
Setelah 1 bulan Dimas mengikat Widia, tentunya mereka jadi lebih sering ketemu, orang tua mereka pun sudah mengenal satu sama lain.
Akhirnya Dimas minta keluarganya untuk datang ke rumah Widia untuk melamar Widia.
.. Dirumah Widia..
Dimas dan orang tua nya sudah sampai di rumah Widia, disana juga ada Alan dan Vidia yang ikut menyaksikan acara lamaran mereka.
" Sebenarnya kami kemari, selain ingin bersilaturahmi dengan keluarga nya nak Widia kami juga ingin menyampaikan, niat baik anak kami, Dimas yang ingin menjadikan nak Widia sebagai Istrinya. " ucap Bu Ria.
" Alhamdulilah, InsyaAllah niat baik nak Dimas dan keluarga saya terima, tapi keputusan tetap ada di tangan Widia. Bagaimana nak mama serahin semuanya sama kamu? " tanya mama Winda pada Widia yang sedang tersipu malu duduk di sebelah Vidia, mengenakan gaun pink muda, dengan rambut yang di gulung keatas.
" Bagaimana nak Widia? Apakah nak Widia mau jadi menantu Ibu sekaligus istri dari Dimas? " Tanya bu Ria pada Widia.
Tanpa menjawab, Widia hanya menganggukkan kepalanya, sambil menunduk malu, pertanda dia setuju, menerima lamaran dari Dimas dan keluarganya.
" Alhamdulilah " ucap beberapa orang yang ada di sana.
__ADS_1
Kedua keluarga itu langsung membicarakan hari pernikahan mereka, yang akan dilaksanakan satu minggu lagi, Ibu Ria bahkan semenjak tau Dimas melamar Widia secara langsung sudah menyiapkan segala kebutuhan mereka , karena Bu Ria ingin sesegera mungkin menikahkan Dimas dengan Widia. Bu Ria sudah terlanjur sayang pada Widia bahkan sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri.
Sedangkan Dimas meminta Izin pada kedua orang tua mereka membawa Widia ke teras depan, untuk mengajak Widia mengobrol berdua.
" makasih ya, udah mau terima aku, aku seneng banget malam ini " sambil melirik ke arah Widia yang duduk di sebelahnya
" Sama-sama, aku bahkan lebih senang " ucap Widia tersenyum
" Aku udah engga sabar pengen cepet-cepet nikahin kamu " bisik Dimas.
" Satu minggu lagi " ucap Widia.
" yak memang begitu tradisinya kan?? Oia kak aku boleh Enggak minta satu permintaan sama kakak? " ucap Widia.
" Boleh dong.. Kamu mau minta apa? " Ucap Dimas.
" Kalau nanti kita sudah menikah, aku masih boleh kan kerja? Maksud aku jadi youtubers bareng Vidia, dan lagi pun aku punya butik yang harus aku kelola. " Ucap Widia.
__ADS_1
" Selama itu tidak mengganggu rumah tangga kita dan tetap menjalankan kewajiban kamu sebagai Istri, aku gak akan larang kamu, aku juga tau kamu membangun karier dari nol, jadi aku gak akan ngancurin kerja keras kamu, aku akan selalu dukung kamu, selama itu positif" Ucap Dimas menatap wajah Widia dan menggenggam tangan Widia.
Melihat wajah calon istrinya lebih dekat, Dimas terus mendekatkan wajah nya pada Widia, Widia mulai menutup matanya, namun saat satu senti lagi Dimas menyatukan bibir mereka, tiba-tiba di kagetkan oleh seseorang.
" Ekhem.. Ekhem.. (Suara deheman Vidia) Hayoo kalian ngapain?? Deket-deketan gitu, sabar yaa pernikahannya tinggal satu minggu lagi " ucap Vidia sambil tersenyum penuh arti.
" Apaan sih Vid " ucap Widia dengan wajah yang memerah malu.
" Oia kak, di panggil tuh sama Bu Ria, katanya mau di ajak pulang " ucap Vidia yang menyampaikan pesan dari orangtua Widia.
" Oke.. Tunggu sebentar yaa " ucap nya pada Vidia.
" Yaudah kalo gitu dulan ya " ucap Vida yang berjalan masuk ke dalam rumah Widia kembali.
" Baru aja aku mau cium kamu " bisik Dimas pada Widia.
Widia yang mendengar itu pun langsung merah merona dengan detak jantung yang cepat.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke dalam rumah Widia bersama.