
Setelah lulus sekolah Khanza bekerja,di tempat ia bekerja Khanza mengalami perundungan,misalnya saja kekejaman yang di berikan senior kepada karyawan baru yang biasa saja berbeda dengan karyawan baru yang memiliki paras cantik,menawan bahkan memiliki koneksi orang dalam yang berpengaruh hal itu sudah tidak asing dalam dunia kerja mereka akan di perlakukan istimewa.
hari pertama ia bekerja sampai beberapa hari selanjutnya masih biasa saja karena Khanza masih dalam tahap pembelajaran, karyawan baru di tim Khanza ada 5 orang dan ada 1 orang yang mencolok karena paras cantik nya ia bernama devi.Khanza memerkukan waktu 2 pekan dalam proses pembelajaran dan 1 bulan masa magang.
hari demi hari berlalu Khanza merasakan kesenjangan dalam tim nya terlebih para senior yang sering kali bersikap tak acuh dan nyinyiran yang membuat hati Khanza tersayat,meski begitu Khanza tetap tegar karena memang itu pilihannya untuk bekerja.
Khanza menjadi Operator mesin di sebuah pabrik baju ia bekerja sama seperti seniornya bahkan kinerja Khanza cukup berkompeten target yang harus di selesaikan selalu di kerjakan dengan baik tapi Khanza mengalami kesulitan karena sikap seniornya yang semena-mena.perundungan terjadi hampir setiap Khanza bekerja pada malam hari.
malam itu Khanza bersikeras menjalankan mesin semaksimal mungkin tapi khanza karyawan baru yang belum cukup tahu bagaimana mengendalikan mesin dengan baik lalu ia bertanya pada seniornya.
" Kak ini mesinnya mati tapi saya belum terlalu ngerti cara membetulkan nya bisa tolong ajari saya?"
" itu di apain sih bisa kaya gitu masa udah belajar ga tau-tau cari orang lain sana kakak sibuk." jawab seniornya dengan nada ketus.
akhirnya Khanza menemui montir berharap bisa membantu.
"Kak mesin nya mati bisa tolong betulin?"
" ia nanti saya betulin"
Khanza senang karena ada yang membantu tapi berjam-jam montir pun tak ada yang membantunya sampai pada akhir nya ia bertanya pada pengawas nya.
"Kak boleh saya minta tolong?"
"kenapa?"
__ADS_1
"mesin saya mati tapi saya belum terlalu ngerti betulin nya?"
Khanza dan pengawas pergi ke mesinnya dan pengawas itu berbaik hati membetukan mesin Khanza.
" makasih kak."
" iya sama-sama kerja yang baik yah." sambil menepuk pundak Khanza
"baik kak" dengan semangat Khanza bekerja kembali.
saat pagi tiba Khanza sudah menyelesaikan tugas nya dan memenuhi target ia pun beristirahat sejenak sambil merapikan tempat nya tiba-tiba seniornya datang dan menjambak hijab Khanza.
"Khanza kenapa kamu gak bantuin kakak,kakak masih kurang beberapa potong."
"ya udah sekarang bantu kakak,kakak minta beberapa potong baju di mesin kamu."
" iya kak" dengan muka satu hampir menangis ia mengerjakan perintah senior nya.
suatu hari saat penerimaan gaji di bagikan kebetulan tim Khanza hanya 3 orang karena 2 orang lagi libur.
"Khanza gaji devi tar kamu yang kasih yah soalnya dia kan libur besok kamu ketemukan?
ini gaji nya 982.700".
"iya kak nanti saya kasih."
__ADS_1
iya devi karyawan baru cantik yang di gemari para senior seolah dia tidak perlu banting tulang bercucuran keringat untuk bekerja disini omel Khanza dalam hati.
"santi?" panggil khanza pada temannya.
"iya za kenapa?"
"kamu tetangga devi kan? aku titip gaji nya yah ke kamu tapi kurang 200 rupiah tar aku chat devi nya,aku titip 982.500 yah."
"owh Ok."
Khanza pun pulang dan malam hari nya Khanza chat devi perihal gaji nya apakah sudah di kasihkan atau belum.
"Dev gaji kamu aku titip santi udah belum? tapi kurang 200 rupiah tadi?"
"udah za makasih yah ga apa-apa cuma 200 ini nanggung ga usah di balikin"
"owh ya udah makasih juga hheu..."
sesampainya di pabrik Khanza bekerja seperti biasa di balik mesin ada seniornya yang asik bercerita
" itu anak baru di percaya buat kasihin gaji malah ga amanah" sambil melirik Khanza,khanza acuh karena ia tidak merasa melakukan hal itu,tiba-tiba seorang montir menghampiri Khanza.
" za gaji devi udah di kasihin belum kamu di kasih amanat malah ga bisa percaya mana ngasihnya kurang lagi" menatap tajam wajah Khanza
" udah kok tanyain ajah devi nya." ya Tuhan seburuk apa aku di mata mereka bisa- bisanya mereka berfikir seperti itu tentang ku lirih Khanza dalam hati sambil tertunduk menahan air matanya.
__ADS_1