Cinta Ke-2

Cinta Ke-2
Pekerjaan (part 2)


__ADS_3

Khanza bekerja seperti biasa tapi hari ini Khanza di pindah tugaskan dari operator menjadi QC (Quality Control) tugas Khanza menjadi semakin banyak karena harus mengecek kualitas produksi dari mesin ke mesin apalagi di waktu jam istirahat para operator semua bagian QC pasti sibuk.


sepertinya pemindahan Khanza tidak merubah apapun sikap seniornya kepada Khanza selalu sinis.Ada seorang bapak-bapak senior yang menjadi karyawan tetap disana ia bekerja di bagian QC dan berkata tak tahu pada siapa.


" ach kerja kaya gini mah setahun lagi keluar tunggu ajah saya atau dia yang keluar."


dalam hati Khanza teringat perlakuan senior pada nya selalu sinis ia seperti mendapat tamparan dari perkataan nya seolah perkataan itu di tujukan padanya.


"ya Tuhan apakah yang mereka pikirkan tentang ku kenapa semua orang menganggap ku seolah orang sial di dekat mereka apa karena aku tak cantik atau kinerja ku biruk??? padahal aku selalu bekerja semaksimal mungkin apakah dunia kerja seperti ini??" lirih Khanza dalam hati mendengar perkataan bapak itu.


Khanza akhirnya beristirahat dan bergabung dengan teman lainnya di kantin Khanza bertanya pada kepala regu nya sambil menunggu pesanan makanan nya datang.


"Kak apa kinerja ku kurang baik?? apa yang harus aku tingkatkaan?"


"ngga ko za kamu cukup baik dalam pekerjaan sesekali salah wajar senior yang lain yang udah kerja berpuluh-puluh tahun pun masih ada yang suka salah kerja itu ga hrus sempurna yang penting lakuin yang terbaik ajah."kenapa kamu tanya gitu menatap Khanza penasaran.

__ADS_1


"ngga ko kak aku cuma takut ajah kalo kerja nya jelek jadi bikin masalah terus" sambil tersenyum malu


"apa benar hanya karena aku ga cantik terus di perlakukan seperti ini ga kaya Devi yang cantik apa-apa di bantuin terus di puji terus huh kenapa sih Mandang orang tu dari fisik ajah" omelan Khanza dalam hati


Khanza tak pernah mendengarkan apapun dari seniornya,rundungan-rundungan itu membuat Khanza ingin meyakinkan diri selalu bekerja dengan baik demi cita-cita nya.


jam istirahat Khanza telah usai ia kembali masuk kerja dan mendapati tatapan sinis dari seniornya.


"za kamu tadi yang cek mesin Devi kan?"tanya senior di samping Devi


" liat nih mesin Devi hasil nya cacat kaya gini bener udah di periksa ga?"


"ya Tuhan apalagi ini lagi-lagi aku yang disalahin di kira aku bohong dan kerja nya ga bener." gumam Khanza dalam hati


" apa malah bengong lagi kamu kerja gimana nggak bisa ngecek?" sambil mendorong bhu Khanza

__ADS_1


" aku udah cek ko tadi bagus ini hasil yang saya cek sebelum istirahat udah saya lebelin." membawa sample yang Khanza cek dari mesin devi.


"ia gitu aku tanyain kepala regu nanti."


"za maaf yah." kata Devi


"ah sudah lah Dev ga usah so baik gitu cape aku tuh." gerutu Khanza dalam hatinya sambil tersenyum tipis pada Devi dan pergi membawa sample dari mesin devi yang rusak.


di meja khanza datang lah senior tadi dengan kepala regu nya.


"Kak liat ini dari mesin devi,khanza yang meriksanya."sinis pada khanza


"owh masih jelek yah hasilnya ia tadi ada jarum patah di mesin udah di betulin tapi belum jalan lagi kamu jalanin mesinnya? stop lagi ajah." kepala regu menjelaskan pada senior itu.


"ha-ha-ha....senang sekali denger penjelasannya,makanya jangan nyalahin orang lain ada masalah langsung aku yang kena malu kan sekarang." senyum Khanza pada senior nya,senior nya pun segera pergi karena malu.

__ADS_1


__ADS_2