
Khanza masih bekerja di konter milik paman nya sebelum ia mendapatkan pekerjaan,suasana di sana terlihat ramai karena Khanza membuka konter jam 6 pagi mengejar anak sekolah dan para pekerja yang lewat sampai paman nya datang untuk menggantikan nya kadang sampai siang atau sore hari.Konter tempat Khanza bekerja memang strategis karena jalur kendaraan dan pejalan kaki yang berlalu lalang terlebih dekat dengan kampus negeri yang cukup terkenal di kota ini.Namun tidak jarang Khanza tidak mendapatkan pelanggan satu orang pun membuat Khanza hanya duduk menunggu pelanggan yang mampir tapi paman Khanza sangat pengertian karena di konter ia bekerja di sediakan fasilitas seperti komputer,radio,kipas angin,mini tv,dan dispenser jadi pegawai tidak merasa jenuh dan bosan namun Khanza lebih senang dengan handphonenya .
Pada suatu kesempatan Khanza tidak memiliki banyak pelanggan yang mampir ia bersantai memainkan handphonenya dan kak Ivan memberi Khanza pesan untuk mengajaknya bertemu.
"Khanza ketemuan yu?" chat kak Ivan pada Khanza secara langsung tanpa basa basi
" kakak mau ketemu Khanza? ada apa?" balas Khanza dengan cepat dan penasaran.
"pengen ketemu ajah."balasnya singkat
"kakak ke rumah ajah nanti aku tunjukkin jalannya." semakin penasaran
__ADS_1
" ok tar sore aku ke rumah sampai nanti."
Menjelang sore Khanza baru pulang bekerja ia segera mandi dan rapih-rapih teringat kak Ivan akan mendatanginya dan terheran-heran untuk apa kak Ivan mengajaknya bertemu walaupun mereka sering curhat-curhatan namun kak Ivan tak pernah mengajaknya bertemu mereka hanya bercerita lewat chat di handphone saja dan pastinya Khanza hanya menceritakan kisah nya dengan Fatir dan sedalam apa Khanza mengagumi Fatir.
Lama Khanza menunggu kabar dari kak Ivan dan akhirnya kak Ivan mengabari Khanza bahwa ia berada di ujung jalan dekat rumahnya selepas magrib,Khanza bergegas pergi keluar dan menemui kak ivan,dari kejauhan Khanza melihat kak Ivan bersama seseorang yang tak asing bagi Khanza Iyah dia kak Fatir.
"Khanza nih kenalin temen Ivan."senyum licik terpancar dari wajahnya
"Fatir."Fatir menyodorkan tangannya pada Khanza.
"wah ternyata orang sama suaranya sama yah sama-sama imut."menatap Khanza
__ADS_1
''kak Fatir mulai lagi kan gombalnya,eh Iyah Ayo mampir ke rumah gak jauh kok."ajak Khanza
"gak gombal kok beneran ini."jawab Fatir dengan cepat
"za kaya nya kita langsung ajah deh ada urusan soalnya."timbal Ivan dengan penuh sesal.
"Iyah Za lain kali ajah kita mampir si Ivan nih mau jemput cewek nya lagi unniv dia."omel Fatir pada Ivan.
"oh...gitu ya gak apa-apa selamat yah kak Ivan unniv sama ceweknya semoga langgeng."senyum ramah Khanza terpancar dengan wajah yang tersipu malu.
" "aamiin...makasih doanya za,kita pamit yah."jawab Ivan
__ADS_1
"Iyah kak hati-hati,dah..."
Pertemuan singkat Khanza dan Fatir memang tak seberapa namun memberikan kesan yang berarti bagi Khanza dan Fatir dan momen yang tak pernah terbayangkan bagi Khanza bisa mengenal kak Fatir dari dekat bahkan sampai di telepon di chat di temuin perasaan senang,bahagia,tak percaya menyatu dan momen ini tak akan terlewatkan untuk di ceritakan pada Febi sahabat Khanza yang selalu menjadi pendengar setia Khanza.