namun hatinya berkata lain.
Dengan beberapa basa-basi Gita pun akhirnya turun dari pelaminan, dan disusul oleh Vidia.
"Selamat ya sayangku.. Ternyata jodoh kamu lebih Cepet" ucap Vidia sambil memeluk Widia.
"Makasih ya Vid, semua juga berkat bantuan kamu, yang sibuk jodohin aku dan kak Dimas, aku doain semoga kamu nyusul secepatnya" ucap Widia membalas pelukan Vidia sambil meneteskan air matanya.
"Aku pasti jagain sahabat kamu" ucap Dimas
Dengan rentetan beberapa acara adat, disusul dengan tamu dan fans yang berbondong-bondong datang, akhirnya acara pun selesai, Dimas dan Widia masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
"Sekarang kita sudah SAH menjadi suami istri, jadi aku bebas melakukan apapun sama kamu" ucap Dimas memeluk Widia dari belakang.
"Emang kamu mau lakuin apa sih kak" ucap Widia pura-pura tidak tahu sambil membersihkan make up nya.
__ADS_1
"Sebentar lagi kamu juga akan tahu, aku mandi dulu ya sayang.. " mengecup pipi Widia.
Setelah itu Dimas berjalan ke arah kamar mandi, rasa gerah dan lengket juga membuat Widia tidak sabar untuk membersihkan tubuhnya, Widia mengganti baju pengantinnya dengan handuk kimono dia pun berjalan mengambil paper bag berisi baju yang sudah di siapkan untuknya. Dan menunggu Dimas keluar dari kamar mandi.
"Kamu juga mau mandi?? " ucap Dimas menelan ludahnya, melihat tubuh Widia yang hanya terbungkus oleh handuk kimono yang kependekan itu. Dimas terus mengamati nya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Huss.. Apa sih liatinnya gitu banget??? Udah ah aku mau mandi dulu" ucap Widia buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.
"Duhh kok aku jadi gugup gini yaa?? Liat kak Dimas cuma pakai handuk gitu.. Mana badannya bagus banget lagi aaaaaakkkk Widia diakan suami mu kenapa kamu terlihat seperti cewek mesum gini yaakk!! " ucap Widia di dalam kamar mandi.
Setengah jam kemudian, Widia keluar dari kamar mandi menggunakan lingerie tipis, dia terpaksa memakai lingerie karena tidak ada apapun lagi yang harus dia pakai, Widia mengutuk Vidia yang menyiapkan pakaian seperti ini.
"Sayang.. Kamu cantik sekali, kamu sungguh menggodaku, ngapain berdiri disitu sini dong?" ucap Dimas menuntun Widia untuk membawanya ke dalam kasur, karena Widia hanya berdiri mematung.
"Kamu sudah siap sayang?? " ucap Dimas, Widia menganggukkan kepalanya karena sekarang jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
"Ini akan menjadi yang pertama untuk kita, aku akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati" ucap Dimas
Dimas mulai melancarkan aksinya, Dia meraba seluruh bagian tubuh Widya dengan lembut dan hati-hati. Lama mereka melakukan nya.. Merasa stamina Dimas tidak ada habisnya.
"Terimakasih sayang kamu sudah menjaga dan memberikannya untukku " mengecup kening Widia di akhir permainannya.
__ADS_1
Dan malam itu pun menjadi malam panjang untuk mereka karena Dimas tidak hanya sekali melakukan nya.
Bersambung..